I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 7


__ADS_3

đź’ť Selamat Membaca đź’ť


"Nah tuan duduk di sini saja ya supaya tidak kotor" kata Viola menyuruh tuannya duduk di kursi meja makan sederhana di rumahnya.


Stevan hanya tersenyum sambil mengangguk.


Dia terus memperhatikan gerak Viola kemanapun,Viola bergerak ke kiri matanya ikut ke kiri,Viola bergerak ke kanan matanya ikut ke kanan. Sungguh sangat tidak ada kerjaan,maklum saja kan bos,bos mah bebass.


Kini tatapan Stevan tertuju pada leher jenjang mulus milik Viola,dia tiba-tiba bergerak mendekati Viola.


Viola tersadar saat Stevan sudah berjarak satu langkah darinya.


"Eh tuan jangan ke sini nanti kotor saya belum selesai" kata Viola sambil melihat bingung bosnya yang hanya diam saja.


"Aku mau ikut membuat" Stevan berkata setelah sadar dari pikiran mesumnya.


"Tapi tuan.."


"Sssttt" ucapan Viola terpotong karena Stevan menempelkan jari nya pada bibir Viola.


"Aku cuma ingin belajar,apa tidak boleh?" pinta Stevan memelas.


Viola mengedipkan matanya berkali-kali bingung,ada apa dengan tuannya?.


"Baiklah tuan saya akan membuat adonannya nanti tuan yang isi selainya ya" jawab Viola membolehkan dengan senyumnya.


Viola mengajarkan Stevan cara membuat adonan roti, Stevan hanya melihat karena Viola yang mengerjakan. Stevan manggut-manggut paham tanda mengerti. Lalu Viola mengajarkan Stevan mengisi rotinya.


"Beri celah sedikit seperti ini" kata Viola sambil mempraktekkan.


"Lalu masukkan selainya,agar mudah pakai plastik seperti ini tuan" katanya menunjukkan plastik segitiga.


"Setelah itu isi secukupnya,tutup rapat lagi adonannya,seperti ini,kalau saya sih suka isi selainya yang banyak tuan biar puas hahaha" Viola tertawa tapi hanya di tanggapi gelengan Stevan.


Stevan pun melakukan apa yang di ajarkan Viola tadi.


"Sudah selesai" kata Stevan saat Viola datang.


Viola baru menghampiri ayahnya di kamar,takut ayahnya membutuhkan sesuatu.


"Waah cepat sekali tuan,anda hebat" kata Viola tersenyum lebar sambil memberi Stevan 2 jempol yang di acungkan ke depan.


"Siapa dulu dong" kata Stevan membanggakan dirinya.


Stevan dulu tidak terlalu suka roti-rotian dia lebih suka makan buah jika lapar tapi sedang tak ingin makan nasi atau makanan berat lainnya. Tapi sekarang? dia sangat doyan.


"Tuan celana anda kotor,apa anda membawa celana ganti?" tanya Viola khawatir,dia masih ingat kata-kata Stevan yang sepulang dari sini akan ke rumah orang tuanya,apa jadinya jika dia ke rumah dengan keadaan kotor.


"Aku tidak bawa" jawab Stevan berbohong,dia selalu menyiapkan pakaian lain di mobilnya.


"Tadi kata tuan,tuan bawa?" kata Viola bingung,tadi katanya bawa,sekarang tidak,mana yang benar?.


"Mmm yah aku lupa sebenarnya aku tidak bawa hehe" jawabnya cengengesan.


"Aduh tuan bagaimana dong? katanya tuan dari sini akan ke rumah tuan?"


"Iya benar" jawab Stevan santai,duduk menunggu roti matang.


"Ini sudah hampir sore tuan,dan kalau saya mencucinya dulu akan lama keringnya" Viola memang tidak punya mesin cuci,dia hanya mencuci pakaian dengan tangan.


Setelah berdebat sampai rotinya matang Viola mengalah karena Stevan bilang dia tidak apa-apa. Dia tidak tau saja Stevan membohonginya dia gemas melihat wajah panik Viola,ingin rasanya mencium bibirnya,pipinya tapi dia tidak berani,dan tentu saja... gengsi.


"Tuan mau mengambil berapa rotinya?" tanya Viola menyusun roti di keranjangnya.


"Semua ini" jawab Stevan menunjuk roti yang belum di bungkus plastik.

