I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 9


__ADS_3

đź’ť Selamat Membaca đź’ť


Setelah pulih dari keadaan yang sempat lunglai Viola langsung mengerjakan tugasnya.


"Akhirnya selesai juga" Viola bergumam.


Jam menunjukkan pukul 11 siang Viola pulang naik ojek.


"Ola pulang yaah" teriak Viola selalu kena tegur ayahnya tapi dia tetap saja berteriak-teriak.


"Ola bicara yang pelan jangan teriak begitu" tegur ayah Bima.


"Iyaa yah kan biar ayah denger hehe" cengengesan Viola menjawabnya.


"Kamu pikir ayah sudah budek" kata ayah Bima ngambek,rasanya dia belum tua-tua amat.


"Hehehee tidak yaah kan siapa tau ayah di belakang"


"Yaa ya debat denganmu tidak akan menang,eh kamu pulang sama siapa?" tanya ayah Bima penasaran.


"Sama ojek yah,memang kenapa?" tanya Viola tak mengerti pemikiran ayahnya yang ia kira putrinya di antar bosnya lagi.


"Ayah kira di antar bosmu lagi" jawab ayah Bima jujur.


"Ih ayah kemarin kan cuma kebetulan tidak mungkin akan mengantar lagi" Viola berpikir memang itu kebetulan,kebetulan Stevan juga akan pergi.


"Olaa Ola,tidak ada yang tidak mungkin nak" ayah Bima berkata bijak tapi sambil tersenyum aneh.


"Udah ah ayah jangan berpikiran yang tidak-tidak,kata ayah Ola jangan sampai membawa perasaan eh sekarang malah ayah yang bawa perasaan" monyong sudah bibir Viola.


"Iya juga ya nak,kita mah apa atuh, cuma butiran debu" jawab ayah Bima sedih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi tadi setelah menggoda Viola jantung Stevan juga berdebar-debar dia menstabilkan jantungnya sebelum menjalankan mobil.


Kenapa aku jadi yang deg-degan kan aku yang menggoda,ah dasar Stev Stev


Heran Stevan pada dirinya sendiri. Dia pun menjalankan mobilnya ke kantor.


Sampai di kantor Stevan langsung masuk dan bertemu dengan beberapa karyawan yang menunduk hormat tetapi Stevan acuh. Dia cuek saja masih banyak yang tergila-gila bagaimana kalau dia ramah,dikerubungi wanita dia tiap hari.


Setelah Stevan lewat pun pasti banyak karyawan yang memuji ketampanannya dengan bisik-bisik.


"Tuan hari ini ada meeting dengan perusahaan Arta Group" kata Gio sambil menyerahkan berkas pada bosnya.


"Dimana tempatnya?" tanya Stevan sambil membolak balik berkas di tangannya.


"Di restoran xxxxx tuan,kata mereka jika tuan tidak suka bisa ganti tempat sesuai keinginan tuan" jelas Gio menyampaikan pesan rekan bisnisnya.


"Tak apa,disitu saja,jam berapa kita mulai?"


"Setelah makan siang tuan,atau bisa di gabung makan siang" Gio menyarankan,karena katanya menu di resto tersebut termasuk jajaran menu bintang 5.


"Kau atur saja" jawab Stevan tak mau ribet.


"Baik tuan,saya akan kembali bekerja" tunduk hormat Gio tapi sebelum membuka pintu dia teringat sesuatu yang ingin ditanyakan.


"Mm maaf tuan,boleh saya bertanya sesuatu?" sedikit rasa takut melanda Gio.


"Boleh,tanya apa?" balas Stevan santai.


"Kalau saya boleh tau,tuan membeli roti itu dimana? saya ingin membeli karena rasanya sangat enak" kata Gio jujur.


Perasaannya tidak enak dan ternyata benar Stevan langsung memelototinya padahal dia bertanya dengan hati-hati dan sopan.

__ADS_1


Stevan yang ingin marah langsung teringat jika Viola harus mengumpulkan uang untuk ayahnya.


