I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 2


__ADS_3

đź’ť Selamat Membaca đź’ť


Ya Tuhan bagaimana ini,aku malah bertemu anak yang sedang mabuk. Viola menunduk tidak berani menatap mereka.


"Hai cantik dari mana mau kemana?" tanya cowok berambut ikal.


"Aku habis beli obat,tolong kalian menyingkir,aku akan pulang" Viola menjawab dengan gemetar karena mereka semakin mendekat.


"Tidak usah pulang,ayo ikut kami saja" ucap cowok berambut gondrong.


Viola tidak menanggapi dia segera mengambil ancang-ancang untuk berlari tapi dia tertangkap oleh 2 anak mabuk yang lain.


"Lepaskan aku,lepaskan" teriak Viola meronta, berharap ada orang lewat sekitar situ. Tapi nihil tak ada orang lewat karena ini sudah malam. Saat 2 orang yang lain berusaha mencium Viola,dia menendang 2 orang yang memegangnya dan menyikut 2 orang yang akan menciumnya hingga Viola terlepas. Mereka ambruk karena sempoyongan tetapi segera bangkit untuk mengejar Viola yang berlari. Karena terlalu takut dan selalu menoleh kebelakang Viola tidak sadar ada orang didepannya dan Brukkk.


Mereka sama-sama jatuh dan terduduk di tanah karena Viola menubruk dengan keras. Obat ayah Viola jatuh bertebaran,orang yang Viola tubruk melihatnya. Setelah mengembalikan salah 1 obat yang dia ambil diapun menyerahkan pada Viola dan menatapnya lalu Deg.


Cantik sekali batin orang itu dalam hati


Tampan sekali batin Viola dalam hati juga


"Tuan maaf aku tidak sengaja,tadi berlari karena dikejar anak-anak yang mabuk" Viola menjelaskan sambil menunduk takut,dia tidak sadar kalau dia sudah berada didekat warung kopi dan sebentar lagi sampai dirumahnya.


"Hm,masuk mobilku agar kau aman" Viola pun mengangguk karena dirinya juga masih sangat takut. Viola berterimakasih pada Tuhan karena sudah mengirimkan orang untuk menolongnya.


"Siapa namamu?" tanya orang yang menolong Viola.


"Aku Viola tuan, terimakasih sudah menolongku"


"Tidak masalah" jawab orang tersebut cuek,tetapi dalam hatinya siapa yang tau.


Setelah melihat dari dalam mobil para anak-anak yang mabuk tidak mengejarnya lagi Viola pun turun dari mobil orang itu.


"Terimakasih sekali lagi tuan,saya permisi" kata Viola akan berlalu dari hadapan orang tersebut tetapi tiba-tiba...


"Tunggu"


"Ya tuan ada apa?" jawab Viola menoleh.


"Kulihat tadi kau membeli obat untuk sakit jantung,apa benar?" tanya nya kepo padahal kenal saja tidak🤭.


"Mmm iya tuan saya membeli untuk ayah saya" jawab Viola memasang senyum.

__ADS_1


"Kalau boleh tau,kau bekerja apa dan dimana?" tanya nya semakin kepo.


"Saya menjual roti buatan saya tuan, berkeliling sekitar taman" Viola menjawab saja pertanyaan orang tersebut,dia berpikir untuk apa orang ini bertanya-tanya.


"Maaf sebelumnya,apa kau butuh pekerjaan lain?" tanya orang tersebut semakin memaksakan diri,sepertinya untuk dekat dengan Viola.


Ya,dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Viola. Begitupun Viola dia tidak pernah merasa jantungnya berdegup kencang seperti sekarang saat dekat dengan orang tersebut. Belum sempat menjawab orang itu sudah berkata...


"Ini kartu namaku,jangan lupa hubungi,orangku sudah datang untuk memeriksa mobilku" sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan Viola.


Viola terperangah seperti orang linglung melihat senyuman yang sangat manis itu.


Sudah tampan senyumnya manis,ah tuan sepertinya ada sesuatu dalam hatiku.


"Heh apa yang kau pikirkan Ola,sadar sadar dia itu bos besar mana mungkin mau denganmu yang cuma tukang roti,ini pasti hanya rasa kagum,ya rasa kagum" Viola berkata pada dirinya sendiri mencoba sadar diri.


" Lebih baik aku pulang,pasti ayah sudah menunggu" kata Viola sambil berjalan cepat untuk pulang.