__ADS_1


"Hah semua tuan?" tanya Viola tak percaya,dia kira hanya Stevan yang akan memakannya,dia tidak ingat Stevan akan pergi ke rumahnya,mana mungkin Viola berpikir rotinya akan di bawa ke rumah tuannya.


"Iya,kenapa? tak boleh? aku tak akan meminta gratis aku bayar dengan yang kemarin" kata Stevan berkata jujur,dia memang akan membayar rotinya kali ini.


"Buk-bukan begitu tuan tapi ini ada 30an roti,apaa tuan yang akan memakan semua ini?" Viola penasaran bagaimana Stevan menghabiskannya.


"Tentu saja tidak Vio,sudah akan ku bayar tidak ada penolakan" Stevan memberi perintah dan Viola hanya menganggukkan kepalanya.


"Ini kebanyakan tuan" kata Viola sambil menyodorkan uang sisa yang diberikan Stevan terlalu banyak.


"Itu memang untukmu dan ayahmu" jawab Stevan menampilkan giginya.


"Terima kasih banyak tuan" Viola membungkuk tanda terima kasih pada Stevan karena dia selalu membantu keuangannya.


"Sama-sama,aku pergi dulu,sampaikan salamku pada ayahmu" katanya sambil berlalu menuju mobil.


Viola memperhatikan mobil tersebut sampai tak terlihat dari pandangannya. Dia masuk ke dalam dan segera membersihkan dapur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah perjalanan 25 menit Stevan sampai di mansion Wijaya.


Para satpam membungkuk tanda hormat,tidak perlu membukakan gerbang yang tinggi menjulang itu,karena sudah terbuka otomatis.


Masuk ke mansion Stevan mengedarkan pandangannya,terlihat sepi. Hanya para maid yang berseliweran sambil membungkukkan badan.


Dia membawa rotinya ke dapur dan berlalu ke kamarnya karena akan mandi.


Di lantai bawah mommy Ayu dan Tania baru saja pulang dari mall habis belanja.


"Mom yuk ke dapur,kita makan" ajak Tania,karena tadi di mall mood makannya tiba-tiba hilang saat melihat mantan kekasihnya dulu.


"Iya mommy juga lapar" jawab mommy mengiyakan ajakan putrinya.


"Inah siapkan makan ya" katanya ramah,pada salah satu maid di mansionnya.


"Eh ini apa?" tanya mommy Ayu pada maid yang ada di dapur,karena Tania masih di kamarnya untuk berganti pakaian.


"Itu tadi tuan yang bawa nyonya,saya tidak berani membuka karena belum ada perintah" jawab salah satu maid sopan.


Mommy Ayu hanya mengangguk dan membuka kardus polos berwarna ungu itu. Dia terkejut melihat isi di dalamnya,roti yang sangat banyak. Sejak kapan Stev suka roti ya?perasaan dulu kalau di belikan roti langsung tidak mau


Mommy ayu bingung tapi penasaran juga dengan rasa roti itu,dia sudah tau kalau Stevan membawa makanan berarti dia membawakan untuk dirinya,suaminya,dan putrinya.


Mommy Ayu mengambil 1 roti dan mulai memakannya,dia sangat menikmati, pantas saja Stev suka ini sangat enak,pikirnya.


"Tapi dimana Stev membeli roti ini ya,rotinya seperti home made tapi lebih enak dari toko kue langgananku" tanyanya pada diri sendiri.


Tania yang baru datang bingung melihat mommynya bicara sendiri dan di hadapannya ada kardus berwarna ungu, seingatnya tadi dia tidak berbelanja makanan.


"Mom,itu apa? dan apa yang mommy makan?" tanya Tania penasaran.


"Ini roti yang di bawa Stevan lihatlah" mommy Ayu melihatkan kardus roti yang isinya begitu banyak.


"Hah banyak sekali mom, untuk apa kak Stev membeli roti sebanyak ini?"


Mommy ayu meneruskan memakan roti itu,Tania yang penasaran dengan rasanya pun mengambil 1 roti dan memakannya.


"Wow amazing,ini sangat enak mom lihat" dia memperlihatkan rotinya yang di dalamnya berisi banyak selai strawberry kesukaannya.


"Punya mommy isinya selai madu Ni" kata mommy Ayu sambil memperlihatkan roti yang sudah hampir habis itu pada Tania.


"Bukannya kak Stev tidak suka roti mom?" tanya Tania tak mengerti kenapa kakaknya tiba-tiba membawa roti karena setaunya kakaknya tak suka roti.


"Mommy juga tak tau,mungkin sekarang dia suka" jawab mommy Ayu mengendikkan bahunya.

