
đź’ť Selamat Membaca đź’ť
Sang perkasa Stevan yang sudah bangun ia tahan sebisa mungkin,karena takut Viola kenapa-napa.
Siaal kenapa cepat sekali bangun
"Baiklah aku berangkat dulu,nanti siang jangan lupa,ini uang untuk minggu ini " pamit Stevan sambil tersenyum.
"Iya tuan" jawab Viola menundukkan badan.
Tadi itu apa di pahaku?kokk... jangan-jangan
Otak Viola langsung traveling kemana-mana merasakan tadi benda keras menempel di pahanya.
"Kalau aku masak makan siang di sini nggak bisa sekalian bikin roti, kira-kira boleh nggak ya aku masak makan siang tuan Stevan di rumahku" Viola bertanya pada dirinya sendiri.
Tak mau ambil pusing dia pun langsung menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor Wijaya Group,Stevan yang sedang fokus pada pekerjaannya menatap kesal pada pintu yang dari tadi terus di ketuk.
"Hais,masuk saja Gi kenapa terus mengetuk pintu" kata Stevan sambil terus mengerjakan pekerjaannya,dia tidak tau siapa yang mengetuk pintu.
"Selamat pagi tuan Stevan" sapa seorang wanita sambil masuk ke ruangan Stevan.
Stevan kaget mendengar suaranya bukan suara Gio.
"Mau apa kau kesini?" tanya Stevan ketus pada Dinar.
"Jangan galak-galak dong Stev aku cuma mau mengantar makanan ini untukmu" Dinar tersenyum lebar ke arah Stevan hanya ditanggapi decihan.
"Cih,aku tidak mau,bawa saja kembali makananmu" pandang Stevan remeh pada wanita di depannya.
"Tapi Stev ini spesial aku yang masak, cicipi sedikit saja" pinta Dinar memelas tapi tak mungkin bisa meluluhkan hati Stevan.
"Pergi atau kau mau ku panggilkan keamanan untuk diseret" sentak Stevan kencang membuat Dinar langsung menciut dan langsung keluar dengan menghentakkan kakinya.
"Harus dengan cara apa lagi agar kau tunduk padaku Stev" gumam Dinar lirih mengepalkan tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makan siang pun tiba,setelah masak Viola langsung mengantarkan masakannya ke kantor Stevan.
Tadi Stevan mengirimkan alamat kantornya,dan meminta Viola naik taksi menggunakan uang belanja supaya lebih aman.
Viola berdandan sebaik mungkin, walaupun masih dengan pakaian yang longgar.
Viola sampai di depan gedung yang tinggi besar menjulang,dia ternganga,bukan main sultannya tuan Stevan ini,pikirnya.
Saat akan masuk Viola di hadang satpam yang bertugas.
"Maaf,anda tidak bisa masuk karena tidak ada kepentingan" kata satpam dengan tegas.
"Saya mau bertemu tuan Stevan pak,ada kepentingan kok" Viola menjawab apa adanya,tapi tetap saja satpam tidak percaya padanya.
__ADS_1
✉️Tuan,saya sudah di depan kantor anda,tapi saya tidak dibolehkan masuk
✉️Tunggu
Setelah menjawab panggilan dari Stevan,satpam itu minta maaf pada Viola.
"Maafkan saya,silahkan masuk"
"Terimakasih ya pak" senyum Viola mengembang ke arah satpam.
Cantiknya alami sekali,apa itu kekasih tuan Stevan? tapi kok tampilannya seperti itu
Viola di buat bingung saat masuk ke dalam gedung kantor,dia belum pernah masuk ke kantor seperti ini,apa lagi ini sangat besar,bagaimana caranya mencari ruangan tuannya.
Viola pun bertanya pada resepsionis,tapi tentu saja dia tidak tau apa namanya orang yang berjaga di situ.
"Permisi" ucap Viola sopan sambil tersenyum ramah,tapi di sinisi resepsionis cantik dan menor itu.
"Ya,kenapa?" tanya resepsionis itu ketus dengan wajah tak bersahabat.
"Saya ingin bertanya,kalau mau ke ruangan tuan Stevan lewat mana ya?" tanya Viola masih ramah.
"Kau siapa? ada keperluan apa dengan pak Stevan?pak Stevan tidak bisa di temui sembarang orang" katanya semakin ketus, melihat pakaian Viola yang menurutnya amat jadul membuat dia semakin semena-mena.
"Saya ingin mengantarkan makan siang,jadi di mana ruangan tuan Stevan?" tanya Viola tak mau berlama-lama bercakap dengan orang sombong.
Resepsionis itu menghubungi atasannya dan dia kaget mendengar bahwa Viola diijinkan langsung ke ruangan CEO.
