
💝 Selamat Membaca 💝
"Cepet banget ya kalau yang gratisan" ucap Dika bercanda.
"Iya lah harus cepet,ayo mau anter nggak? kalau nggak aku mau pesen taksi" kata Viola to the point,kalau candaan Dika dilayani bisa-bisa dia telat nganter roti.
"Ayuk aja" kata Dika lalu meletakkan roti di jok belakang.
Saat dalam perjalanan mereka terus tertawa bersama karena cerita dari Dika mau pun Viola membahas yang kocak-kocak.
Setelah sampai alamat yang Viola sebutkan Dika semakin terheran-heran.
"Ini bener di sini La? nggak nyasar kan?" tanya Dika memastikan.
"Iya bener kok ini komplek ***** nomor 1 rumahnya" jawab Viola yakin dan menunjukkan pesan mommy Ayu pada Dika.
"Iya ya,yaudah ayo aku anter sekalian ku bawain" kata Dika sambil memegang handle pintu hendak keluar,tapi di cegah Viola.
"Kamu di sini aja Dik,aku bisa kok bawa sendiri,sebentar aja"
Dika pun mengangguk saja atas perintah Viola. Dia mengamati rumah-rumah di komplek *****.
"Seperti bukan komplek sembarang orang,kok ada orang yang bisa kenal Viola dan pesen rotinya ya" gumam Dika menatap rumah mewah bertingkat-tingkat.
Viola melihat kagum dengan rumah mewah di depannya.
Kapan ya aku bisa punya rumah seperti ini hehe
Viola pun memencet bel gerbang depan dan satpam muncul di balik gerbang.
"Maaf,cari siapa?" tanya satpam melalui celah kotak yang hanya terlihat muka,khusus untuk melihat tamu yang datang di mansion tuannya.
"Saya Viola pak,mau mengantar pesanan roti tante Ayu" Viola menjelaskan sambil mengangkat box berisi roti.
"Sebentar" pak satpam berlalu dan mempersilahkan Viola masuk setelah bertanya pada kepala pelayan.
Tidak sembarang orang yang bisa masuk,hanya keluarga dan orang berkepentingan saja.
Viola berjalan dengan memandang mansion bak istana di depannya.
"Seperti istana-istana di negeri dongeng" gumam Viola dengan muka berseri.
Dia tidak menyadari ada mommy Ayu yang sudah berada di depan rumah.
"Viola" teriak mommy Ayu menyadarkan Viola.
Viola malu ketahuan memandang mansion mommy Ayu dengan serius,tapi dia menutupi rasa malunya.
"Tante Ayu" sapa Viola lalu salim pada mommy Ayu.
"Ayo masuk kita taruh di dalam" ajak mommy Ayu dan diikuti Viola dari belakang.
Viola semakin terpana melihat isi mansion mommy Ayu,matanya tak berkedip dengan senyuman lebar.
Mommy Ayu menoleh dan melihat Viola,dia hanya geleng-geleng kepala.
"Viola,taruh di sini" kata mommy Ayu memegang meja makan yang mewah berkilau itu.
__ADS_1
"Eh iya tante" Viola pun menaruh semua roti dan disuruh menunggu oleh mommy Ayu.
Mejanya ya ampun kursinya,ini pasti harganya lebih mahal dari rumahku sih hahaha.
Setelah menunggu beberapa menit,tante Ayu datang dengan amplop di tangannya.
"Ini kekurangannya ya Viola" ucap mommy Ayu menyerahkan amplop pada Viola.
"Iya tante terimakasih ya tan,semoga tante suka roti buatanku" jawab Viola tersenyum senang.
"Tante pasti suka,eh kamu udah makan belum? ayo makan di sini sekalian" ajak mommy Ayu pada Viola.
Jujur saja dirinya suka dengan gadis seperti Viola yang apa adanya,sederhana dan tidak neko-neko.
Tidak seperti gadis-gadis yang selama ini mendekati Stevan,dari matanya saja mommy Ayu tau kalau mereka haus akan harta,apalagi dengan dandanan mereka yang menor dan seksi membuat mommy Ayu ilfil.
"Terimakasih tante saya tadi sudah makan" bohong Viola menolak dengan halus.
Kruuwkkk kruuwkkk
Viola rasanya ingin lenyap dari situ sekarang juga dengan jurus menghilang.
Hey perut,dasar perut tidak bisa di ajak kerja sama,kenapa bunyimu keras sekali,aduh malunyaa
"Tuh kaan kamu tidak bisa berbohong sama tante,ayo duduk dulu kita makan,tante akan panggil suami tante dulu" ucap mommy Ayu segera beranjak sebelum Viola menolak.
