HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Intan


__ADS_3

"Gil, mending lo makan dulu" ucap Arya.


"Nanti aja"


"Serah lo deh. Gimana mau nyari Cellia, kalau elo nya sakit ****" kesal Arya.


Arya yang sudah terlanjur kesal meninggalkan Agil sendiri di dalam tenda. Dia mendekati Gio yang sedang termenung menatap kobaran api.


"Gimana kak, mas Agil udah mau makan ?" tanya Sekar.


"Belum" jawab Arya.


Sekar meraih piring yang dibawa Arya tadi dan masuk ke dalam tenda. Di sana dia melihat Agil yang sedang termenung menatap selimut doraemon.


"Mas Agil, makan dulu" ucap Sekar lembut.


"Nggak laper" balas Agil dingin.


"Dikit aja mas"


"Nggak"


"Nanti kalok kamu sakit gimana" Sekar mengelus pundak Agil.


"Saya bilang nggak ya nggak, pergi. Jangan ganggu saya" bentak Agil, dengan kasar menepis tangan Sekar yang bertengger di bahunya.


Sekar yang baru kali ini di bentak oleh sang pujaan hati, tiba tiba matanya memanas. Ia keluar dari dalam tenda, tak henti hentinya Sekar menyalahkan Cellia yang telah membuat Agil jadi seperti ini.


Sementara itu Arya berusaha membuat sahabatnya tenang.


"Gue gagal jagain dia, gue ceroboh. Nanti kalau uti nanyain kabar Cellia gimana, nggak mungkin kan gue bohong" ucap Gio sembari menjambak rambutnya.


"Lo jangan nyalahin diri sendiri. Tadi kita udah berusaha nyusuri sungai, biarpun nggak ketemu. Yang penting sudah berusaha"


"Kalau dia kenapa napa gimana, Ar"


"Ya kita berdoa agar Cellia selalu dalam perlindungan Allah. Dengan lo nyalahin diri sendiri, Cellia nggak mungkin ketemu sendiri ****. Besok kita cari lagi, Agil udah nelfon rekan rekannya untuk bantuin kita"


"Istirahat malam ini" sambung Arya menepuk pundak sahabatnya itu lalu berjalan ke arah tendanya.


*****


Siang ini mereka akan mulai mencari keberadaan Cellia kembali. Sebelumnya Gio menyuruh Kafka dan Tio untuk mengantar para perempuan kembali ke vila.


Agil, Gio, Arya, Riki, dan beberapa orang dari timsar sudah bersiap untuk mencari keberadaan gadis itu. Saat akan keluar dari tenda, Arya melihat sebuah drone yang tergeletak di dalam tendanya.


"Gara gara panik, semuanya jadi ****" gumam Arya. Dia mendekat ke tempat Agil dan Gio yang terlihat sedang berbicara dengan dua orang anggota timsar.

__ADS_1


"Sebaiknya kita lacak dulu keberadaan Cellia, siapa tau dia masih di sekitar hutan ini" ucap Arya.


"Lebih baik begitu" balas seorang anggota timsar bernama Fery.


Agil segera mengaktifkan drone itu dan menyambungkannya pada ponsel. Setelah drone di terbangkan mereka semua memantau tempat yang di lalui drone itu dari ponsel.


Cukup jauh drone itu di terbangkan namun tak ada tanda tanda keberadaan Cellia.


"Tunggu dulu, coba cek yang hitam hitam itu. Kayak orang" saut Riki yang menangkap sesuatu di layar itu.


Agil menututi perintah Riki, dia menerbangkan dronenya mendekat ke tempat yang di tunjuk Riki.


Dan benar saja, kamera drone menangkap gambar seperti orang berpakaian serba hitam berjalan dengan cepat kebebatuan besar, sepertinya itu adalah sebuah goa.


"Itu dia bawa apaan, lebih dekat lagi Gil" ucap Gio.


Saat di perdekat mereka melihat orang itu sedang menggendong sesuatu, sepertinya manusia juga. Di lihat dari postur orang di gendongan itu terlihat seperti seorang gadis. Setelah itu orang berpakaian hitam masuk kedalam goa yang di tutupi oleh tanaman merambat.


"Itu cewek, tapi kayaknya bukan Cellia. Dari warna bajunya lain dari yang di pakai Cellia terakhir kali" celetuk Arya.


"Tapi anehnya bang, kenapa tu orang ada di hutan yang di larang sama tetua di sini ?" tanya Riki.


"Menurut gue ya, kalok nyari kayu bakar sih nggak mungkin. Dari yang di bilang warga sini, hampir semuanya nggak berani masuk ke dalam hutan ini. Buat apa juga dia gendong perempuan masuk kedalam goa. Apa jangan jangan ini ada hubungannya sama kasus gadis gadis yang hilang itu ya ?"


