I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 17


__ADS_3

Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel ILYB🥰Dukung othor terus biar semangat up-nya dengan Klik Like,Komen,dan Favorit 🤗


💝 Selamat Membaca 💝


"Loh loh loh jeng Ayu mau kemana kok malah pergi?" teriak salah satu teman mommy Ayu.


"Aku pergi dulu kalian lanjutkan saja,bye" kata mommy Ayu sambil berlari ke parkiran dan mengejar taksi yang di tumpangi Viola.


Mommy Ayu dan teman-temannya sedang berkumpul untuk melepas rindu karena mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Tapi saat mereka sedang asik berbincang,mommy Ayu menoleh ke arah jendela luar. Entah takdir apa yang membuat mommy Ayu menolehkan pandangannya dan disana ada Viola.


Mommy Ayu langsung menyuruh supir mengikuti taksi itu.


Kini ada 2 orang yang mengikuti Viola. Selain mommy Ayu,Panji juga mengikuti Viola karena berniat untuk mendekati Viola.


"Loh ini mobil siapa sih kok berhenti di sini juga" kata mommy Ayu kesal,dia tidak tau kalau mobil di depannya tadi juga mengikuti Viola.


Mommy Ayu tidak mau mengurusi hal yang tak penting,dia lalu fokus pada Viola yang turun dari taksi.


"Nah kan bener ini gadis yang keluar dari apartemen Stevan,tuh cocok kan fotonya" mommy Ayu berkata pada diri sendiri sambil mencocokkan foto di handphonenya dengan Viola yang sedang berjalan menuju rumahnya.


Dari postur tubuhnya,dari pakaiannya mommy Ayu yakin kalau dia adalah gadis yang sama,walaupun di foto rambutnya di kuncir sedangkan saat ini rambutnya di kepang mommy Ayu tetap yakin pada pemikirannya.


Di mobil lain yang tentunya adalah Panji dia juga menatap heran di kaca spionnya,melihat mobil mewah ada di belakang mobilnya.


"Mobil siapa itu?kenapa berhenti di sini?" Panji hanya berfikir itu mobil orang yang ada di daerah sana,karena dia terlalu fokus memandang rumah Viola,dan Viola.


"Ternyata kau cuma gadis miskin Viola" sinis Panji "Aku yakin aku bisa meluluhkan hatimu" kata Panji percaya diri.


½jam mommy Ayu menunggu di tempatnya barulah mobil Panji pergi,dia tidak mau tau apa tujuan mobil itu kemari juga,yang ia ingin tau siapa gadis yang ia lihat.


"Pak tunggu ya aku akan kesana sebentar" kata mommy Ayu pada supirnya.


Ini rumah siapa? dan nyonya kenapa pergi ke rumah itu? rasanya aku belum pernah melihat


Tok tok tok tok


Ayah Bima yang akan berbaring untuk istirahat kembali berdiri dan menuju pintu.


Pintu pun terbuka dan nampak lah seorang wanita dewasa susianya. Berpenampilan mewah dan elegan.


"Anda mencari siapa nyonya?" tanya ayah Bima sopan pada orang tak di kenal di depannya.


"Ahmm saya Ayu pak dan saya mencari gadis berkepang" jujur mommy Ayu pada pria di hadapannya,entah alasan apa yang akan mommy Ayu berikan jika pria yang diyakini ayah dari gadis berkepang itu bertanya.


"Gadis berkepang? Viola maksud anda nyonya? anak saya?" tanya ayah Bima bingung.


"I-iya pak" mommy Ayu menjawab sekenanya saja.


"Mari masuk,Viola nya sedang mandi,saya buatkan minum sebentar"


"Tidak usah repot-repot pak" tolak mommy Ayu tak enak,kenal saja tidak tiba-tiba datang bertamu.


"Tidak repot kok cuma minuman" ayah Bima tersenyum lalu ke dapur untuk membuatkan minum dan mengambil roti yang tadi Viola sisa kan.


Ayah Bima hanya mengira wanita tak di kenalnya itu akan membeli roti,dari penampilannya mungkin iya mungkin dia mendapat rekomendasi dari tuannya Viola yaitu Stevan.

__ADS_1


"Silahkan di minum nyonya"


"Tidak usah panggil nyonya pak panggil saja Ayu,oh ya nama bapak siapa?"


"Saya Bima,ada perlu apa ya ibu Ayu menemui anak saya?" tanya ayah Bima penasaran,karena baru kali ini ada orang kaya yang datang kerumahnya selain Stevan.


"Mm itu pak sa sa saya..."


"Ada siapa yah?" tanya Viola datang dari kamarnya.


"Ini ada ibu Ayu,katanya mau bertemu kamu"


Viola menatap wajah itu lekat-lekat.


Seperti familiar ya wajahnya,tapi wajah siapa yang mirip ibu ini?


"Perkenalkan saya Ayu" kata mommy Ayu mengulurkan tangan ke hadapan Viola.


