
đź’ť Selamat Membaca đź’ť
Di malam yang sama di mansion keluarga Wijaya,saat semua sedang bersantai sambil menonton televisi. Stevan tiba-tiba berkata akan tinggal di apartemennya mulai besok pagi.
"Mom,dad aku akan mulai tinggal di apartemen besok" celetuknya santai sambil memakan cemilan.
"Ada apa Stev? kenapa mendadak kamu mau tinggal di apartemen,katanya disana sepi, sendirian?" tanya mommy Stevan, Ayu Mentari heran, biasanya anak laki-lakinya itu lebih memilih tinggal di mansion dari pada di apartemen.
"Iya Stev apa ada sesuatu?" timpal Daddy Stevan, Prabu Wijaya.
"Tidak ada dad,mom aku hanya ingin tinggal di sana" jawab Stevan santai.
"Ih kakak aku kan jadi kesepian kalau kakak tinggal di apartemen" sungut adik perempuan Stevan, Tania Wijaya.
Tania memang sangat manja pada Stevan karena dia tau adik perempuan adalah adik yang Stevan tunggu-tunggu. Dia ingin mempunyai adik perempuan karena menurutnya bayi perempuan sangat imut. Walaupun usia Tania sudah tidak kecil lagi Stevan tetap memanjakan adiknya.
Tania sudah 15th,sekarang dia sedang duduk di kelas 3 SMP. Meskipun kerap di manja tapi Tania juga punya sifat kemandirian.
"Kakak pasti tetap akan sering kesini kok Nia kuu" ucap Stevan menghibur adiknya.
Jangan sampai Nia ke apartemen ku, bisa-bisa dia melihat Viola. Stevan khawatir,bukan karena ingin menyembunyikan Viola dari keluarganya,dia hanya ingin memastikan perasaannya lebih dulu.
"Baiklah-baiklah kalau kakak tidak kesini sering juga tidak apa-apa,kita kan bisa ke apartemen kak Stev,ya kan mom,dad?" kata Viola menoleh pada mommy dan daddynya meminta persetujuan.
"Iya Nia,baiklah,tak apa kita bergantian mengunjungi" jawab mommy Ayu dengan anggukan juga disetujui daddy Prabu.
"Eh,eh tidak usah mom,dad,Nia kakak yang akan kesini setiap hari libur" Stevan menutupi ketegangannya dengan senyuman.
Setelah Stevan pamit untuk tidur,tersisa Nia,mommy Ayu dan daddy Prabu di ruang keluarga.
"Mom,dad apa kak Stev menyembunyikan sesuatu?" tanya Tania penasaran,padahal mommy Ayu dan daddy Prabu juga tidak tau.
"Daddy tidak tau sayang, tapi daddy juga curiga"
"Kalian ini,biarkan saja Stevan mandiri,asal tidak aneh-aneh mommy tak masalah Stevan tinggal disini atau diapartemennya" jawab mommy Ayu menasehati suami dan anak perempuannya.
"Aneh-aneh memang yang bagaimana mom?" tanya Tania tak mengerti yang dimaksud mommynya.
__ADS_1
"Aneh-aneh itu misalnya membawa perempuan yang tidak benar,mengajak teman-temannya party aklohol dan lain-lain,begitu" jelas mommy Ayu.
"Benar mom daddy akan menentang keras jika sampai hal itu Stev lakukan,semoga saja kepindahan Stevan murni memang ingin menjalani hidup mandiri" harap daddy Prabu dan diangguki mommy Ayu juga Tania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ayah aku pamit bekerja ya" setelah selesai beberes rumah dan menyuapi ayahnya makan Viola pamit untuk pergi ke apartemen Stevan.
"Iya nak hati-hati saat dijalan ya" ayah tersenyum sambil menerima uluran tangan dari Viola untuk salim.
Karena jarak dari rumah Viola ke apartemen Stevan membutuhkan waktu 30 menit jika jalan kaki,Viola memutuskan untuk naik ojek.
Sampai di depan gedung apartemen,Viola sangat kagum dengan apartemen yang Stevan tinggali.Wow benar-benar sultan tuan Stevan ini.
Setelah sadar dari kekagumannya Viola langsung menuju kamar apartemen yang tertera di kertas pemberian Stevan kemarin.
