I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 10


__ADS_3

💝 Selamat Membaca 💝


Viola hanya melamun di dalam perjalanan pulang,ayah Bima bingung tapi dia tidak akan langsung bertanya,tunggu sampai di rumah dulu,pikirnya.


Setelah sampai rumah Viola dan ayah Bima masing-masing langsung mandi.


Kini mereka sedang berada di depan televisi,ayah Bima yang dari tadi penasaran pun akhirnya bertanya.


"Ola" panggil ayah Bima sekali,hingga dua kali Viola masih saja melamun,matanya menuju televisi tapi tidak dengan pikirannya.


"Ola" panggil ayah Bima ketiga kalinya baru Viola menoleh.


"Iya yah,ada apa?" tanya Viola tersenyum.


"Kamu kenapa? dari tadi perjalanan pulang,kamu cuma melamun,apa yang kamu pikirkan? cerita sama ayah" kata ayah Bima lembut,dia takut pikiran yang mengganggu putrinya adalah pikiran biaya untuk berobatnya.


"Tidak ada yang Ola pikirkan yah" jawab Ola berbohong.


Maafin Ola yah,sudah berbohong,tapi,biarlah Ola simpan sendiri perasaan ini


"Kamu bohong kan sama ayah?" tanya ayah Bima mengintimidasi.


"Tidak yah,benar deh" jawab Viola gelagapan tapi berhasil di tutupinya.


Ayah Bima mengangguk saja tapi tidak dengan hatinya,dia tau putrinya berbohong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya Viola sudah ceria,dia tidak mau ayahnya terus curiga. Dia berangkat menuju apartemen Stevan.


Seperti biasa dia langsung masuk dan membangunkan tuannya.


"Tuan,bangun tuan" teriak Viola sambil mengetuk pintu.


"Hmmmmm" jawab Stevan masih malas membuka mata tapi dia harus segera mandi,dia membuka pintu agar Viola bisa menyiapkan kebutuhannya.


Kenapa Viola hanya diam saja? batin Stevan bertanya-tanya,biasanya dia selalu cerewet,kenapa sekarang diam.


"Sudah tuan" kata Viola singkat,langsung keluar kamar Stevan untuk menyiapkan sarapan.


Stevan pun tak mau ambil pusing,walaupun dia penasaran apa yang membuat Viola jadi mendiamkannya.


Viola hari ini hanya memasak sosis bakso tumis dan sop ayam. Sepanjang memasak dia hanya terpikir dengan kejadian kemarin.


Kenapa hatiku sakit ya? ingat Viola kamu tidak boleh jatuh cinta pada tuan Stevan ingat! Viola memperingati dirinya sendiri.


"Vio,kamu masak apa?" tanya Stevan sudah rapi datang ke meja makan.


"Ini tuan" sambil menunjuk masakannya.


Setelah Stevan duduk dia langsung menyiapkan makanannya ke piring. Stevan masih bingung kenapa Viola tiba-tiba berubah.


"Ayo sarapan bersama" ajak Stevan.


"Tunggu tuan selesai saja" jawab Viola dengan senyum,senyum yang terlihat hambar.


"Cepat duduk atau mau kusuapi?" tanya Stevan menggoda.


Viola tak menjawab,tapi langsung duduk dan mengambil makanan,lalu dimakannya dengan tenang,tapi menatap ke depan kosong.


"Jangan melamun nanti kesambet" tegur Stevan bercanda,tapi Viola hanya menanggapi dengan senyum tipis.


Anak inii kenapa jadi begini?


Makanannya belum selesai tapi Stevan langsung mengirim pesan pada seseorang.


✉️Dimana?


✉️Di kantor bos


✉️Apa kau tau kenapa wanita tiba-tiba jadi pendiam?

__ADS_1


✉️Tidak bos,memang kenapa?


✉️Haiss begitu saja tidak tau, cepat cari tau! waktumu 1 menit!


Gio yang berada di ruangannya terheran-heran.


Ada apa dengan bos pagi ini ya? apa dia sakit atauu salah makan?


Gio hanya geleng-geleng kepala dan langsung memulai pencarian di internet.


✉️Menurut info,wanita jadi pendiam karena ada yang sedang di pikirkan bos,entah itu masalah asmara atau masalah yang lainnya


✉️Hm


"Dasar bos gila,tidak ada terimakasih terimakasihnya,untung bos" gumam Gio.


Stevan menghabiskan makanannya cepat sambil memikirkan sesuatu,pikirannya sama dengan ayah Bima.


Apa Vio bingung dengan biaya pengobatan ayahnya? kenapa tak minta bantuanku?


"Vio" panggil Stevan pada Vio yang sedang mencuci piring.


"Ada apa tuan?" tanya Viola menghampiri Stevan.


"Apa kau sudah memeriksakan ayahmu?"


"Sudah tuan"


"Kapan?"


"Kemarin tuan"


"Berapa kali dalam sebulan?"


