
đź’ť Selamat Membaca đź’ť
"B-baik tuan" jawab Viola gugup dan kecewa.
"Selesaikan pekerjaan mu aku akan berangkat" perintah Stevan sekaligus pamit pada Viola,hanya di angguki Viola.
Stevan pun segera keluar dari kamar dan berlari ke mobilnya.
"Astagaa tadi itu apa?kenapa besar sekali arrgh kepala ku jadi nyut-nyutan" teriak Stevan kesal di dalam mobilnya.
Saat Viola memeluk Stevan otomatis dada mereka bersentuhan dan itu membuat Stevan merasakan betapa besarnya dada Viola.
Stevan mematung dan langsung menghindar karena takut Viola melihat sang perkasanya bangun. Tapi Viola malah mengira Stevan marah kepadanya,Viola tidak sadar apa yang terjadi pada Stevan karena sudah terlanjur malu.
"Apa itu alasan Viola selalu memakai pakaian gombrong?" Stevan geram karena terus terbayang-bayang,ingin rasanya menyentuh dan merasakan betapa empuknya dada Viola.
Setelah mengatur nafasnya yang terpancing,Stevan melesatkan mobilnya menuju kantor.
Sedangkan supir yang di tugaskan Tania segera menuju kamar nomor 99.
Karena bingung harus memastikan dengan cara bagaimana,tidak mungkin untuk masuk,pak supir berpura-pura menelepon dan bermain hp saat ada orang lewat.
Sudah 3 jam pak supir di situ dan tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka pak supir akan segera pergi dan melaporkan bahwa tidak ada siapapun di kamar tuannya.
Ketika baru 5 langkah,pak supir di kejutkan dengan suara orang membuka pintu dan segera berbalik,benar saja ada seorang wanita sederhana yang cantik keluar dari kamar tuannya.
Dia pun berpura-pura menjawab telepon dan mengobrol,saat Viola melewatinya dia tersenyum,di balas senyum oleh pak supir.
Saat Viola sudah menjauh,pak supir segera memotret belakang badan Viola,karena tidak mungkin dia mendahului dan memotretnya dari depan,takut Viola curiga.
Pak supir segera menjemput nonanya,karena Tania pulang jam 1 dan ini baru jam 11 lewat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi tadi saat Stevan sampai di kantor dia langsung di tunjukkan berkas yang begitu banyak oleh Gio.
"Apa-apaan kau ini Gi? mau membuat aku stres?" bentak Stevan kesal karena hasratnya tidak tersalurkan,di tambah lagi pekerjaan yang menumpuk.
"Tidak bos tidak,ini kan memang pekerjaan bos" jawab Gio sesopan mungkin. Dia beranikan diri untuk bertanya pada bosnya.
"Maaf bos kalau saya lancang,tapi kenapa bos akhir-akhir ini sering uring-uringan? apakah ada masalah? mungkin saya bisa sedikit membantu" terang Gio dengan sesopan-sopannya pada singa pemarah.
"Hmmm sebenarnya iya" jawab Stevan luluh dengan kesopanan Gio.
Biasanya Stevan memang sering curhat pada asistennya itu,karena dia sudah menganggap Gio adiknya sendiri,tapi untuk masalah cinta Stevan tidak yakin Gio bisa mengatasinya. Yaa karena dia sibuk bekerja dan tidak mengurusi masalah cinta.
__ADS_1
"Ceritakan saja jika bos ingin cerita" Gio menawari,mana tau ada jalan keluar untuk bosnya.
"Aku tidak yakin kau bisa memberi jalan Gi" ejek Stevan pada Gio yang sudah siap mendengarkan cerita Stevan tapi di anggap sepele.
"Ya sudah kalau begitu bos" pamit Gio akan keluar,tapi di panggil Stevan.
"Tunggu,main keluar-keluar saja kau"
Stevan lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Viola dan dia langsung jatuh cinta,mendekati Viola dengan caranya dan seterusnya. Stevan menceritakan saat pagi tadi tapi tidak dengan detailnya.
"Jadi bagaimana menurutmu?" tanya Stevan meminta jalan pada Gio.
"Menurut saya mungkin saja nona Viola juga jatuh cinta sama bos,karena saat bos tidak ada dia terlihat khawatir" jelas Gio memberikan fakta menurut pemikirannya.
"Selidiki teman-teman Viola atau siapa pun itu, cepat" perintah Stevan dan diiyakan Gio.
Ternyata wanita bernama Viola yang sudah menjadikan bos uring-uringan,lagaknya saja tidak mau cerita,padahal tidak bisa di pendam sendiri.
