
đź’ť Selamat Membaca đź’ť
"Ya bener lah Ta,buat apa aku boong"
"Kenapa nggak minta langsung sama aku?" tanya Sinta pada Viola, Viola yang tidak tau alasannya hanya mengendikkan bahunya.
"Malu kali,sebel banget sama cowok yang nggak punya keberanian" ketus Viola mengingat Gio yang memohon padanya untuk memberikan nomor Sinta.
"Hus nggak boleh gitu La,wajar lah malu kan pertama ketemu,oh ya kalau misalnya dia minta nanti kasih aja ya hehe" kata Sinta tersenyum senang.
"Dasar nggak bisa liat cowok ganteng dikit" nyinyir Viola pada sahabatnya hanya di tanggapi kibasan rambut seperti cewek centil.
Viola yang kesal mengejar Sinta dan berakhir mereka kejar-kejaran sampai keluar rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya Viola merasa kesal dengan dirinya. Bagaimana tidak,dia lupa mengirim pesan pada pemesan roti yaitu mommy Ayu.
"Iiih Ola gimana sih kok bisa lupa sebellll banget"
Viola pun langsung mengirim pesan pada mommy Ayu.
✉️Tante Ayu,ini saya Viola
✉️Oh iya Viola,saya pesan rotinya untuk besok ya, di antar jam 2 siang
✉️Siap tante,apa ada request lain?
✉️Tidak ada,saya percayakan semua sama kamu
✉️ Baiklah,oh iya alamat tante dimana?
✉️Komplek ***** nomor 1
✉️Siap tante
"Huhh syukurlah ternyata besok,aku belanja aja deh mumpung belum malam" gumam Viola lalu belanja di temani Sinta.
Di lain tempat,tepatnya mansion keluarga Wijaya,daddy Prabu dan Tania menatap heran mommy Ayu yang dari tadi fokus pada ponselnya.
"Mom,ini kan film kesukaan kamu,kok malah fokus sama ponsel sih" daddy Prabu cemberut karena cemburu.
"Mommy ada berita super hot" seringai mommy Ayu di bibirnya.
"Apa tuh mom?" Tania menyela sebelum daddy Prabu menjawab dulu.
"Iya mom,apa sih berita super hot itu?" daddy Prabu juga penasaran.
"Rencana kita tentang Stevan gagal total" kata mommy Ayu gembira.
"Loh kok mommy malah senang sih, bukannya sedih?" tanya Tania heran,juga di tatap keheranan oleh daddy Prabu.
"Karenaaa...mommy udah ketemu sama gadis itu" mommy Ayu berkata dengan sumringah.
"Gimana gimana maksudnya mom?" tanya daddy Prabu tak mengerti ucapan istrinya,apa istrinya sedang berkhayal?.
Mommy Ayu pun menceritakan kejadian tadi secara detail. Dan di sambut dengan pelototan kaget dan mulut yang menganga Tania dan daddy Prabu.
__ADS_1
"Emang mommy yakin itu orangnya? kalau bukan gimana?" tanya Tania ragu.
"Lihat nih,mommy foto dia waktu keluar dari taksi" kata mommy Ayu menunjukkan fotonya pada suami dan putrinya.
"Eh iya mom mirip banget sih cuma beda rambutnya aja" daddy Prabu yang kaget langsung berkomentar.
"Heeh bener dad ini miripnya 99,99% sih" Tania menimpali dengan muka terkejutnya.
"Jadi besok gadis itu kesini untuk mengantarkan roti mom?" tanya daddy Prabu antusias.
"Iya dad,jadi baiknya kita panggil Stevan juga atau diam-diam aja ya?" tanya mommy Ayu meminta pendapat suaminya,sementara Tania sudah kembali ke kamarnya.
"Lebih baik diam aja mom,kita lihat mau sampai kapan dia berbohong,dan kapan dia mengakui kalau Viola itu kekasihnya" jawab daddy Prabu hanya diiyakan mommy Ayu karena setuju juga dengan ide suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi datang,masih dengan langit yang gelap Viola pergi ke apartemen Stevan.
Setelah sampai Viola langsung mengerjakan pekerjaannya dengan cepat,karena harus membuat pesanan roti.
Jam ½7 Stevan bangun di bangunkan Viola.
"Tuan,saya ijin pulang cepat,pekerjaan saya tinggal sedikit lagi,nanti saya mau buat pesanan roti" kata Viola sebelum menyiapkan kebutuhan Stevan.
"Baiklah,tak apa" kata Stevan dengan suara khas orang bangun tidur.
"Tapi tuan,hari ini saya tidak bisa mengantarkan makan siang tuan" Viola menunduk takut di marahi tuannya.
"Iya aku mengerti tidak perlu takut" Stevan langsung menenangkan Viola melihat gelagat Viola yang ketakutan.