"Dua kali tuan"


"Untuk Minggu depan sudah ada uangnya?" tanya Stevan hati-hati, niatnya hanya ingin membantu.


"Lalu,apa yang kau pikirkan?" tanya Stevan penasaran.


"Ti-tidak ada tuan" jawab Viola gelagapan karena mata tajam Stevan menatapnya begitu dalam.


"Jangan berbohong Vio" geram Stevan melihat Viola berbohong padahal jelas dari matanya ada kebohongan.


"Apa urusannya dengan tuan?" Viola menjawab dengan kesal tapi dia masih sopan.


"Kau tanya apa urusannya denganku?" tanya Stevan menyeringai membuat Viola ketakutan.


Viola hanya mundur dan terus mundur saat Stevan berjalan menuju ke arahnya dan semakin mendekat. Stevan mendekat sampai Viola terhimpit di dinding membuat Viola berdebar tapi juga takut.


Kenapa tuan Stevan seperti ini,Tuhan tolong akuuu


"Jujur padaku atauuu" kata-kata Stevan terhenti lalu menatap mata ketakutan di depan tubuhnya.


Tinggi Viola yang hanya se-dada Stevan membuat Stevan harus menunduk saat menatapnya.


"Atau apa tuan,ak-aku aku tidak berbohong tuan" jawab Viola gemetar.


Jawaban Viola sudah cukup membuktikan bagi Stevan.


Aku akan cari tau sendiri Vio


Lalu Stevan langsung menyambar tas kantornya dan berangkat.


"Plis hati,kau jangan seperti ini jangan jatuh cinta kumohoon" Viola menangis merasa kesal pada dirinya karena tidak bisa mengontrol perasaannya.


Viola cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya lalu segera pulang.


📞Halo Ta


📞Halo Olakuu,ada apa?

__ADS_1


📞Apa kau sibuk hari ini?


📞Mm sedikit,ada apa sih La jangan buat aku khawatir deh


📞Tak apa,aku hanya sedang ingin curhat hehee


📞Oke Olaku tapi tunggu aku selesai ya


📞Baiklah,nanti aku jualan di taman


📞Oke


Sudah tertata rapi roti Viola di keranjangnya dan langsung berangkat keliling.


Setelah 1 jam berkeliling,Viola duduk di tempat penjual es cincau dan memesannya. Dia mengecek ponselnya dan ada pesan masuk.


✉️Hari ini jual roti?


✉️Iya tuan


✉️Lokasi?


✉️Jalan xxxxxx tuan


✉️Oke


"Apa tuan Stevan mau kesini? tapi untuk apa ya?" gumam Viola kecil,lalu pesanannya datang dan langsung meminumnya.


"Ahh segarnyaaa" puas Viola meminum es cincau di hari yang panas ini.


Stevan langsung menjalankan mobilnya ke jalan yang Viola kirimkan,tak butuh waktu lama dia sudah sampai,dia melihat Viola meminum es cincau dengan enaknya.


"Hai" Stevan datang dengan tersenyum.


"Hai juga tuan" jawab Viola datar.


"Enak?" tanya Stevan memperhatikan Viola yang meminum es tanpa menawarinya.


"Enak" jawab Viola santai.


"Pak,buatkan 1" perintah Stevan pada penjual es cincau.


"Rotimu masih kan?" tanya Stevan melirik keranjang roti Viola.


"Masih tuan" jawab Viola membukakan keranjang rotinya.


"Aku mau ambil 20" Stevan mengambil uang yang ada di dompetnya.


Viola mengangguk dan membungkus kan 20 roti untuk tuannya,entah untuk apa tuannya,Viola tak peduli yang penting rotinya laku.


Stevan memberikan 500ribu untuk Viola.


"Tuan jangan seperti ini terus,ini harganya 200ribu bukan 500ribu" kata Viola kesal tuannya selalu membayar lebih,bukannya menolak rezeki,tapi dia tidak mau banyak berhutang budi pada tuannya.


"Tidak apa-apa" Stevan tersenyum tapi di tatap jengah Viola dan mengembalikan sisa uang dari Stevan.


Stevan hanya menghela nafas,tadi dia sudah menyuruh Gio memerintahkan anak buahnya mencari tau kegiatan Viola kemarin. Dan,dia sudah tau jawabannya,cctv restoran menunjukkan Viola yang menaiki angkot bersama ayahnya,dari posisi Viola tentu saja dia melihat kejadian kemarin,dan Stevan yakin Viola hanya salah paham,tapi dia juga tidak tau bagaimana cara menjelaskannya.


"Kamu sengaja mendiamkan ku ya?" tanya Stevan ingin tau meskipun sebenarnya dia sudah tau.


"Mendiamkan bagaimana tuan?" tanya balik Viola pura-pura tak mengerti.


"Aku merasa kau mendiamkan ku,apa aku punya salah padamu?"


Tentu saja punya,kau sudah menusuk-nusuk hatiku sampai sakit sekali,dasar bos tidak peka maki Viola,tentu saja hanya berani dalam hati.


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗

__ADS_1


__ADS_2