
đź’ťSelamat Membaca đź’ť
Viola tak mengecek ponselnya lagi karena dia pikir Stevan hanya main-main dan hpnya dalam mode silent. Stevan berhenti dan menghampiri Viola yang masih melamun.
"Hei" Stevan melambaikan tangan di depan muka Viola tapi Viola masih saja melamun.
"Viola kan?" tanya Stevan lagi.
Baru Viola sadar dari lamunannya.
"Ah iya tuan saya Viola,tuan,tuan Stevan kan?" tanya Viola sadar siapa pria tampan didepannya.
"Ya aku Stevan,sedang apa kau disini?" basa basi Stevan padahal dia tau Viola sedang jualan,karena disamping Viola ada keranjang roti.
"Saya habis menjual roti tuan lalu istirahat disini" jawab Viola mengambil keranjang rotinya.
"Ayo kita duduk disana" tunjuk Stevan pada bangku tak jauh dari tempatnya berdiri.
Mereka pun duduk dan Stevan langsung membuka pembicaraan.
"Apa kau berminat?" tanya Stevan memandang gadis cantik disampingnya.
Viola sejenak tertegun ditatap Stevan,tetapi langsung sadar dan menjawab "Iya tuan,tapi kalau boleh tau pekerjaan apa yang tuan tawarkan?" tanya Viola sopan.
"Aku membutuhkan asisten untuk apartemenku" Viola tak langsung menjawab,Stevan tau apa yang ada dipikiran Viola 'asisten yang seperti apa' mungkin.
"Asisten untuk membersihkan apartemenku,juga untuk memasak untukku dan menyiapkan kebutuhanku" kata Stevan jelas.
"Mm tapi aku tak bisa meninggalkan ayahku terlalu lama tuan" kata Viola berpikir jika dia harus menginap di apartemen Stevan.
"Tak apa,hanya pagi sampai siang kau di apartemenku" Stevan melihat kebimbangan di wajah cantik Viola dan berkata "Untuk gajimu aku akan berikan 5jt untuk sebulan,bagaimana?"
Viola kaget langsung menjawab "Hah 5jt tuan?" tanya Viola antusias sambil menunjukkan 5 jarinya.
"Ya,5jt,kau juga masih bisa menjual roti setelah dari apartemen ku sampai sore" kata Stevan sambil terkekeh melihat ekspresi Viola yang lucu dimatanya.
Wah banyak sekali 5jt hanya beberes saja Viola berkata dalam hati dengan wajah berbinar dan langsung menyetujui tawaran Stevan.
__ADS_1
"Aku mau tuan,aku mau" katanya sambil tersenyum lebar membuat Stevan terpana dengan senyum manis itu.
Cantik sekali kamu Viola sambil terus menatap Viola sampai tak sadar Viola memanggilnya dari tadi.
"Tuan,tuan kenapa bengong?" tanya Viola tak mengerti.
Stevan tersadar dan gugup karena ketahuan memandangi Viola,tapi Viola yang polos hanya menganggap tuannya bengong.
"Oh,iya iya kau mulai bekerja besok pagi,ini alamat apartemenku,ini kode untuk masuk jangan sampai hilang dan jangan sampai ada orang lain melihatnya,jika aku dipanggil tak menjawab langsung masuk saja" kata Stevan panjang lebar menjelaskan.
"Baik tuan,oh ya tuan apa tidak kembali ke kantor?" tanya Viola takut bosnya telat,padahal kembali lagi atau tidak terserah padanya.
"Masih ada 15 menit untuk makan siang" Stevan melirik keranjang Viola melihat roti yang sepertinya sangat lezat.
"Apa aku boleh membeli rotimu?" tanya nya,Viola langsung mengangguk dan berkata "Tidak perlu membeli tuan,ambil saja terserah tuan" sambil tersenyum senang memberikan keranjang rotinya pada Stevan untuk dipilih.
"Aku ambil yang ini ya" kata Stevan menunjukkan roti yang diplastiknya tertulis Blueberry.
Viola mengangguk lalu Stevan memakannya dengan lahap.
"Hmm ini sangat enak,bolehkah aku mengambil lagi?" tanya Stevan sambil mengunyah roti sampai kata-katanya tidak terlalu jelas.
"Ini tuan, terimakasih tuan sudah menyukai roti saya" kata Viola senang,senyum diwajahnya terus mengembang sambil memandangi wajah tampan tuannya yang lucu karena terus menyuapkan roti seperti orang kelaparan.