Tapi dia terkejut saat Viola mencium tangannya untuk salim,biasanya berkenalan hanya menjabat tangan saja,pikir mommy Ayu.


"Saya Viola tante, ngomong-ngomong ada perlu apa ya tante mencari saya?" tanya Viola sopan pada wanita yang ia yakini umurnya sama dengan ibunya jika masih hidup.


"Begini sa saya mau mau beli roti,yah beli roti" jawab mommy Ayu gugup,karena di hadapannya ada roti yang terlihat home made dia pun mengatakan jika dia akan membeli roti.


Ya Tuhan keputusan apa yang aku ambil itu? masa datang tiba-tiba mau beli roti,sudah jelas ini bukan toko roti batin mommy Ayu menjerit.


"Ooh mau beli roti toh tante,memangnya tante mau membeli roti apa dan untuk kapan?" tanya Viola tak curiga jika ibu Ayu ini berbohong,karena ya dirinya memang pembuat roti.


"A anu roti roti untuk arisan" mommy Ayu masih menjawab gugup sekaligus kaget,ternyata gadis bernama Viola itu memang menjual roti.


"Baiklah tante,ini ada roti buatanku,tante cicipi dulu" tawar Viola sambil memajukan piring isi roti buatannya.


Roti ini...seperti roti yang di bawakan Stevan untukku waktu itu


Walaupun roti yang Stevan belikan adalah roti bantal dan yang sedang di makannya kini adalah roti bolu,tetap saja rasa enaknya sama,dari empuk dan lembutnya dia yakin kalau roti yang Stevan bawa dulu adalah roti buatan Viola.


"Hmm enak sekali" kata mommy Ayu memuji roti Viola.


"Syukurlah kalau enak tante,oh ya tante mau roti apa untuk arisan?"


"Kamu pasti bisa membuat segala jenis roti ya?" tebak mommy Ayu dan benar tebakannya .


"Masih banyak yang belum saya kuasai kok tante" jawab Viola tersenyum.


Kamu sangat cantik,manis,dan lugu sepertinya,,apa benar kamu gadis yang aku pikirkan


"Tante mau brownis aja 30 pcs ya"


"Hah 30 pcs tante?" tanya Viola kaget sekaligus senang.


"Iya,jangan lupa di beri toping ya,topingnya kamu yang urus pokoknya tante terima jadi aja" kata mommy Ayu tersenyum tulus.


"Baik tante" Viola tersenyum sumringah membuat mommy Ayu tak sadar juga tersenyum lebar.


"Ini untuk DP-nya,dan ini nomor telepon saya,nanti kamu hubungi ya"


"Iya tante, terimakasih ya tante sudah mempercayakan saya untuk membuat roti acara arisan tante" Viola yakin jika yang di maksud ibu Ayu arisan adalah arisannya orang kaya,yang datang pasti orang-orang sultan.

__ADS_1


"Sama-sama,tante pamit dulu ya" pamit mommy Ayu dan di antar Viola sampai depan rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya di mansion Wijaya,Stevan sedang berbahagia mendapat kabar dari Gio bahwa ia memenangkan tender baru.


"Yes yes yes,syukurlah aku menang" ucap Stevan dengan gembira dan langsung mengirim pesan pada asistennya.


✉️Dimana?


✉️Dirumah bos


✉️Cepat kesini


✉️Ada apa bos?


✉️Jangan banyak tanya


✉️Siap bos


Gio pun sama senangnya dengan Stevan karena perusahaan Wijaya berhasil memenangkan tender.


Gio langsung menyalakan mobilnya dan menuju rumah bosnya.


Sesampainya di sana,Gio melihat bosnya sudah ada di depan.


Tumben sekali bos menungguku di depan,segitu bersemangat nya kah?


Tanpa banyak ba bi bu Stevan langsung masuk dan menyuruh Gio menjalankan mobilnya.


"Kita kemana bos?"


"Minum"


"Hah,kok minum bos?"


"Untuk merayakan kemenangan kita lah"


Gio hanya diam dan mengangguk saja.


Stevan beralih menatap ramainya jalanan di malam hari,banyak anak-anak muda bergandengan tangan,suap-suapan, mesra-mesraan membuat Stevan berdecih.


"Lihat Gi banyak sekali anak muda yang tidak modal untuk mengajak jalan-jalan pacarnya,masa cuma di pinggir jalan,cih" sinis Stevan di suguhi pemandangan itu sepanjang jalan.


"Kalau iri bilang saja bos" canda Gio melihat raut bosnya yang terlihat kesal.


"Apa katamu?" sentak Stevan tidak terima dengan candaan Gio.


"Tidak tidak bos hehehe"


Masih fokus dengan jalanan, tiba-tiba Stevan seperti melihat gadis yang di kenalnya sedang duduk menikmati martabak pinggir jalan.


"Berhenti Gi"


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi 🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗


__ADS_2