"Terimakasih tuan, terimakasih banyak" Viola tersenyum manis ke arah Stevan membuat jantung Stevan berdegup lebih dari normalnya.
"Tuan tuan kenapa? dadanya sakit?" tanya Viola khawatir.
Setelah Viola mendekat,Stevan malah menarik tangannya membuat Viola jatuh ke pangkuan Stevan.
"Tu-tuan apa yang anda lakukan?" tanya Viola gemetar tapi hatinya juga berbunga-bunga.
Stevan hanya diam dan memejamkan matanya mencoba mengontrol sang perkasanya yang tegang karena terkena bok*ng mont*k Viola.
Viola juga menikmati pemandangan di depannya,wajah yang sangat tampan.
Jantung mereka sama-sama tak bisa di kontrol untuk saat ini.
Viola yang tersadar ada sesuatu keras dibawahnya langsung melompat menjauh dan langsung menundukkan kepalanya.
"Maaf Vio,maaf" kata Stevan merasa bersalah dengan perbuatannya.
"Ti-tidak ap apa-apa tuan,saya permisi akan membuat sarapan" kata Viola cepat dan langsung pergi ke dapur.
Kenapa perasaan ini semakin besar saja untuknya? sudah cukup kah waktu meyakinkan hatiku? batin Stevan
Tuhan,aku mohon jangan biarkan perasaan ini semakin besar,aku tidak mau terluka batin Viola
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku mau keluar,kalau ada yang mencari ku telepon saja" kata Panji pada sekertaris nya.
__ADS_1
Panji pun keluar karena ingin menyegarkan otaknya yang dari tadi hanya ada Viola.
Di tengah perjalanan dia melihat teman lamanya berdiri di pinggir jalan.
"Hey,sedang apa disini Din?" tanya Panji.
"Oh hey Panji,ini mobilku mogok aku barusan menelepon bengkel langgananku" jawab Dinar apa adanya.
"Jalan aja yuk?" ajak Panji pada temannya itu.
Panji tentu tau dari dulu Dinar adalah wanita gampangan,dia senang mendekati Dinar karena gampang jika ada hasrat yang tidak tersalurkan.
"Tapi ini jam kantor" jawab Dinar melihat jam tangannya,waktu makan siang masih lama.
"Katakan saja mobilmu mogok dan harus menunggu" saran Panji dan di angguki Dinar.
"Nanti kalau sudah selesai hubungi saya ya pak,saya pergi tidak jauh dari sini" kata Dinar pada orang bengkel.
Setelah diiyakan,Dinar pergi ke mobil Panji untuk makan bersama.
Di mobil, Panji langsung mencium bibir Dinar dengan ganas.
"Kau kangen padaku ya?" tanya Dinar tersenyum senang dengan perlakuan Panji yang memanjakannya.
"Iya,sudah lama nih adik kecilku tidak di manjakanmu" kata Panji berhasrat.
Panji dan Dinar hanya biasa saling menguntungkan,tidak sampai berhubungan badan,karena Dinar pernah berkata pada Panji,jika ingin 'memakai' dirinya harus bayar.
Sedangkan kalau hanya menggunakan tangan dan mulut its oke.
Panji pun lebih memilih yang gratisan mereka sama-sama menggunakan tangan dan mulutnya untuk bekerja mencari kepuasan.
15 menit sudah mereka di dalam mobil dan saling melakukan tugasnya. Setelah mencapai puncak,mereka merapikan pakaiannya dan pergi ke restoran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Viola pamit pada ayahnya untuk mengantarkan pesanan roti. Tapi saat sampai di depan rumah dia kaget melihat Dika datang.
"Dika,kok kamu di sini?" tanya Viola merasa heran dengan kedatangan Dika tiba-tiba,biasanya Dika akan mengirim pesan dahulu pada Viola.
"Et dah kesini aja harus lapor gitu" Dika cemberut di buat-buat membuat Viola tertawa.
"Ih Dika jelek banget kalau kayak gitu mukanya hahaha kayak monkay nggak di kasih pisang hahaha" Viola tertawa sampai keluar air matanya.
"Ejek aja teruus..orang niat baik kok malah di ejek" Dika pura-pura ngambek dan berjalan menuju mobilnya.
"Iya iya maaf Dikanya mamaa jangan ngambek dong" kata Viola menghibur tapi malah membuat Dika semakin kesal.
"Kamu sibuk nggak?" tanya Viola bertanya serius tapi di tanggapi candaan Dika.
"Aku tanya beneran lohh,ini aku ada pesenan roti,anter aku yaa biar gratis gituh" kata Viola sambil nyengir menampakkan gigi gingsulnya.
Entah sampai kapan aku bisa memendam perasaan ini La,jika sudah saatnya meledak,aku yakin ledakannya akan sangat besar
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
Mohon support-nya yaa❤️
__ADS_1
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