I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 11


__ADS_3

💝 Selamat Membaca 💝


"Tidak tuan mana mungkin tuan punya salah" jawab Viola tersenyum,senyum menyindir.


"Baguslah kalau begitu,aku pergi dulu Vio" Stevan melambai,Viola hanya tersenyum paksa dan melambai tangan kecil.


Sampai di kantor Stevan memanggil Gio dan menyerahkan roti yang diinginkannya.


"Terima kasih bos,wahh banyak sekali" Gio menatap roti dengan rasa tak sabar untuk memakannya.


"Ya sana pergi" usir Stevan sambil memberi kode di tangannya.


Saat akan membuka pintu Gio berbalik dan bertanya pada bosnya..


"Emm bos dimana sih belinya roti ini saya penasaran nih bos" kekeh Gio ingin tau dimana tempat dijualnya roti yang enak itu.


"Kembalikan roti itu" teriak Stevan kesal pada asistennya.


"Hehe ampun bos" jawab Gio cepat,dan jurus andalannya adalah kabur sebelum kena amukan singa.


Sore harinya Viola menunggu Sinta di taman sekarang baru jam 4,kemungkinan Sinta datang ½jam lagi. Viola yang lapar menunggu Sinta sambil memakan mie ayam keliling yang berada di taman.


Di sisi lain,seorang pria muda sedang berjalan buru-buru keluar dari kantornya. Dia kesal karena mamanya selalu saja menanyakan tentang wanita wanita dan wanita.


"Apa apaan sih mama ini namanya juga jodohnya belum ada kenapa terus mendesakku" kesalnya memukul stir mobil. Lalu langsung menjalankan mobilnya untuk ke resto yang menjual minuman alkohol.


Saat melewati taman dia melihat wanita pujaan hatinya.


"Ola" lirihnya lalu segera menepikan mobil dan menghampiri sahabatnya itu.


"Hai Olaa" sapanya langsung duduk saja di kursi tempat mie ayam.


"Eh Dika kok kamu ada di sini?" tanya Ola pada sahabatnya yaitu,Dika Arta.


Dika adalah CEO di perusahaan Arta Group,cukup sukses walaupun belum masuk 10 perusahaan terbesar di negaranya.


"Iya tadi lewat mau pulang tapi karena lihat kamu jadi kesini deh hehe" cengir Dika.


Dika memang orang yang selalu terbuka pada siapapun dalam berteman,selalu gampang akrab di segala situasi dan kondisi.


"Pak mie ayam nya satu ya" kata Dika pada penjual mie ayam.


"Siap mas" jawab penjual mie ayam sambil tersenyum.


"Kamu habis jualan La?" tanya Dika melihat ke samping Viola ada keranjang rotinya.


"Iya,ini lagi nunggu Tata" jawab Viola sambil meneruskan makannya.


"Ada apa memangnya?" tanya Dika penasaran,tapi mulutnya juga menerima suapan dari tangannya.


"Tidak ada apa-apa cuma ingin bertemu"


"Heleh kalian kan memang sering ketemu,sok-sokan kangen segala" Dika berkata seolah-olah dia tengah menyinyiri Viola dengan ekspresi yang mendukung.


Mereka pun tertawa bersama padahal di mulutnya masih penuh mie hingga membuat Viola tersedak. Dika langsung sigap mengambilkan es teh Viola dan membantunya minum.

__ADS_1


"Pelan-pelan La makannya" tegur Dika menasehati,padahal Viola tersedak juga karena dia.


"Gara-gara kau nih menyebalkan" dengus Viola memonyongkan bibirnya hingga 5cm.


"Ih ih monyong lagi persis bebek,hahahaha" Dika tertawa melihat Viola belepotan saus mie ayam di tambah bibirnya yang monyong.


Viola tambah kesal dan memelototkan matanya tapi yang di pelototi tidak takut sama sekali.


"Tidak mempan pelototanmu itu,kurang lebar" ejek Dika.


"Harusnya seperti ini" sambil memperagakan cara melotot yang benar dengan melebarkan mata selebar-lebarnya sampai seperti orang kesurupan,membuat Viola terbahak.


"Sudah-sudah jangan kesurupan disini Dik perutku sakit rasanya,gigi juga sudah kering" eluh Viola melihat kelakuan Dika yang tidak ada jaim-jaimnya.


Melihat Viola yang hanya terbahak dan belum menyeka saus di pinggir bibirnya membuat Dika gemas,dia langsung mengambil tisu dan mengelap bibir Viola.


Mereka bertatapan beberapa detik tapi Dika yang lebih dulu mendapat kesadarannya.


"Lap mulutmu La belepotan begitu,kaya bebek mencari makan di lumpur hahaha"


"Issssh dasar nggak iklas" kesal Viola memukuli lengan Dika.


Tanpa mereka sadari dua mata tajam dari tadi melihat interaksi mereka membuat mata itu bagai mengilatkan percikan api,tangannya mengepal dengan hati yang terasa di tusuk ratusan jarum.


"Ternyata kau sudah punya kekasih aargggh bodoh kau Stev bodoh,kenapa tidak cari tau dulu aaarrghhhh" geram Stevan dan segera pergi,tidak mau menambahkan jarum-jarum tambah menusuk hatinya.