Saat sampai di kamar,Viola berbaring dan mencoba memejamkan mata untuk tidur,tapi bukannya tidur dia malah terbayang wajah tampan yang menolongnya tadi. Di baca lagi kartu nama yang sedang ia pegang.


"Stevan Praja Wijaya" gumamnya dan langsung senyum-senyum sendiri.


Ya, dia adalah Stevan Praja Wijaya,pengusaha nomor 1 terbaik dinegaranya. Diumur yang terbilang muda yaitu 28 tahun Stevan sudah bisa mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri. Umurnya berselisih 7 tahun dengan Viola,Viola berumur 21 tahun.


"Kira-kira tuan Stevan menawarkan aku bekerja menjadi apa ya? apakah staf kantor? ah tidak mungkin aku kan cuma lulusan SMA,mungkin jadi OB yah OB sepertinya ijazah SMA bisa untuk mendaftar OB" kata Viola menerka-nerka pekerjaan yang akan diberi Stevan untuknya.


"Apapun pekerjaannya akan aku terima,pasti menghasilkan uang yang lebih dari menjual roti, supaya ayah bisa cepat diperiksa" Viola tersenyum,senyum penuh harap. Viola akhirnya tertidur setelah jam 12 malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari setelah membuat adonan roti dan menunggu roti matang,Viola berniat menghubungi nomor Stevan. Tapi Viola bingung harus mengirim pesan seperti apa untuk menyapa Stevan lebih dulu. Akhirnya...


✉️Permisi tuan Stevan ini saya Viola yang kemarin tuan tawari pekerjaan.


Sampai roti matang dan siap dijual tak ada balasan dari Stevan.


"Tuan Stevan ini bagaimana sih,sudah lewat 1 jam belum membalas pesan ku,mungkin saja belum bangun,lebih baik aku pergi keliling saja"


Setelah pamit pada ayahnya Viola pun pergi keliling menjual roti.


Sudah hampir siang Viola selalu mengecek ponselnya berharap sudah ada balasan pesan dari Stevan tapi nyatanya,belum,dilihat saja tidak.

__ADS_1


"Ah sudahlah tak usah berharap Ola,mungkin tuan Stevan hanya bercanda menawariku pekerjaan" kata Viola mengendikkan bahunya tanda tak tau.


Lalu Viola berjalan lagi untuk menjual roti. Jam menunjukkan pukul 12.15,Viola duduk dibawah pohon pinggir jalan untuk istirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain sisi,di kantor Wijaya Group sudah ramai karyawan keluar kantor ataupun karyawan yang menuju kantin untuk makan siang.


Stevan uring-uringan di dalam ruangannya alhasil asistennya lah yang mendapat kekesalan bosnya.


"Ada berapa lagi berkas yang harus ku tanda tangani Gi?" tanya Stevan dengan raut kesal karena dari pagi belum istirahat sama sekali,entah kenapa hari ini banyak sekali berkas yang harus Stevan tanda tangani.


"Sekitar 20 berkas lagi bos" jawab Gio susah menelan ludahnya melihat wajah kesal bosnya.


"Akan ku lanjutkan nanti,kau pergilah makan siang,aku juga akan makan siang" Stevan berkata sambil melihat ponselnya.


"Mau ku pesankan makan siang bos? biar tidak usah keluar" tanya Gio menawari.


"Kau sengaja mau mengurungku disini ya" kata Stevan sambil memelototi Gio.


"Tidak bos,maksud saya biar anda tidak kecapekan"


Yahh serba salah menggaruk kepala tak gatal.


"Aku akan keluar, terserah kau mau makan siang dimana" ketus Stevan sambil berlalu dari ruangannya.


"Niatku kan baik bos,eh malah kena semprot" Gio geleng-geleng dan segera keluar untuk makan siang juga.


Setelah masuk mobil diparkiran kantor,Stevan kembali mengecek ponselnya karena tadi dia hanya membuka untuk melihat email.


"Ternyata dia sudah menghubungiku dari tadi pagi" gumam Stevan lalu membalas pesan Viola.


✉️Ya,apa kau berminat?


Setelah membalas pesan,Stevan melajukan mobilnya ke salah satu resto favoritnya,sedikit jauh dari kantornya. Ditengah perjalanan dia melihat gadis cantik duduk dibawah pohon sambil melamun.


"Viola?"


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi 🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author 🤗


__ADS_2