"Rahasia,tapi kalau kau mau aku akan belikan"


"Jangan tuan biar saya saja,nanti merepotkan tuan"


Kesambet apa tuan Stevan ya?kok tumben-tumbennya mau membelikan,biasanya kan dia yang menyuruh


"Kalau tidak mau ya sudah" jawab Stevan kembali fokus pada kerjaannya.


"Mau tuan mau nanti saya akan mengganti uangnya ya tuan"


Kata sopan Gio lagi-lagi mendapat pelototan tajam dari Stevan.


"Kau pikir aku tidak punya uang hanya untuk membelikan mu roti" dengus Stevan kesal.


Gio hanya menghela nafasnya tak tau harus berkata apa,dia pun pamit untuk mengerjakan pekerjaannya.


"Gio mau roti berapa ya kira-kira? kenapa tadi dia tidak bilang,huh dasar membuat emosi saja" kata Stevan masih kesal,memang bos aneh di lembutkan salah di kasari apa lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayah Bima dan Viola sudah siap untuk pergi ke rumah sakit terdekat sedang menunggu angkot yang melewati arah rumah sakit.


Tak berselang lama angkot pun datang dan Viola menuntun ayahnya untuk masuk,lalu angkot mulai berjalan ke arah rumah sakit.


Setelah menunggu hampir 1 jam ayah Bima dan Viola sudah berada di ruangan dokter,menunggu penjelasan dokter.


Dokter pun datang dengan kertas di tangannya.


Pernyataan dokter yang mengatakan bahwa penyakit ayah Bima lebih buruk membuat Viola langsung menangis,dia tidak akan membiarkan ayahnya kenapa-napa.


"Harus periksa rutin supaya menjadi lebih baik,saya ambilkan obatnya dulu,jika sewaktu-waktu jantung kumat bisa langsung meminumnya" jelas dokter yang diangguki Viola.


Dokter pun menyerahkan botol kaca berisi pil untuk ayah Bima.


"Masih di minum,sebelum kondisinya lebih baik,nanti kalau sudah lebih baik boleh berhenti,nanti akan saya beri obat lain yang dosis rendah"


"Baik dokter"


"Paling tidak sebulan dua kali harus di periksa,supaya terlihat bagaimana perkembangannya" kata dokter sambil tersenyum memandang bergantian ayah Bima dan Viola.


"Baik dokter, terima kasih,kami permisi dulu" pamit Viola pada dokter dan menuntun ayahnya untuk pulang.


Saat berjalan keluar ayah berkata pada Viola.


"Jangan di paksakan ya Ola jika tidak ada uang,periksa 1 bulan sekali saja sudah cukup,tidak perlu dua kali" ayah Bima takut Viola akan terbebani jika harus mengeluarkan 5jt dalam sebulan,karena sekali periksa ayahnya 2,5jt syukurnya sudah termasuk obat.


"Ayah ini bicara apa sih,Viola akan berusaha bagaimana pun supaya ayah bisa sembuh,pokoknya ayah doakan Ola saja semoga rejeki Ola selalu lancar" jawab Viola menenangkan ayahnya sambil tersenyum lebar,menandakan dia baik-baik saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam makan siang kantor pun tiba, Stevan dan Gio bergegas menuju restoran tempat meeting sekalian makan siang.


Sampai di restoran mereka langsung di sambut kepala pegawai dan mengarahkan mereka ke ruang VVIP.


"Silahkan tuan nyonya Fiana sudah menunggu di dalam" kata pegawai ramah.


Fiana? apa sekarang dia bekerja di Arta Group?


Batin Stevan bertanya-tanya,tentu saja dia kenal siapa Fiana,lebih tepatnya Dinar Fiana,wanita yang dari dulu mengejar Stevan,Stevan sama sekali tidak merespon karena dia tau Dinar itu bukan suka,tapi terobsesi,ya terobsesi pada ketampanannya tapi yang pertama terobsesi pada hartanya.


Gio yang juga tau hanya diam,karena dia tau bosnya selalu profesional dalam pekerjaan.


"Selamat siang tuan Stevan dan tuan Gio" sapa Dinar ramah menyunggingkan senyum selebar-lebarnya hatinya berbunga-bunga melihat Stevan.

