
đź’ťSelamat Membacađź’ť
"Uhuk uhuk" ayah Viola yang terbatuk keras terdengar sampai pintu depan dimana Viola baru saja pulang dari jalanan sekitar untuk menjual roti.
"Ayah,ayah kenapa?" tanya Viola sambil membantu ayahnya untuk bersandar,matanya sudah berkaca-kaca.
"Tidak papa,ayah hanya ingin minum" Viola lalu mengambilkan minum untuk ayahnya.
"Ayah,Ola sudah punya uang 500ribu hasil menjual roti,ayo kita ke rumah sakit untuk memeriksakan ayah" sudah menetes air mata Viola yang sejak tadi ia bendung.
"Tidak usah nak,lebih baik uangnya untuk modal lagi" ayah berkata sambil mengelus kepala Viola.
"Tapi yah,ayah harus diperiksa supaya ayah cepat sembuh"
"Ayah akan beristirahat,ayah tidak apa-apa nak"
"Aku takut jantung ayah akan lebih parah jika tidak diperiksa" Viola mengingat kejadian dimana ayahnya pingsan didepan kamar mandi dan saat dibawa ke dokter ternyata ayahnya menderita penyakit jantung ringan.
Ya, ayah Viola Permata yaitu Bima Permana menderita penyakit jantung ringan,awalnya ayah Viola itu tak mau memberi tahu putrinya tentang penyakitnya,tapi ternyata Viola malah tau sebelum dia sendiri yang memberi tau.
"Tak apa, ayah sudah meminum obat dari apotek pasti tidak akan kumat lagi,sana kamu mandi dan beristirahatlah nak,kamu pasti lelah seharian berkeliling"
"Kalau ayah sudah mau makan panggil Ola ya yah"
"Iya nak" ayah menjawab disertai anggukan.
Viola pun masuk ke kamarnya dan segera mandi,setelah itu langsung memasak menu sederhana yaitu tahu bacem dan kubis yang ia tumis. Viola masuk kekamar ayahnya membawakan makanan.
"Yah ayo makan dulu" ayahpun langsung duduk dibantu Viola dengan memasang bantal dibelakang punggung ayahnya. Viola menyuapi ayahnya dengan telaten sampai makanan itu habis. Setelah itu mereka pun tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi datang dengan matahari yang cerah menyapa setiap insan yang sedang bersiap-siap untuk memulai hari mereka.
__ADS_1
Viola bangun jam 4 pagi untuk membuat adonan roti. Ia memasak sarapan dan juga membersihkan rumah sebelum berangkat menjual roti. Setelah ia dan ayahnya sarapan Viola langsung pamit untuk menjajakan roti buatannya. Dari pagi hingga siang dia berkeliling,tak jarang pulang agak sore jika dagangannya masih banyak yang belum terjual. Dia tak khawatir karena sudah menyiapkan makanan dan obat untuk ayahnya jika ia pulang lebih sore.
Hari ini hari minggu banyak orang keluar jalan-jalan dengan pacar atau keluarganya. Viola menjajakan roti diarea taman.
"Olaaaa" teriak gadis cantik bertubuh tinggi dan ramping dari arah belakang Viola.
"Tataaa" teriak balik Viola menyambut pelukan sahabatnya,Sinta Aulia.
"Kamu sedang jalan-jalan dengan siapa Ta?" tanya Viola sambil berjalan bersama Sinta duduk di bangku taman.
"Sendiri saja,adikku sedang dirumah nenek" jawab Sinta sambil memakan roti buatan Viola dengan lahap,dia memang selalu saja langsung menyomot roti kesukaannya yaitu yang isi coklat lumer.
"Gimana keadaan ayah? maaf aku belum sempat kerumah karena setiap hari pulang agak malam" sesal Sinta karena beberapa minggu ini dikantornya sedang banyak pekerjaan.
"Ayah masih seperti itu saja,aku ingin membawa ayah periksa tapi ayah tidak mau" jawab sendu Viola,dia sangat ingin ayahnya sembuh,karena hanya ayah satu-satunya keluarga yang dia punya.
"Aku akan bantu sebisaku La kamu butuh biaya berapa?" Sinta ingin membantu sahabatnya,tapi dia pun tak punya banyak tabungan. Sinta memang berasal dari keluarga berada tetapi setelah bekerja dia tidak mau lagi meminta uang pada mamanya,dia ingin mandiri.
"Tak perlu sungkan,kita adalah sahabat,bahkan lebih dari sahabat" Sinta juga memeluk Viola saling menguatkan. Ya,Viola juga satu-satunya sahabat Sinta yang selalu ada dalam suka dan dukanya,tidak seperti yang lain hanya datang ketika butuh saja.
