I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 18


__ADS_3

đź’ť Selamat Membaca đź’ť


"Ada apa bos?" tanya Gio heran,belum sampai tempat yang dituju bosnya malah menyuruh berhenti di pinggir jalan.


"Ada Viola,ayo" ajak Stevan sambil turun dari mobil dan menghampiri Viola.


"Vio" panggil Stevan dengan senyum manis.


"Eh tuan,kok tuan ada di sini?" tanya Viola heran menatap Stevan.


"Emm aku memang sedang jalan-jalan" jawabnya berbohong pada Viola.


"Bos,,eh ada nona Viola disini" sapa Gio pada Viola tapi dirinya menatap sahabat Viola yang sedang minum kehausan karena menghabiskan martabak.


"Iya tuan,tumben tuan Stevan dan tuan Gio ada di tempat seperti ini?" tanya Viola yang masih bingung,kenapa tiba-tiba tuannya ada di pinggir jalan begini.


"Sebenarnya..." ucapan Gio langsung di sela Stevan.


"Sebenarnya kita memang sering kok ke tempat ini,ya kan Gi?" kode Stevan pada Gio dengan mengedipkan sedikit matanya.


"Oh oh iya nona kita memang sering sih hehe" Gio cengengesan tapi mengumpat dalam hatinya.


Heleh dasar bos suka carmuk,upss


"Kalian makan martabak ya?" tanya Stevan basa-basi padahal dari tadi sudah melihat Viola dan Sinta menghabiskan 1 kotak martabak manis.


"Iya tuan,kalau tuan mau pesan saja,saya traktir hehehee" tawar Viola.


"Ada acara apa sih pake nraktir-nraktir segala Vi?"


"Tadi ada orang kaya datang ke rumah saya tuan pesan roti,jadi bisa buat nraktir Sinta,tuan,dan tuan Gio kalau mau si" jawab Viola menjelaskan.


Stevan hanya mengangguk dan memesan,tentu saja anggukan itu hanya anggukan belaka. Mana mungkin Stevan tega membuat Viola kehilangan uangnya hanya untuk menraktirnya.


Viola melihat Gio yang dari tadi memandangi Sinta yang diam saja.


"Ta ada orang nih kok nggak nawarin sih?" Viola geleng-geleng melihat Sinta yang sangat lahap memakan martabak telurnya.


"Hehehe maaf La,ini pak mau nggak?" tanya Sinta menawari Gio yang hanya memandangnya dan mematung.


"Boleh" jawab Gio singkat,dia dan Stevan sama,yaitu tinggi gengsinya sekalipun dengan wanita.


Mereka pun duduk berempat sambil bersenda gurau.


Tak terasa sudah hampir jam 10 malam,Stevan dan Gio lupa tujuan awal mereka sebenarnya untuk minum. Tapi malah kecantol di pinggir jalan bersama dua gadis cantik.


"Sudah malam,ayo aku antar kalian" ajak Stevan diangguki saja oleh Viola dan Sinta.


Sebelum masuk,Gio menarik tangan Viola.


"Eh kenapa ini tuan Gio?" tanya Viola pelan karena Gio mengisyaratkan untuk diam.


"Ah anu aku mau minta no telepon dia" kata Gio menunjuk Sinta yang sudah ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Ya minta aja sendiri tuan" tolak Viola kesal dengan laki-laki yang tidak punya keberanian.


"Pliss nona tapi jangan bilang dia ya pliss" mohon Gio pada Viola.


Sebelum Viola sempat menjawab,Stevan memanggilnya.


"Gioooo" teriak Stevan memekakkan telinga Sinta yang ada di dalam mobil.


Dasar bos kurang ajar,nggak tau apa aku sedang berusaha,buat kacau saja


Saat Gio akan membuka pintu depan dia langsung di usir Stevan lirih.


"Sana kau duduk di belakang,biar Vio di sini"


Gio mendengus kesal.


Sabar Gio,bosmu memang mau menang sendiri...eh tapi kesempatan kan ya jadi bisa dekat sama Sinta


Stevan yang melihat senyum Gio berdecih,dia tau apa yang ada di pikiran asistennya.


Akhirnya mereka duduk dengan Viola di depan bersama Stevan,dan Sinta di belakang bersama Gio.


Viola yang sudah mengantuk tertidur saat di ajak bicara Sinta.


"Lah bocah malah tidur diajak bicara juga" Sinta sebal karena dari tadi Stevan dan Gio hanya diam,kini Viola sudah tertidur mau tak mau dia juga diam.


Gio hanya tersenyum tipis saat Sinta ngedumel memarahi Viola yang tertidur.