__ADS_1


Para maid hampir menyelesaikan acara memasaknya tapi mommy Ayu dan Tania sudah hampir kenyang karena sudah memakan 3 roti masing-masing dari mereka. Isinya yang tidak kentara membuat mereka penasaran dan akhirnya memakan lagi dan lagi.


"Mommy akan ambil 7 untuk di simpan" katanya santai sambil mengambil 7 roti dan di simpan di tempatnya.


"Ya aku juga akan ambil 7" Tania ikut-ikut mommynya dia juga sangat suka roti itu.


Masing-masing dari Tania dan mommy Ayu mengambil roti secara acak,tak sabar ada isi apa lagi yang akan mereka temukan di dalam rotinya.


Viola memang sengaja membuat isinya beraneka ragam supaya yang memakan tidak bosan,dia juga akan menambahkan isian baru jika dia menemukan selai enak.


Daddy Prabu yang baru saja pulang dari kantor langsung menuju meja makan,tidak sempat makan di kantor dikarenakan kerjaan yang sangat banyak.


Dia melihat istri dan putrinya sedang menunggu di meja makan,mommy Ayu memang sengaja menunggu suaminya pulang,karena tadi sempat mengirim pesan akan makan di rumah.


"Daddy tidak mandi dulu" tanya Nia pada daddynya karena biasanya daddynya akan lebih memilih mandi dulu daripada makan.


"Daddy sudah sangat lapar Nia,mandinya nanti saja" jawab daddy Prabu segera memakan masakan yang sudah istrinya siapkan di piring.


Daddy Prabu tidak tau jika Stevan pulang,dia terlalu buru-buru masuk dan tidak menyadari mobil Stevan berjarak 2 mobil darinya.


"Ini apa?" tanya daddy Prabu mengambil kardus roti yang ada di samping meja makan.


"Itu roti dad,kak Stev yang bawa"


"Hah Stevan pulang? kenapa kita tidak menunggunya untuk makan bersama" kesal daddy Prabu,karena sekarang jarang sekali bisa makan berempat dikarenakan sibuk dengan kerjanya masing-masing.


"Maaf dad tadi Nia sudah memanggil kak Stev tapi pintunya di kunci dan tidak ada jawaban,Nia pikir kak Stev tidur jadi tidak mau mengganggu" jawab Nia menjelaskan agar daddynya tidak marah.


"Baiklah,,,kenapa daddy masih lapar ya jadi ingin makan roti ini" tunjuk daddy Prabu pada kardus roti.


"Makan saja sayang,itu Stevan bawakan untuk kita,mommy dan Nia sudah makan banyak karena rotinya sangaat enak,ya kan Nia"


"Iya dad enaaak sekali pokoknya" kata Nia sambil tersenyum sumringah.


Daddy Prabu yang penasaran pun langsung memakannya dan wow dia juga mengagumi rasa roti yang lembut itu.


Stevan turun dengan wajah bantalnya,teringat roti yang ia bawa dan tidak sabar untuk memakannya karena tadi tertidur.


Stevan yang akan mengambil roti dari kardusnya langsung di cegat daddynya dengan mengambil kardus itu cepat-cepat.


"Eitsss ini punya daddy Stev" daddy Prabu berkata sambil mulutnya penuh dengan roti.


"Daddy ini,kan banyak Stev juga mau" rengek Stevan seperti anak kecil.


"Banyak apanya ini tinggal 8 semua punya daddy" katanya sambil menyembunyikan roti di belakang punggungnya.


"Hah 8 tadi Stev bawa ada 30an loh dad" kata Stevan terkejut bagaimana bisa tadi banyak tiba-tiba jadi sangat sedikit.


Stevan melirik mommy dan adiknya yang cekikikan.


"Mom,Nia apa jangan-jangan kalian yang makan ya" tanya Stevan langsung diangguki mommy dan adiknya.


"Ya ampun kalian ternyata kalian makan banyak sekali ya" daddy Prabu menuduh mereka, padahal dirinya juga sama.


Heheheee cengenges mommy Ayu dan Tania.


"Sini dad itu untukku"


"Tidak pokoknya ini punya daddy" jawab daddy Prabu sambil berlari meninggalkan mereka di meja makan diikuti mommy Ayu dan Tania yang juga kabur takut ditagih rotinya.


"Mommyyy,daddyyy,Niaaaa" teriak Stevan kesal.


Readers tercintaa❤️ Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️

__ADS_1


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗


__ADS_2