"Dari pada hanya berasumsi, lebih baik kita cari tau sendiri" ucap Agil.


Setelah berjalan lumayan jauh, mereka sampai ke tempat goa itu. Agil berjalan mendekat ke bibir goa dan minyabakkan tumbuhan merambat yang membentuk seperti tirai.


"Sepertinya goa ini cukup panjang" ucap Agil.


Mereka masuk dan mulai menyusuri goa dengan bantuan senter sebagai penerangan.


"Bang, lo pada dengar suara teriakan itu nggak" celetuk Riki.


"тolong..."


Sayup sayup mereka mendengar seseorang yang berteriak minta tolong. Mereka mempercepat langkah kaki mencari asal suara itu.


Di ujung goa ini ada pintu yang sepertinya tersambung dengan sebuah bangunan. Arya menempelkan telinganya ke pintu dan suara orang itu perlahan lahan menghilang. Arya menarik handel pintu kayu itu, dan mengintip ke dalam.


Tempat itu seperti dalam penginapan yang memiliki banyak pintu dan ruangan. Dekorasinya sangat kuno, dan berwarna coklat.


Arya memberi isyarat kepada orang yang di belakang agar mengikutinya. Mereka mengendap endap masuk ke tempat itu.


Mereka membuka salah satu pintu yang dekat dengan pintu masuk tadi. Di dalamnya terdapat seorang gadis yang pakaiannya persis seperti gadis yang tertangkap kamera drone tadi. Tangan dan kaki gadis itu terikat pada kursi yang dudukinya, mulutnya disumpal dengan kain. Arya, Riki, dan Fery masuk kedalam dan membantu membuka ikatan gadis itu.


Tuk

__ADS_1


Tuk


Tuk


Suara langkah kaki seseorang seperti mendekat ke arah sini. Agil memberi isyarat agar mereka bergerak lebih cepat.


Akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat.


"Sebaiknya kita balik ke tenda, hari sudah mulai gelap. Dan sepertinya gadis ini terluka" ucap Fery.


Jadi pencarian Cellia hari ini di sudahkan, mereka akan mencoba pergi ke goa itu lagi esok hari. Riki menggendong gadis itu di punggunya.


Sesampainya di tenda, Riki mengobati luka yang terdapat pada wajah dan lengan gadis itu.


"Ki, kasih makan dulu tu anak orang" ucap Gio menyerahkan semangkuk bubur.


Riki menerima mangkuk itu dan kembali masuk ketenda untuk memberikannya kepada gadis tadi.


"Nih makan..." ucap Riki terpotong karena tidak mengetahui nama gadis itu.


"Saya Intan kak" ucap gadis itu.


"Iya, Intan. Kamu makan dulu"


Setelah menyantap buburnya Intan keluar dari tenda. Ia mendekat ke orang orang yang menolongnya tadi yang duduk berkumpul.


"Emmm kak, boleh saya duduk" ucap Intan.


Semuanya mengangguk dan Intan duduk di samping Riki.


"Jadi Intan, kamu kok bisa di sekap di ruangan itu ?" tanya Arya yang sudah penasaran.


"Yang aku ingat sebelum pingsan itu aku ada dirumah, terus ngeliat sesajen gitu di bawah ranjang. Aku mau ngasih tau ayah, entah dari mana orang pakek baju hitam itu masuk ke kamarku dan nutupin hidung aku pakek kain hitam, abis itu aku pingsan" terang Intan.


"Wajah kamu kok bisa luka gitu ?" tanya Riki.


"Waktu itu aku sadar dari pingsan, dan ternyata aku di gendong sama orang itu. Aku gigit tangannya terus aku lari, dia ngejar aku. Dia ngelempar benda tajam gitu ke kaki aku, terus aku berenti buat ngecek dan akhirnya aku ke tangkep sama dia. Karena kesal mungkin ya, dia nampar pipiku sampai berbekas gini" jelas Intan memegang pipi sebelah kanannya.


"Kamu ada ketemu sama cewek, pakek baju doraemon warna putih nggak ?" tanya Gio.


"Nggak, kak. Tapi di rumah itu beberapa orang gadis seumuran aku. Awalnya aku di bawa masuk ke ruangan pintu ke tiga dari tempat aku di sekap tadi"


"Gil, jangan jangan itu markas penjahat" ucap Gio.


"Bisa jadi, besok kita kembali ke lokasi tadi" putus Agil.


----------

__ADS_1


Maap kalau ceritanya rada nggak nyambung 😅


__ADS_2