Hari sudah siang,Viola pun memutuskan untuk pulang.
"Aku akan pulang,kau ikut tidak?" tanya Viola sambil mengangkat keranjang rotinya.
"Ayo,aku kangen ayah" jawabnya tersenyum ceria. Sinta memang terbiasa memanggil ayah karena ayah Viola yang meminta.
"Tapi rotimu belum habis semua La"
"Tak apa ayo kita bagikan pada anak jalanan" sambil menunjuk segerombol anak jalanan yang habis ngamen.
"Seperti biasa sahabatku sangat baik" katanya sambil sedikit tertawa juga dibalas tawa oleh Viola.
Sampai dirumah Viola langsung mengajak sahabatnya untuk bertemu ayah. Merekapun berbincang hingga sore tiba.
__ADS_1
"Sudah sore La aku pulang dulu ya" sambil mengambil tasnya dikursi ruang tengah.
"Makan malam disini saja Ta,aku baru masak,ayolaah sekalian menginap disini,yaa yaa" menunjukkan puppy eyesnya pada Sinta. Sinta terperangah melihat puppy eyes Viola.
"Tidak usah memohon begitu aku akan menginap,sebentar aku telepon mama dulu" jawabnya sambil sedikit cemberut bercanda lalu mengambil ponsel dan menelfon mamanya. Sinta senang menginap dirumah Viola karena dia bisa berbincang dengan ayah,Sinta sangat merindukan sosok ayah. Ayah Viola sudah ia anggap ayahnya sendiri. Sinta kehilangan ayahnya saat kelas 2 SMP, ayahnya meninggal tertabrak mobil. Kejadian itu juga sebelumnya pernah dirasakan Viola saat kelas 1 SMP,ibunya,Desi Melati meninggal karena sakit paru-paru. Mereka sama-sama pernah kehilangan orang tercinta,maka dari itu saling menguatkan adalah hal terbaik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat pagi tiba Viola langsung bergegas melakukan aktivitas seperti biasa. Dia membangunkan Sinta lebih pagi karena dia harus pulang untuk bekerja.
Hari ini Viola pulang agak sore karena rotinya masih banyak tersisa. Sampai rumah seperti biasa dia langsung memasak dan segera mandi,lalu berbaring sebentar menghilangkan rasa penat. Tetapi Viola malah tertidur hingga jam 20.00. Yang seharusnya makan malam ia makan jam 19.00 pun jadi tertinggal. Dia bergegas ke kamar ayahnya.
"Ayah maaf jadi telat makan malam,Ola tertidur" sesal Viola karena malah tertidur dan jadi melewatkan makan malam di jam seharusnya.
"Tidak apa-apa nak,sana kamu siapkan saja"
"Iya yah" bergegas Viola mengambil makanan. Setelah makan waktunya ayah Viola meminum obat. Saat membuka laci dan melihat plastik obat Viola kaget karena ternyata obat ayahnya habis.
"Yah maafkan Ola,tidak memeriksa obat ayah dulu tadi pagi sebelum berangkat jualan"
Ayah Viola memang terbiasa meminum obat sendiri,tidak harus Viola yang menyiapkan dan menyuapi.
"Ola akan beli obat ke apotek ya yah" kata Viola sambil mengambil sweaternya.
"Iya,cepatlah kembali ini sudah malam,hati-hati saat menyebrang" ayah menjawab sambil menasehati Viola.
Berjalan kaki membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai di apotek. Viola berjalan cepat karena biasanya banyak anak laki-laki nongkrong yang suka mabuk,Viola takut karena pernah beberapa kali digoda mereka. Viola selalu memakai pakaian gombrong agar tidak menarik perhatian orang. Karena Viola memiliki tubuh yang berisi dibalik kaos gombrongnya. Tetap saja Viola sangat cantik walaupun memakai pakaian sederhana,mata yang indah,alis berbentuk yang sempurna, bulu mata melengkung,hidung agak mancung,bibir yang seksi,gigi gingsul penambah manis,juga rambut hitam pekat yang lurus. Walaupun setiap hari rambut Viola selalu dikuncir tetap tidak bisa dipungkiri kalau dia sangat cantik. Setelah membeli obat dan akan pulang Viola cemas karena jam sudah hampir 10 malam. Dia berlari tetapi ditengah perjalanan dihadang anak laki-laki yang mabuk berjumlah 4orang. Padahal tadi saat berangkat mereka tidak ada,kenapa sekarang malah muncul.
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi 🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗
__ADS_1