I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 12


__ADS_3

đź’ť Selamat Membaca đź’ť


"Jadi aku itu suka sama seseorang" singkat Viola membuat Sinta gemas.


"Yang bener dong la kalau cerita ishh jangan setengah-setengah kepo nih aku"


"Iya iya sabar ngapa"


Dengan antusias Sinta mendengarkan cerita Viola dari awal sampai akhir.


"Jangan langsung menganggap itu benar dong La di cari tau dulu kebenarannya,main ngambek-ngambek aja" geram Sinta melihat sahabatnya yang sudah gugur sebelum berjuang.


"Iya sih emang aku belum cari tau,tapi kalau aku tanya kan gengsi Ta nanti aku dikira suka lagi,padahal sih iya,ahh pokoknya gimana Ta biar aku tanya tapi dia nggak curiga gitu?" tanya Viola berharap Sinta ada ide cemerlang apapun itu.


"Kayaknya cuma waktu deh La yang bisa menjawabnya,kalau tiba-tiba tanya emang kentara banget kamu jeles"


Pasrah sudah Viola karena dari tadi memikirkan cara tapi tidak ada yang kecantol di otaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di mansion milik Wijaya di kamar Stevan,dia sedang mengumpat pria yang tadi dilihatnya bersama Viola.


"Tunggu-tunggu kenapa aku emosi itu kan belum tentu,sama aja aku kaya Vio dong kalau marah-marah tanpa tau kebenarannya" Stevan menggeleng heran dengan dirinya,karena melihat dari satu sisi pandang akhirnya dia terbawa emosi.


✉️Dimana?


✉️Di rumah bos


✉️Kalau wanita dan pria duduk makan bersama tandanya apa?


✉️Tandanya mereka lapar bos


✉️Hais ini beda,mereka sambil tertawa-tertawa


✉️Mungkin ada yang lucu bos


✉️Dasar otak separuh


✉️Maksudnya bos?


"Ada apa sih dengan bos akhir-akhir ini,dia perlu di periksa kali ya,kenapa nanya nya ngelantur,mana aku tanya cuma di read lagi" gumam Gio heran dan tak mengerti apa yang terjadi.


"Asisten macam apa yang aku punya ini,ditanya begitu saja nggak mudeng-mudeng" Stevan kesal karena tidak menemukan jawabannya.


"Lebih baik aku tanyakan sendiri kan?ayo Stevan buang gengsimu sebentar saja" Stevan meyakinkan diri sendiri untuk menanyakan langsung pada Viola.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pagi harinya Stevan turun untuk sarapan dengan muka di tekuk membuat heran,mommy,daddy dan adiknya.


"Kamu sakit Stev?" tanya mama Ayu sambil menata makanan di meja makan di bantu maid dan Tania.


"I'm okay mom" jawab Stevan dengan tersenyum tapi senyumnya menunjukkan dia tidak baik-baik saja.


"Jangan bohong Stev mama tau kalau kamu bohong"


"Tidak mom aku baik-baik saja kok" meyakinkan mommynya dengan ceria.


"Nggak mungkin baik-baik aja orang kak Stev murung gitu kok,lagi jatuh cinta kali mom" celetuk Tania yang benar adanya tapi di elak Stevan.


"M-mana mungkin mom tidak kok,kamu anak kecil tau apa tentang cinta?" Stevan melotot pada Tania dengan muka masam.


"Tuh kan mom,dad masak aku bilang gitu aja marah berarti bener dong" tebak Tania ekspresi seperti itu sudah pernah dialami nya,ketika dia jatuh cinta tapi langsung kecewa,tersenyum pun hanya senyum palsu.


"Ada apa sih Stev? cerita saja" ucap daddy Prabu menengahi debat kakak adek itu.


"Tidak ada apa-apa dad beneran deh" Stevan menjawab dengan menunjukkan peace dua tangannya.


Setelah selesai sarapan Stevan pamit untuk ke kantor dan Tania pamit untuk berangkat sekolah.


Tentu saja Stevan tidak langsung ke kantor melainkan ke apartemennya. Dia memang sengaja tidak mengirim pesan pada Viola karena dia masih marah. Tapi tetap saja dia harus menemui Viola karena takut mencarinya.


Tania yang masih kepo ada sesuatu apa dengan kakaknya langsung membuntuti dari jauh.


"Loh kok ke apartemen ngapain ya kak Stev kesini dulu? apa mungkin ada barang yang ketinggalan?" tanya Tania pada dirinya sendiri.


Karena sudah terlanjur membuntuti Tania pun mengikuti Stevan. Tapi saat memasukkan kode untuk kamar Stevan kodenya salah.


