
💝 Selamat Membaca💝
"Jelaskan mom,jangan buat kita penasaran ya kan Ni?" kata daddy Prabu menyenggol Tania meminta persetujuan dan di angguki Tania.
"Begini,Tania harus sampai di sana dulu sebelum gadis itu sampai,kita lihat reaksi dia kalau ada kamu disana,apakah akan marah, cemburu atau bagaimana pun,baru kita bisa menyimpulkan siapa dia" jelas mommy Ayu panjang lebar.
"Tapi mom,gimana caranya aku mau masuk dulu orang kodenya aja nggak tau" keluh Tania setuju ide mommynya tapi ada masalah dalam rencananya.
"Dad bantuin mikir dong gimana kita bisa masuk atau tau kode nya gitu" pinta mommy Ayu pada suaminya.
"Gimana kalau kita minta tolong Gio? dia pasti bisa kan mengintip sedikit saat Stevan membuka pintu hehehe" cetus daddy Prabu tiba-tiba.
"Boleh juga dad,cepat hubungi Gio"
"Besok saja mom ini tanggung"
Keesokan harinya daddy Prabu langsung menghubungi Gio pagi-pagi karena istrinya terus mendesaknya untuk menelepon Gio.
📞Halo tuan besar
📞Kau dimana Gi?
📞Di kantor tuan
📞Aku ada tugas,tapi rahasia
📞Tugas apa itu tuan?
📞Makan siang nanti datang ke mansion,jangan sampai Stevan tau
📞Siap tuan besar
Tumben sekali ada tugas rahasia,dan tuan Stevan tidak boleh tau,ada apa ya?
Jam makan siang tiba,saat Stevan pergi keluar Gio langsung memesan taksi dan pergi ke mansion Wijaya. Gio sengaja tidak memakai mobil kantor,takut di curigai Stevan.
Sampai di mansion,Gio segera menuju ruang kerja Prabu.
"Permisi tuan besar" panggil Gio sambil mengetuk pintu.
"Masuk" perintah Prabu.
"Langsung saja ke intinya Gi,apa kau bisa membantuku untuk mencari tau kode masuk apartemen Stevan?" tanya Prabu serius menatap Gio,berharap Gio bisa membantunya.
"Maaf tuan,bukannya anda tau kode kamar bos Stevan?" Gio tak mengerti kenapa tiba-tiba Prabu meminta dia mencari tau kode apartemen Stevan,karena setaunya semua keluarga tuannya biasa keluar masuk.
"Itu masalahnya Gi,Stevan mengganti kodenya dan tidak memberi tau kami yang ada di sini"
Gio mengernyit heran mendengar penjelasan Prabu. Kenapa tuan Stevan mengganti kode? memangnya ada apa di dalam apartemennya? Gio berpikir sejenak mencari tau apa yang sedang terjadi,dia lalu ingat pada curhatan Stevan kepadanya. Apa mungkin tuan Stevan menyembunyikan nona Viola dari keluarganya? tidak beres tuan Stevan ini.
"Baik tuan,akan saya coba" Gio pamit setelah melihat anggukan dari Prabu.
__ADS_1
Setelah jam makan siang selesai dan semua kembali ke ruangan masing-masing Gio langsung menuju ruangan bertuliskan CEO.
"Permisi bos" saat mengetuk pintu,Gio tiba-tiba ragu dengan tindakannya,haruskah dia memberi tau bosnya? tapi kata tuan besarnya Stevan tidak boleh tau,Gio jadi bimbang.
"Masuk" kata Stevan dari dalam ruangannya.
"Ada apa Gi?" tanpa basa-basi Stevan langsung menanyakan maksud Gio ke ruangannya.
Gio hanya menunduk,bingung dengan apa yang harus di lakukan.
"Kenapa diam Gi? tumben kamu seperti ini,pasti ada masalah" tebakan Stevan benar membuat Gio tambang bingung.
"Tidak ada tuan" jawab Gio lancar tanpa gugup, padahal sebenarnya sangat gugup.
"Jangan membohongiku Gi" bentak Stevan menatap tajam mata Gio saat menatapnya, sedangkan Gio langsung menunduk lagi.
Gio menghela nafasnya,dia beranikan diri untuk menyampaikan tujuannya.
Maafkan saya tuan besar,sudah mengecewakan anda.
"Begini bos,tadi saya di suruh ke mansion oleh tuan besar" sekali lagi Gio mengehela nafasnya panjang.
Stevan hanya diam tapi terus menatapnya meminta penjelasan.
"Tuan besar meminta saya mencari tau kode apartemen bos" jelas Gio membuat Stevan beranjak kaget.