Lalu Stevan kembali ke kantornya dan Viola memutuskan untuk pulang.
Sampai dikantor bukannya menyelesaikan berkas-berkas yang belum ditanda tangani,Stevan malah asik memakan roti padahal dia sudah makan 3 tapi 1 lagi tak apa kan,pikir Stevan.
Gio masuk ke ruangan Stevan dengan muka heran melihat bosnya memakan roti dan belum menyelesaikan pekerjaannya. Sudah makan siang tapi Gio menelan ludah melihat roti yang dimakan bosnya, sepertinya sangat empuk dan lumer dari selai blueberry nya menyatu di dalam mulut yang memakannya.
"Bos,banyak sekali rotinya" kata Gio melihat kresek ungu pembungkus roti.
"Kalau mau ambillah,aku sedang berbaik hati,tapi 1 saja" Stevan berkata sambil menghabiskan roti ke 4nya.
Bagaimana rasanya sih,bos sampai lahap begitu makannya,maaf bos aku ambil 2 ya hehe katanya dalam hati dan langsung mengambil roti lalu di bawa kabur ke ruangannya.
"Gio Baktiiiii" teriak kencang Stevan karena roti enaknya di ambil 2 oleh Gio.
__ADS_1
"Dasar asisten kurang ajar" dengus Stevan kesal.
Setelah sampai di ruangannya Gio langsung mencicipi roti itu dan terkejut dengan rasanya. Roti yang lembut dan empuk di padukan dengan selai blueberry didalamnya yang manis-manis asam,sangat enak menurutnya.
"Pantas saja bos makan dengan lahap rotinya sangat enak,tapi tadi bukannya bos pergi ke resto favoritnya? apa di resto ada menu baru berbagai macam roti?" tanya Gio pada dirinya sendiri. Dia tidak tau saja roti yang enak itu bukan dari resto melainkan dari penjual roti sederhana.
"Nanti akan kutanyakan pada bos,aku akan menjadi pelanggan yang setia hahaha" kata Gio menertawakan dirinya karena ternyata dia juga sama-sama rakus memakan roti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya setelah makan malam,Viola pergi ke kamar ayahnya.
"Ayah" panggil Viola lembut karena ayahnya terlihat sudah tidur.
"Iya nak" jawab ayah Viola bangun dari tempat tidurnya.
"Ada apa Ola? sepertinya ada hal yang ingin kamu bicarakan" duga ayah Viola melihat raut wajah Viola yang seperti memaksakan senyum.
"Iya ayah,Ola ingin minta izin bekerja di tempat tuan Stevan" kata Viola hati-hati,takut ayahnya tidak akan mengizinkan.
"Siapa itu tuan Stevan nak? dan pekerjaan apa yang diberikan untukmu?" tanya ayah Viola cemas, takut jika anaknya bekerja terlalu lelah.
"Tuan Stevan itu orang baik sekali yah,dia menolong Ola saat Ola digoda anak-anak yang mabuk,dia itu CEO diperusahaan nomor 1 di negara ini yah" Viola menceritakan sosok Stevan dengan gembira,dia melanjutkan ceritanya "Tuan Stevan memberikan aku pekerjaan menjadi asistennya yah, seperti art-art begitu,bebersih apartemen yang ditinggali tuan Stevan dan ayah tau berapa tuan Stevan akan memberi gaji Ola?"
"Memang berapa gaji disana nak?" tanya ayah ingin tau.
"5jt yah 5jt dalam sebulan,bukankah itu bagus,Ola jadi bisa membawa ayah periksa setiap bulannya" kata Viola dengan gembira.
"Ola mohon yah boleh ya yah,Ola bekerja dari pagi sampai siang hari saja yah jadi sore bisa menjual roti supaya uang kita terkumpul banyak" mohon Ola pada ayahnya. Ola ingin sekali ayahnya sembuh,dia akan mengerjakan pekerjaan apa saja asal halal pekerjaan dan uang yang didapat nya.
"Baiklah ayah izinkan nak,tapi ingat ayah tidak mau kamu sampai kelelahan" nasehat ayah.
"Iya yah Ola pasti tidak akan kelelahan, pekerjaannya kan sudah biasa Ola lakukan dirumah" kata Ola sambil memeluk ayahnya.
"Terimakasih ya Ola" terharu ayah Viola,membalas pelukan Viola dengan berkaca-kaca bahagia karena dia mempunyai putri seperti Viola. Satu kata yang terlintas dipikiran ayah Viola, bangga.
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
__ADS_1
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