"Kok salah sih? parah nih kak Stev nyembunyiin apa sih di apartemen sampai kodenya saja diganti?" dengan wajah bingung dan kesal Tania masuk mobilnya dan berkata pada pak supir. Mommy Ayu,daddy Prabu dan Tania memang memegang kode untuk masuk apartemen Stevan dari dulu tidak pernah di ganti,selalu tanggal ulang tahunnya tapi sekarang sudah di ganti,entah apa Tania tidak tau.


"Pak aku ke sekolah naik taksi,nanti bapak stay di sini aja kalau kak Stev udah pergi bapak ke atas liat ke kamar no.99 awasi kamarnya" jelas Tania pada suprinya dan diiyakan saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi jam 5 Viola terbangun lalu segera membersihkan rumah dan memasak untuk ayahnya dan Sinta.


"Ta bangun udah ½6 tuh,mandi sana nanti telat" Viola membangunkan Sinta sudah seperti emak-emak.


Setelah mereka sarapan bersama Viola dan Sinta berangkat bersama,Viola ke apartemen Stevan dan Sinta ke kantor tempatnya bekerja.


"Nanti kamu tanya aja deh La" saran Sinta untuk sahabatnya saat dalam perjalanan.


"Issh malu lah Ta,apa kata dunia" Viola membayangkan dirinya bertanya pada Stevan,dan berakhir malu jika itu benar kekasih tuannya,mau di taruh di mana muka Viola,dikira ngintip saat Stevan dan wanita itu pacaran lagi.


"Terserah kau saja La,ngeyel" ngambek Sinta pada sahabatnya karena tidak mau mendengarkan saran yang menurutnya bagus itu,tapi tidak menurut Viola.

__ADS_1


Mereka pun berpisah dan Viola langsung masuk ke apartemen Stevan. Viola mengetuk pintu kamar berulang kali sambil menyebut nama tuannya,tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Sepi, seperti tidak ada orang,apa saking nyenyaknya kali ya tuan tidur sampai nggak denger aku gedor-gedor"


Viola pun memutuskan untuk memasak sambil menunggu Stevan bangun.


Sampai masakan siap Stevan tidak keluar juga dari kamar membuat Viola panik,takut ada apa-apa di dalam sana.


"Tuan,tuan Stevan,bangun,tuan tidak apa-apa kan?"


Sampai capek Viola menggedor pintu dan teriak-teriak tetap saja hening.


"Astaga kan bisa ku telepon kenapa tidak kepikiran dari tadi" cepat-cepat Viola menelepon Stevan dan tidak di jawabnya,di kirim pesan pun tidak membalas juga.


"Aduuh gimana ya kalau di dalam pingsan atauu hiih" Viola malah menduga yang tidak-tidak.


Viola mondar-mandir di depan kamar Stevan sudah seperti setrikaan dengan wajah paniknya.


Sedangkan yang di cemaskan baru saja akan membuka pintu,setelah pintu terbuka dia masuk dan heran melihat Viola yang hanya mondar-mandir. Saking paniknya Viola tidak dengar ada yang masuk,hanya fokus pada Hp di tangannya melihat jika ada balasan dari Stevan.


"Vio" kata Stevan mengagetkan Viola dan Viola yang sedang panik tiba-tiba melihat Stevan langsung saja menghamburkan diri ke pelukan Stevan.


"Tuan dari mana saja?saya memanggil tuan dari tadi saya kira tuan kenapa-napa" kata Viola tidak sadar masih menempel pada Stevan.


"Aku tidak apa-apa aku tidur di rumah"


Kata-kata itu mengejutkan Viola dan menyadarkannya,dia merutuki perbuatannya yang sangat memalukan itu.


Hah ampun deh mati aku,tubuuh tubuh kenapa kamu main peluk-peluk saja,itu tuanmu dan pacar orang jerit Viola hanya dia dan Tuhan yang tau.


"Mmm mmaaf tuan aku tidak sengaja" kata Viola dengan gemetar takut di marahi bosnya.


"Hmm tidak apa-apa" Stevan berkata sambil berlalu ke meja makan,dia yakin Viola sudah memasakkan sarapan untuknya.


Tunggu-tunggu kenapa bos tidak ada reaksi apa-apa?kenapa tidak marah?


"Tu-tuan sa-saya..." belum sempat Viola menyelesaikan kata-katanya langsung di sela Stevan.


"Vio,ini sarapannya kamu letakkan saja di rantang ya di bawa pulang,soalnya aku udah sarapan di rumah" kata Stevan sambil memakan buah.


Lahh ini apa kalau tidak marah,kann Vio iiiih memalukan sekali tuan Stevan jadi marah kan sampai nggak mau makan masakan kamu.


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗

__ADS_1


__ADS_2