"Hah! dari mana daddy tau tentang itu?" tanya Stevan heran,sepertinya takdir tidak membolehkan dia menyembunyikan kekasih hatinya.
"Hahhh,aku harus bagaimana Gi?" Stevan bingung dan yang tau cerita tentang Viola hanyalah Gio.
"Maaf bos,menurut saya mungkin tuan besar ingin menyelidiki tentang nona Viola" Gio menerka-nerka,karena dia tau tuan besarnya sudah pasti penasaran apa yang disembunyikan Stevan sampai mengganti kode.
"Menurut ku juga begitu,apa aku harus membiarkan mereka tau jika Viola ada di apartemen ku?" tanya Stevan lagi karena otaknya buntu akibat syok.
"Mungkin iya bos,kita lihat saja apa yang akan di lakukan tuan besar"
"Tapi aku pasti kena dampratnya kalau daddy tau aku menyembunyikan wanita" kata Stevan lemas,bersandar pada kursi kebesarannya.
"Begini saja,jangan beri tau daddy dulu,jika dia tanya,beberapa hari lagi baru kau jawab" perintah Stevan pada Gio dan diiyakan saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah seminggu berlalu,Viola masih melihat kecuekan Stevan pada dirinya. Ingin sekali Viola bertanya apa salahnya,tapi mana berani.
Pagi ini Viola berangkat dengan tidak bersemangat,dia sudah berusaha untuk melupakan Stevan,berusaha untuk membuang jauh-jauh rasa cintanya,tapi rasa itu masih saja melekat di hatinya.
Sampai di apartemen dia mulai mengerjakan tugasnya.
Saat di meja makan,dia mencoba bertanya.
"Mm tuan" kata Viola gugup,dia meremas ujung bajunya.
__ADS_1
"Iya,ada apa?" jawab Stevan lembut sambil menatap Viola.
"Ap-apa tuan tidak apa-apa?" pertanyaan Viola yang tidak masuk akal membuat Stevan heran.
"Tidak apa-apa,apa kau mengkhawatirkan aku?" goda Stevan santai.
Viola langsung salah tingkah dan menggeleng.
"Oh ya aku mau minta tolong boleh?"
"Boleh tuan,sangat boleh,memangnya mau minta tolong apa?" tanya Viola entah kenapa hatinya merasa gembira.
"Aku mau kau memasakkan makan siang untukku mulai hari ini,untuk uang belanjanya akan aku berikan perminggu,apa kau keberatan memasakkan untukku?"
"Aku tidak keberatan tuan" jawab Viola tersenyum lebar.
Stevan memperhatikan Viola seminggu ini saat dia cuek pada Viola,wajahnya terlihat tidak bersemangat,tapi saat dia meminta untuk memasakkan untuknya wajahnya langsung gembira.
Sepertinya benar Viola menyukaiku,apa aku harus menyatakan cintaku sesegera mungkin?
"Aku permisi cuci piring dulu tuan" pamit Viola pada tuannya yang masih melamun.
Viola tidak fokus mencuci piring,terus menengok ke belakang melihat tuannya masih saja bengong.
Mikirin apa sih tuan Stevan? apa lagi ada masalah sama pacarnya ya?
Karena tidak fokus,Viola tidak sengaja menjatuhkan piring karena tersenggol tangannya.
Prangggg
Viola kaget dan takut di marahi Stevan.
Stevan yang tersadar karena mendengar suara piring pecah langsung maju melihat keadaan Viola,tapi saat dirinya ingin memeriksa keadaan Viola dia tidak melihat ada air yang berceceran di lantai. Alhasil dia terpeleset dan tangannya sudah meraih tangan Viola hingga mereka jatuh bersama dengan Stevan yang ada di bawah Viola.
Mata mereka beradu,jantung mereka sama-sama berdegup kencang.
1,2,3,4,5 detik hingga satu menit baru mereka menyadari apa yang terjadi.
"Mm maaf tuan maaf saya tidak sengaja" Viola sangat takut sampai gemetar,kakinya terasa lunglai tapi dia masih berusaha kuat untuk berdiri.
"Tidak tidak aku yang minta maaf Vi aku benar-benar tidak sengaja tadi terpeleset" Stevan menjelaskan dengan kejujurannya.
"I-iya tuan" jawab Viola masih gugup dengan kejadian barusan.
"Kamu tidak apa-apa kan? apa ada yang sakit?" tanya Stevan khawatir takut Viola terkena pecahan kaca,karena mereka jatuh di samping piring yang pecah.
"Ti-tidak tidak ap apa-apa tuan" Viola masih mengatur degup jantungnya yang masih tidak terkontrol.
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
Mohon support-nya yaa❤️
__ADS_1
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