Setelah Gio pergi dari ruangannya,Stevan mencoba fokus pada pekerjaan di depannya.
Tapi bukan fokus yang dia dapat melainkan bayang-bayang dirinya yang sedang memainkan benda kenyal milik Viola.
"Vio,aku harus mendapatkan mu,aku mencintaimu" Stevan berkata pada dirinya sendiri dengan keadaan lemas,lemas karena tersiksa belum mendapat pelepasan. Akhirnya dia 'bermain' sambil membayangkan wanita yang dicintainya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Gimana hasilnya?" tanya Tania tak sabar.
"Benar nona,ada seorang wanita yang keluar dari kamar apartemen tuan Stevan"
Tania pun menuntut cerita yang lebih jelas,dan dijelaskan oleh pak supir.
Tania menyeringai melihat foto di handphone pak supirnya.
Benar kan kecurigaan ku kak,awas saja kau kak
Tania pun melihat dengan seksama foto wanita itu,dia bingung,jika itu pacar Stevan kenapa penampilannya jauh dari kata mewah.
"Siapa ya wanita ini kenapa penampilannya sederhana? tapi terlihat cantik hanya dari belakang,aku harus mencari tau" gumam Tania.
Sampai di mansion,Tania langsung berteriak-teriak memanggil mommy dan daddynya.
"Mommyyyy daddyyyyyy" Tania kesal dari tadi berteriak tapi tidak di jawab juga.
Setelah teriakan ketiga,baru orang tuanya keluar.
__ADS_1
"Nia apa-apaan sih kamu,tidak sopan berteriak begitu" mommy Ayu memarahi Tania karena membuat keributan.
"Iya Nia kan bisa memanggil baik-baik" timpal daddy Prabu karena dia melihat sisi ke bar-baran Tania.
"Ini hot mom,dad hotttt buanget deh" Tania mengatakan dengan super lebay membuat mommy Ayu dan daddy Prabu menepuk jidat.
"Jelaskan dengan benar" mommy Ayu meminta penjelasan dari kabar hot yang di katakan putrinya, mereka pun pergi ke ruang keluarga.
"Jadi gini mom,dad kak Stev punya pacar, yuhuuuu" girang Tania langsung melompat-lompat dan berjoget sesuka hati.
"Kamu ini ngomong apa sih Nia? ngelantur?" tanya daddy Prabu terkejut tapi mengira putrinya mengarang.
"Sebentar tunggu di sini" Tania pergi memanggil supirnya,mommy Ayu dan daddy Prabu hanya saling pandang bingung.
"Nah pak ceritakan semuanya" perintah Tania dan pak supir menceritakan lagi kejadian tadi.
"Yang bener kamu Ni masak sih itu pacarnya Stevan?" tanya daddy Prabu setelah pak supir pergi.
"Maka dari itu dad,aku juga masih bingung, lihat nih" Tania menunjukkan foto wanita itu.
"Eh iya ini kan lorong kamar Stevan" mommy Ayu memperbesar gambarnya.
"Itu dia mom,memang pernah kak Stev mengajak wanita ke apartemen? tidak kan,dan mom,dad yang lebih parah dan hot lagi adalah...kak Stev mengganti kode kamarnya" jelas Tania menarik nafas lalu membuangnya karena saking antusiasnya bercerita.
"Hah kodenya di ganti?" tanya daddy Prabu masih syok dengan kelakuan putranya.
"Iya dad bener deh"
"Dad kenapa kita tidak sadar,Nia kok bisa kamu ke apartemen Stevan?" mommy Ayu baru sadar karena dia juga syok mendengar berita dari Tania.
Tania hanya garuk-garuk kepala tak gatal dan cengengesan.
"Tadi itu Nia curiga mom jadi Nia ikuti aja deh,setelah kak Stev masuk Nia mau ikut masuk tapi ternyata pintunya tidak bisa di buka,karena tanggal ulang tahun kak Stev tidak jadi sandi lagi" Tania menjelaskan panjang lebar,diangguki mommy Ayu dan daddy Prabu.
"Berani-beraninya Stevan menyembunyikan sesuatu di belakang kita mom, lihat saja apa yang akan daddy lakukan" seringai daddy Prabu,entah apa rencananya,tapi langsung di geplak mommy Ayu.
"Sakit mom,kenapa daddy di geplak sih?" tanya daddy Prabu manja membuat Tania jadi nyamuk.
"Berpikir itu yang luas dong dad,mommy punya rencana yang sempurnaa" kata mommy Ayu dengan bangga.
Daddy Prabu dan Tania saling pandang tak mengerti.
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
Mohon support-nya yaa❤️
__ADS_1
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