Karena mengantuk juga Sinta pun ikut tertidur di samping Gio,saat kepalanya akan mengenai kaca mobil,Gio dengan cepat dan hati-hati memindahkan kepala Sinta ke pundaknya.


"Nak Stevan,kenapa ini Viola dan Sinta?" tanya ayah Bima khawatir takut mereka kenapa-napa.


Ayah Bima tidak berpikir yang macam-macam karena dia tau Stevan adalah orang baik.


Setelah meletakkan Viola dan Sinta di kamar Viola Stevan pun menjelaskan.


"Tadi saya dan ini Gio sahabat saya, bertemu di area taman om,lalu kami makan-makan dan di perjalanan pulang mereka tertidur" penjelasan Stevan di angguki Gio.


"Ooh begitu, terimakasih ya nak Stevan dan nak Gio" senyum tulus ayah Bima terpancar dari bibirnya.


"Sama-sama om,kami permisi"


Stevan dan Gio pun berlalu dari rumah Viola untuk pulang ke rumah masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari yang sama di sebuah club malam,Panji dan teman-temannya sedang pusing memikirkan perusahaan.


"Kita minum duluu biar freshh, hahaha" kata Panji lalu bersulang dengan teman-temannya.


Panji dan rekan se-kantornya itu kesal karena kalah tender akhirnya mereka memutuskan untuk ke club malam. Tentu saja Panji yang mengajak teman-temannya.


Teman-teman Panji masih punya kesadaran untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi alkohol,mereka pun pamit karena tidak mau sampai lebih mabuk.

__ADS_1


Panji tinggal sendiri di dalam ruangan itu, wanita-wanita malam yang ada di sana pun merayu-rayu Panji agar memakai mereka.


Dengan asal Panji memilih 1 wanita yang dimatanya sangat seksi. Wanita itu terus merangsang Panji lalu mereka melakukan hubungan s*xsual.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi-pagi Viola terbangun lebih dulu,melihat sekeliling seperti orang linglung.


"Kok kok aku sudah ada di kamar,bukannya tadi malam bersama tuan Stevan,tuan Gio dan Tata?"


"Ta Tata,bangun kok kita sudah ada di kamar?" tanya Viola pada Sinta,Sinta yang awalnya enggan membuka mata langsung sadar dengan ucapan Viola.


"Loh loh iya ya,ya ampun apa yang terjadi pada kita?" tanya Sinta sambil membuka selimut dan memeriksa pakaiannya.


Viola langsung menoyor kening sahabatnya.


"Ish Tataaa apa yang kamu pikirkan?" geram Viola tau apa yang ada di otak sahabatnya,yaitu pikiran mesum.


"Hehehee ya siapa tau saja La,ye kann?" jawab Sinta malah cengengesan.


"Nggak boleh gitu,mana mungkin mereka mau sama kita hahaha"


"Eh eh eh sahabatku ini ternyata sama sengkleknya kayak aku hahaha" mereka tertawa bersama sampai giginya kering.


Mereka pun keluar kamar dan menanyakan apa yang terjadi semalam pada ayah Bima.


"Yah,kita kok bisa ada di kamar sih? perasaan semalam kita itu di mobil tuan Stevan"


Yang di pakai mereka semalam memang mobil Stevan,tapi sudah ia titipkan pada Gio,karena untuk memudahkan Gio jika menjemput Stevan.


Sebenarnya Gio punya mobil juga,tapi Stevan mengingatkan jika punya urusan dengannya maka mobil yang Stevan titipkan lah yang harus di pakai. "Anggap saja ini punyamu" kata Stevan waktu itu.


"Ya ampun kalian ini,sudah menyusahkan orang tidak ingat lagi" ayah Bima geleng kepala melihat Viola dan Sinta yang hanya mesem-mesem.


"Kalian semalam tertidur di mobil nak Stevan,lalu mereka menggendong kalian masuk" ayah Bima menjelaskan dengan santai.


"Hah menggendong?"


"Hah menggendong?" tanya Viola dan Sinta bersamaan.


Mereka syok mendengar jika mereka semalam di gendong pria pujaan mereka.


Setelah sadar dari syoknya Viola dan Sinta langsung tersenyum lebar dan menari-nari berputar saking senangnya. Seolah mereka tau apa yang ada di pikiran satu sama lain.


Ayah Bima menganga melihat kelakuan para gadis di depannya,dia pun akhirnya ke belakang untuk mandi.


"Oh iya Ta,aku hampir lupa..tadi malam itu tuan Gio meminta nomormu"


"Hah yang bener La?"


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi 🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗


__ADS_2