"Kamar nomor 99 lantai 10" gumam Viola.
Dia pun menaiki lift untuk sampai lantai 10.
Setelah mencari akhirnya ketemu kamar yang Stevan maksud,nomor 99.
"Astaga Viola dari tadi kau disini dan kau sebenarnya punya kode untuk masuk,hiss dasar pelupa" umpat Viola pada dirinya sendiri.
Viola pun memasukkan kode yang diberikan Stevan,dia tidak sadar tanggal pada kode tersebut adalah tanggal dimana dia dan Stevan bertemu pertama kali. Viola langsung masuk dan mengucapkan permisi dengan suara pelan,dan lagi-lagi dia terkagum melihat ruangan apartemen Stevan,dia meneliti setiap sudut ruangan yang begitu indah dan mewah menurutnya.
Dia menuju 2 kamar yang ada disana,karena tidak tau mana kamar yang ditempati Stevan,Viola mengetuk pintu keduanya Tok tok tok kamar 1, Tok tok tok kamar 2.
"Kenapa tuan Stevan tak membuka pintu,rasanya segan jika aku harus berkeliling semua ruangan, walaupun untuk melakukan pekerjaan,ini kan pertama kali,rasanya tidak sopan"
Viola bingung harus bagaimana saat akan berjalan menuju sofa,ya,tentu saja sofa tapi yang Viola akan duduki bukan sofanya melainkan karpet bulu dibawahnya,mana mungkin dia berani duduk di sofa sedangkan pemiliknya saja tidak mempersilahkan.
Tiba-tiba Stevan memanggilnya di pintu kamarnya.
"Viola?"
"Ya tuan,aakhhh" Viola langsung berbalik badan lagi,kaget melihat Stevan bertelanjang dada karena habis mandi.
__ADS_1
"Tuan kenapa anda keluar tidak memakai baju dulu?" kata Viola geram sekaligus malu dengan apa yang dilihatnya barusan.
Aduuh dada berototnya,sangat pelukable pikiran Viola jadi kemana-mana. Hey Viola jangan gila dia itu bosmu,hus hus pikiran gila,hus hus. Viola terus menggerutu dalam hati.
"Hahaha santai saja mulai sekarang kan kamu akan lebih sering melihatnya" sambil tersenyum menyeringai.
Stevan menakut-nakuti Viola. Mata Viola terbelalak mendengar ucapan Stevan dia masih memunggungi Stevan.
"A-apa maksud anda t-tuan?" tanya Viola gugup.
"Hahahaha" Stevan semakin mengencangkan tawanya,berhasil menakut-nakuti Viola. Viola yang bingung dengan tuannya hanya diam saja.
"Tidak tidak aku hanya bercanda Vio,tunggu disitu sebentar" kata Stevan lalu masuk ke kamarnya untuk memakai baju.
Setelah itu Stevan keluar dan mengajak Viola duduk. Tapi bukannya duduk di sofa,Viola malah duduk dikarpetnya.
"Vio apa yang kau lakukan,duduklah di atas" perintah Stevan.
"Tidak usah tuan,saya duduk di bawah saja" tolak Viola halus.
Astaga anak ini, membuatku gemas saja batin Stevan.
"Aku juga akan duduk di bawah jika kau tetap disitu" ancam Stevan sambil mendudukkan dirinya sama seperti Viola,di karpet.
"Ehh jangan lah tuan,kok tuan malah ikut-ikut saya,ini kan memang sudah seharusnya" tolak Viola lagi.
"Violaaa" kata Stevan lirih tetapi penuh penekanan sambil mencondongkan badannya lebih dekat dengan Viola. Berhasil membuat Viola takut dan langsung menurut kata Stevan.
"B-baiklah tuan,maaf ya tuan karena saya tidak sopan" ucap Viola menunduk tidak berani menatap mata tajam tapi indah milik Stevan,juga mengatur jantung yang berdegup tak karuan.
"Haiss kau ini,aku tidak mau lagi melihatmu duduk di bawah saat disini,ingat! ini perintah" kata Stevan menekankan.
"Iya tuan" jawab Viola mencari aman.
Dasar tuan pemaksa
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
__ADS_1
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