__ADS_1


Stevan hanya berdecih, sebenarnya dia tak mau berurusan dengan Dinar,Gio juga tidak diberi tau kalau yang akan mewakili Arta Group untuk meeting adalah Dinar.


"Tuan Stevan mau pesan apa?" tanya Dinar dengan senyum yang tak pernah pudar.


Apa tidak lelah itu mulut buaya betina,senyum tak berhenti,dia pikir dia bisa memikat ku


Stevan hanya tersenyum remeh.


"Rekomendasi terbaik" jawab Stevan singkat,Gio hanya patuh menyamakan makanannya dengan bosnya.


Setelah beberapa menit beberapa pegawai restoran masuk dengan makanan lezat di tangannya.


"Selamat menikmati tuan, nyonya" pegawai berlalu pergi setelah mempersilahkan tamunya menikmati hidangan.


Stevan makan dengan tenang,dia tidak memperdulikan tatapan mata Dinar yang dari tadi menatapnya.


Makanan ini enak,tapi kenapa aku kangen masakan Vio ya


"Tuan coba ini,ini sangat enak" kata Dinar sambil berbinar akan menyuapi Stevan,dia memang memesan menu yang berbeda dari Stevan dan Gio.


"Tidak aku sudah kenyang" tolak Stevan cepat membuat Dinar mendengus kesal.


Kenapa kamu susah sekali di taklukan Stevan,tapi tunggu saja,aku pasti bisa menguasai hatimu dan juga...hartamu


Setelah makan siang selesai mereka langsung membahas pekerjaan. Dinar masih profesional meski kadang ada tingkah yang menggoda,Stevan sama sekali tak tergoda.


Dinar yang geram melihat Stevan tak tergoda langsung menghampiri Stevan dan berdiri di samping tempat duduk Stevan,dengan membuka sedikit kancing bajunya memperlihatkan belahan dada yang tak seberapa menurut Stevan.


Kecil saja bangga,memamerkan padaku dan menggodaku hah usaha yang sia-sia Dinar Fiana


Stevan langsung berdiri dan mengajak Gio pergi.


"Ayo Gi kita sudah selesai kan?" tanya Stevan memberi kode pada Gio supaya dia mengiyakan.


Gio juga dari tadi melihat apa yang dilakukan Dinar pada bosnya,dia juga jengah melihat kelakuan seperti jal**g itu.


"Sudah tuan,nona Dinar kami permisi,jika ada yang kurang,langsung hubungi manajer perusahaan kami,permisi" kata Gio mengejar langkah Stevan yang begitu cepat keluar dari ruangan VVIP.


Dinar tak terima Stevan meninggalkannya begitu saja,dia langsung mengejar Stevan sampai di dekat mobilnya.


"Stevan,tunggu" kata Dinar berteriak.


Stevan yang akan masuk mobil pun tangannya dicekal Dinar.


"Nona Dinar, tolong lepaskan tangan anda,kenapa anda terus mengejar tuan Stevan?bahkan sudah ratusan kali tuan menolak anda? apa anda tidak punya malu?" tanya Gio yang memang kesal melihat tingkah Dinar.


"Diam kau,sana pergi saja,Stevan akan pergi bersamaku" bentak Dinar pada Gio.


Viola dan ayah Bima yang sedang menunggu angkot pun sedikit berjalan menjauh dari rumah sakit,mampir di warung pinggir jalan karena sudah lapar.


Setelah selesai makan,Viola mengajak ayahnya untuk pulang,karena angkot sudah datang.


Saat sudah masuk,Viola duduk di paling belakang, tiba-tiba dia melihat seseorang yang dikenalnya.


"Tuan Stevan" gumam Viola kecil.


Dia melihat tuannya sedang di peluk wanita cantik,ya restoran yang Stevan datangi berada di sebelah gedung rumah sakit,hanya berjarak dua bangunan saja,itu pun tidak besar.


Setelah membentak Gio,Dinar langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan Stevan. Stevan yang kaget langsung mendorong Dinar menjauh,tapi yang dilihat Viola hanya pelukan yang hangat,tapi menusuk hatinya.


Tentu saja itu kekasih tuan Stevan,mana mungkin pria tampan sepertinya tidak punya kekasih.


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗


__ADS_2