"Aissh kenapa jadi aku makan disini" gumam Viola malu,dia merasa tidak pantas makan bersama keluarga sultan dan belum lama kenal.
✉️Dik,kamu pulang dulu saja
✉️Kenapa La?
✉️Nanti kamu hati-hati ya La,siap nona cantik
✉️Iyaa,😝
Dika merasa semakin heran,seperti nya ada sesuatu yang dia tidak tau.
Besok aku akan tanyakan pada Viola.
Kembali ke dalam mansion Wijaya,di ruang makan ada Viola yang sedang gelisah bagaimana harus bersikap di keluarga yang tidak dia kenal sama sekali.
"Kok belum duduk sih Viola" tegur mommy Ayu datang dengan daddy Prabu dan Tania.
"Mm aku langsung pamit saja tante" tolak Viola dengan halus lagi,berharap mommy Ayu mengizinkan dia pulang.
"Ayo nak Viola duduk dulu" ajak daddy Prabu pada Viola seolah sudah lama mengenal Viola.
Loh kok om ini berasa akrab ya,kan ini pertama kali bertemu
Dengan terpaksa Viola mengiyakan karena terus-terusan di paksa.
"Hay kak,aku Tania, panggil aja Nia" Tania mengulurkan tangan mengajak Viola berkenalan.
"Ah iya,aku Viola,kamu kelas berapa?" tanya Viola melihat paras imut Tania.
"Kelas 3 SMP kak" jawab Tania dan di angguki Viola dengan senyuman.
__ADS_1
Setelah mengambilkan untuk suami dan anaknya mommy Ayu menawari pada Viola.
"Vio,mau pakai lauk apa? tante ambilkan" ucap mommy Ayu ramah berusaha membuat Viola nyaman.
"Eh aku ambil sendiri saja tante,terima kasih ya tante,om udah ngajak aku makan di sini" Viola berusaha tidak gugup.
Dia sebenarnya sangat berselera melihat berbagai lauk mewah yang jarang bisa dia makan.
"Iya sama-sama ambil,ambil yang banyak"
Viola hanya makan sambil tertunduk memandang piringnya.
Mommy Ayu melirik suaminya dan mengedipkan satu matanya,begitu sebaliknya.
Tania yang melihat mommy dan daddynya ikut-ikut mengedipkan mata dan berbicara tanpa suara,seolah mereka setuju jika gadis di depan mereka adalah kekasih Stevan.
Selesai makan Viola membantu maid membereskan piring.
"Tidak usah nona,biar saya saja" ucap maid sambil tersenyum.
"Iya Vio,biar maid saja yang bereskan"
Viola pun menurut saja perkataan tante Ayu.
Setelah Viola pamit pulang,mommy Ayu,daddy Prabu dan Tania berjingkrak-jingkrak riang,sedang menunggu para teman arisannya datang.
Waktu itu mommy Ayu memang berbohong tapi ternyata memang jatah arisan di rumahnya.
"Gimana dad,Ni? cocokkan sama Stevan?" tanya mommy Ayu tersenyum senang.
"Iya mom,ternyata kak Viola cantik banget cocok sama kak Stev yang tampan" ujar Tania mengatakan pendapatnya.
"Iya bener,kalau di beri perawatan fashion sedikit sudah pasti sangat menggelegar,hahaha"
Mereka bertiga tertawa mendengar ucapan daddy Prabu yang juga memperagakan model wanita berjalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor,Stevan sedang mengerjakan pekerjaannya dengan muka masam.
Bagaimana tidak? dari tadi asistennya memohon-mohon ingin di beri nomor Viola,dengan dalih ingin meminta nomor Sinta.
"Tolong aku lah boos,pliis" Gio tak patah semangat memohon pada bosnya.
"Aku bilang tidak mau,enak saja aku memberikan nomor kekasihku padamu" tolak Stevan mentah-mentah membuat Gio frustasi.
"Kayak sudah jadian aja,main ngeklaim-ngeklaim Viola kekasihnya lagi" gumam Gio lirih tapi Stevan bisa mendengarnya.
"Gioooo" teriak Stevan kesal membuat Gio otomatis menutup telinganya.
Sebenarnya Gio bisa saja mencari Viola di taman tempat berjualan,tapi dia tidak mau ambil resiko,minta nomor telepon saja pawangnya sudah mengamuk,apa lagi kalau dia tau Gio menemui Viola diam-diam, bisa-bisa ada barbel melayang.
"Begini deh bos, bos saja yang kirim pesan pada nona Viola,tolong mintakan nomor Sinta,bisa ya boos" rayu Gio menampilkan wajah sedihnya.
"Haiss menyusahkan saja" jawab Stevan ketus.
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
__ADS_1
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