"Lewat lift itu,di lantai paling atas" terpaksa resepsionis itu memberitahukan.
Menatap heran pada gadis norak yang beranjak pergi dari hadapannya.
Saat akan masuk Viola bersamaan dengan Gio.
"Eh,anda siapa?" tanya Viola memperhatikan pria tak kalah tampan dari Stevan yang ada di depannya.
"Saya Gio,kamu siapa?" tanya balik Gio menatap heran gadis di depannya yang tampak sederhana dan polos.
"Saya Viola" Viola tersenyum dan mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
"V-v-viola?" tanya Gio terbata-bata sambil memelototkan matanya,tapi juga menerima uluran tangan Viola.
"Iya tuan,mm maaf anda siapanya tuan Stevan ya?" tanya Viola belum tau sama sekali orang-orang terdekat tuannya.
"Em,saya asisten bos Stevan nona" jawab Gio sopan,dia memang pernah di ceritakan tentang Viola,tapi belum pernah bertemu secara langsung.
Benar-benar cantik yang alami,dari wajah dan hati,pantas saja bos klepek-klepek
"Kok nona sih panggil aku Ola saja tuan" kata Viola ramah.
"Ehmmm" Stevan berada di tengah pintu,menyaksikan dua sejoli sedang berkenalan,dia penasaran karena mendengar ada orang berbincang di depan ruangannya,dia pun mengeceknya,dan ternyata Viola dan Gio lah yang sedang berbincang sampai tak tau ada Stevan di samping mereka.
"Eh tuan"
"Eh bos" jawab mereka bersamaan membuat Viola dan Gio tertawa,tapi tidak dengan Stevan dia geram pada Gio yang malah menggoda kekasih hatinya.
__ADS_1
"Giooo" Stevan memanggil sambil menekankan kata-katanya.
"Siap bos,saya pamit dulu" jawab Gio cepat takut di amuk singa, walaupun tidak sekarang karena ana Viola,tapi nanti pasti kena juga.
"Ayo masuk" ajak Stevan pada Viola dan Viola mengikuti.
Viola menatap dengan penuh kekaguman melihat ruangan tuannya yang sangat mewah.
"Sini duduk Vio" Stevan memanggil Viola sambil menepuk sofa yang di dudukinya.
"Iya tuan" jawab Viola dan langsung duduk di samping Stevan,tapi berjarak.
"Kamu masak apa siang ini?" tanya Stevan sambil membuka kotak makannya.
"Seafood pedas manis tuan" jawab Viola bersemangat mengambilkan sendok untuk tuannya.
"Pasti kurang nikmat Vio kalau makan seafood pakai sendok,enakan pakai tangan" kata Stevan memandang lesu Viola.
"Ya sudah tuan cuci tangan dulu saja"
"Aku mau di suapi" kata Stevan dengan mata yang berbinar.
"Ah tuan sendiri saja makannya" Viola menolak halus membuat Stevan langsung membalikkan tubuhnya dari hadapan Viola.
"Baik,baik tuan,saya cuci tangan dulu" ucap Viola pasrah jika menghadapi tuannya yang manja.
Stevan dengan sumringah memakan masakan Viola lahap.
Setelah menata kotaknya Viola akan kembali ke rumahnya.
"Apa tuan ada request untuk menu makan siang besok?" tanya Viola menawari,mana tau tuannya ingin sesuatu.
"Tidak,aku akan memakan semua makanan yang kamu buat"
Kata-kata Stevan membuat Viola senang sekaligus malu,wajahnya memerah hanya dengan pujian itu.
Viola pamit dan pulang dari kantor Stevan.
Berjalan sedikit menunggu taksi lewat,tapi tak ada juga,Viola pun memutuskan untuk berjalan lagi siapa tau ada tukang ojek atau taksi,tapi tetap tidak ada.
Saat akan menyebrang Viola tidak fokus pada kendaraan di sisi kanan,dia hanya memperhatikan kendaraan di sisi kirinya dan...
"Aaaa" teriak Viola keras.
Yang menyetir mobil itu langsung mengerem dengan cepat.
"Astaga siapa itu? sangat ceroboh menyebrang saja tidak becus" pria itu memaki orang yang hampir saja di tabraknya,tapi tetap keluar untuk memastikan keadaan orang tersebut,dia tidak mau di sebut lelaki yang tidak bertanggung jawab.
"Hei,jangan ceroboh kalau menyebrang,kalau tertabrak aku yang susah" makinya pada Viola yang tertunduk,tapi setelah mendengar makian pria tak di kenal Viola mendongakkan wajahnya menatap wajah pria itu.
Deg deg deg
Can-cantik
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
__ADS_1
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