Baru saja Stevan pergi,Sinta datang dengan cimol yang ia beli sebelum sampai di tempat Viola.


"Hai gaisss" sapa Sinta pada Viola dan Dika yang sedang asik mengobrol.


Sinta hanya tertawa melihat kelakuan dua orang di depannya yang saling memelototkan mata.


"Sudah ih kalian ini,nanti tu mata keluar nggak ada gantinya"


"Pak mie ayam nya satu" kata Sinta pada penjual dan diangguki.


"Punyaku sudah habis kamu baru pesan" cemberut Viola dengan tangan di lipat di depan dadanya.


"Eh buset ini bocah,namanya juga baru datang ya baru pesan lah,sana pesan lagi nanti aku yang bayarin" jawab enteng Sinta,dia tau apa yang Viola mau,yaitu nambah tapi gratisan.


"Yeeey makasih Tatakuu" Viola yang senang langsung meminta penjual mie ayam membuatkannya lagi.


"Ya ampun Olaa Ola porsinya tidak pernah berubah ternyata,ya nggak Ta" senggol Dika pada Sinta yang sedang makan,meminta persetujuan atas kata-katanya.


"Huum tapi lihat aja badannya tetep langsing,kayak vas bunga di rumah orkay" canda Sinta pada sahabatnya,hanya di respon dengan lidah yang memelet.


Dika yang sudah selesai makan dan berbincang pamit pulang dulu.


"Bye gais aku pulang dulu,apa aku anter aja?" tanya Dika menawari,melihat sudah sangat sore dan kebetulan searah rumah mereka bertiga itu.


"Bolehlaah,mumpung gratis" jawab Viola dan Sinta bersamaan membuat Dika geleng-geleng kepala.


Mereka pun masuk dan seperti biasa mereka bertiga,yang memberi gratisan menjadi supir.


"Et dah jadi supir nggak pernah di gaji"canda Dika pada dua wanita di jok belakang yang malah menunjukkan puppy eyesnya.

__ADS_1


Mereka berbincang sepanjang perjalanan,membahas apapun yang membuat canda tawa.


Sampai di rumah Viola,Dika langsung pamit karena sudah mau malam.


"Ayah,ayah sudah minum obat kan?" tanya Viola pergi ke kamar ayahnya,karena Sinta sedang mandi.


"Sudah nak, kamu di antar siapa?" tanya ayah Bima penasaran karena mendengar suara mobil.


"Di antar Dika yah,tadi ketemu di taman aku Sinta dan Dika" jawab Viola.


Ayah Bima tau mereka bertiga saling menyayangi,walaupun kadang jarang bertemu,tapi itu lah titik istimewanya,karena sekali bertemu langsung pecah suasananya.


"Ooh iya,kamu tidak mandi?" tanya ayah Bima melihat Viola yang hanya duduk diam di tempatnya.


"Ada Sinta yah,lagi mandi dia" jawab Viola dan di angguki ayah Bima.


Setelah selesai mandi Sinta menyuruh Viola mandi,mereka mandi bergantian karena kamar mandinya hanya satu.


"Ayaah apa kabar?" tanya Sinta saat memasuki kamar ayah Bima.


"Baik nak,kamu bagaimana?"


"Baik yah seperti yang ayah lihat" jawab Sinta dengan senyum penuh.


"Syukurlah,,kamu mau menginap di sini?" tanya ayah Bima menebak,karena biasanya seperti itu.


"Iya yah hehehe" jawab Sinta manggut-manggut.


"Sudah bilang mama mu belum?" Walaupun sering menginap di sini tapi ayah Bima tidak mau mama Sinta khawatir mencari-cari karena tidak diberi tau.


"Ya ampun lupa yah,tadi keasikan becanda sama Ola dan Dika,ehh langsung mandi soalnya badan lengket semua" jawab Sinta menepuk jidatnya karena lupa,mamanya pasti sudah memberikan banyak panggilan dan ternyata...yup benar 15 panggilan tak terjawab.


Sinta lalu menelepon mamanya dan memberi tau akan tidur di rumah Viola.


"Aku masak dulu deh yah sambil nunggu Viola selesai mandi" kata Sinta sambil beranjak keluar kamar ayah Bima.


Sinta sudah biasa di rumah Viola,baginya sama seperti saat di rumahnya sendiri. Lain dengan Viola yang masih terasa canggung jika sedang main ke rumah Sinta, meskipun orang tua Sinta sangat baik dan ramah Viola tetap canggung.


Selesai mandi Viola melihat banyak makanan di meja makan dan perutnya langsung keroncongan.


Mereka pun makan malam bersama di selingi tawa-tawa renyah membuat suasana menghangat.


Setelah makan ayah Bima langsung istirahat,sedangkan Viola dan Sinta menonton televisi.


"Eh La jadinya mau curhat apa? malah kelupaan kan tujuan utamanya" ucap Sinta membuka pembicaraan karena Viola juga lupa.


"Ya ampun gara-gara Dika nih jadi lupa kan aku Ta,jadi gini...aku lagi patah hati" kata Viola awalnya keras jadi memelan.


Sinta langsung kaget tiba-tiba sahabatnya curhat tentang percintaan.


"Hah,siapa yang bikin kamu patah hati?"


Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗


__ADS_2