
💝 Selamat Membaca 💝
"Maaf tuan saya tadi menyebrang tidak hati-hati" Viola kesal pada pria di depannya tapi tetap harus sopan karena bagaimanapun memang dia yang salah.
"Ehmm mmm tidak apa,lain kali hati-hatilah" kata pria itu lembut, sangat jauh berbeda ketika tadi.
"Iya tuan,saya permisi dulu" pamit Viola pada sang pria tapi langsung di cekal tangannya.
"Tunggu,kita belum berkenalan" kata pria tersebut sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.
"Mm saya Viola tuan" Viola menjabat uluran pria di depannya,tetapi langsung menariknya sebelum pria itu memperkenalkan namanya.
"Aku Panji Bratana" Panji memperkenalkan namanya dengan bangga,dia tidak tau saja Viola tidak kenal siapa pun pengusaha kaya, kecuali Stevan.
Panji Bratana merupakan CEO dari Bratana Group. Dia terkenal suka main wanita, tetapi tetap saja wanita di luar sana rela menyerahkan tubuhnya demi berhubungan dengan Panji.
Lain dengan Viola,dia merasa risih melihat mata Panji yang jelalatan seperti mencari mangsa. Tentu saja iya,Panji adalah orang yang ambisius. Dia terbiasa mendapatkan apapun dari kecil. Karena Bratana Group sudah terkenal dari dulu,dan dulu pernah mencapai puncak jayanya,yaitu menjadi pengusaha no 1 di negaranya.
Tapi seiring berjalannya waktu perusahaan Bratana Group di saingi oleh banyak perusahaan yang baru,salah satunya Wijaya Group.
Kini Bratana Group menjadi perusahaan no 9 di negaranya, sudah sekian tahun mereka berusaha mengalahkan perusahaan lain,tapi bila naik hanya mencapai angka 7 terbaik dan selalu menurun lagi.
"Oh iya tuan,kalau begitu saya permisi" ingin rasanya Viola cepat lari dari tempat itu,tapi Panji mencekal tangannya lagi.
"Boleh aku minta nomormu? atau kita makan or minum dulu" tawarnya pada Viola, biasanya jika ia menawari sesuatu pada wanita, wanita itu akan langsung mengangguk mengiyakan dan merasa dirinya sangat beruntung.
"Maaf tuan saya harus pulang" tolak Viola sopan membuat Panji tertawa lirih,baru kali ini ada wanita yang menolak waktunya.
"Biar ku antar" tawar Panji sudah terpesona pada Viola dan ingin memilikinya.
"Tidak usah tuan,terimakasih,saya permisi" Viola langsung cepat berlari kecil sebelum Panji mencegah lagi.
"Viola,kau gadis yang unik,lugu dan polos, tunggu aku,aku pasti akan mendapatkan mu" yakin Panji pada dirinya sendiri.
Lalu diam-diam Panji mengikuti Viola dari kejauhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di mansion keluarga Wijaya,mommy Ayu sedang marah pada suaminya.
"Dad kenapa lama sekali Gio cari informasinya" dengus mommy Ayu kesal karena suaminya hanya menjawab sabar.
"Ya sabar dong mom,siapa tau Gio sedang berusaha, kalau belum memberi tau berarti belum berhasil" jawab daddy Prabu santai, walaupun sebenarnya dia juga penasaran,tapi tidak ada jalan lain, kalau bertanya pada Stevan? sama saja menghancurkan rencana mereka.
"Moom,daad" Tania datang memanggil orang tuanya dengan cemilan di tangannya.
"Ada apa Nia?" tanya mommy Ayu menepuk kursi di sampingnya supaya Tania duduk di dekatnya.
"Nia keinget roti yang kak Stev bawa waktu itu mom,pengen makan lagi" rengek Tania manja.
"Iya Ni,daddy juga rasanya ingin makan lagi" timpal daddy Prabu yang juga rindu pada roti lembut lumer itu.
"Kan kemarin mommy beli roti dad,Ni, memangnya tidak makan?" tanya mommy Ayu dengan wajah heran,biasanya suami dan putrinya suka sekali dengan roti dari toko langganannya.
"Makan mom,tapi terasa banget bedanya lembutnya beda" kata Tania memang benar adanya karena di angguki daddy Prabu.
"Ya sudah tanya Stevan belinya dimana,besok mommy akan belikan" jawab mommy Ayu yang sebenarnya juga ingin memakan roti itu, cuma dia sudah beli kemarin.
"Nia telepon kak Stev ya mom" kata Tania dan mommy Ayu hanya mengangguk.
📞Hellow kakaku tersayang
__ADS_1
📞Ada apa Nia?
📞Kakak sedang apa? sibuk kah
📞Tidak usah basa-basi,pasti mau merayu kan
📞Hehehe tidak kok
📞 Katakan,ada apa?
📞Mm Nia mau tanya,kak Stev beli roti yang enak itu dimana? Nia ingin beli
📞Rahasia
📞Tuh kan daad,moom kak Stev mah gitu
📞Kalau mau kakak yang belikan,mau berapa?
📞10 aja kak hehehe,,,eh eh enak aja 30 Stev daddy sama mommy juga mau tauk
📞Hahaha ya sudah iya nanti ku belikan,bye Nia
Beralih ke ruangan bertuliskan CEO di kantor Wijaya Group.
Stevan tertawa renyah mendengar kebisingan dari teleponnya. Bersyukur mempunyai keluarga yang harmonis dan kompak.
Aku ingin seperti daddy,yang berhasil membina rumah tangga,selalu memberi kasih sayang yang tak ada habisnya sehingga menjadikan keluarga harmonis dan menjadikan tempat ternyaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang hari yang cerah ini setelah kembali dari kantor Stevan, Viola menjual rotinya berkeliling.
"Ola berangkat dulu yah" pamit Viola pada ayahnya yang sedang membaca koran.
"Iya nak hati-hati ya"
Sekarang ayah Bima sudah lebih vit karena rajin periksa. Viola dan ayah Bima sangat bersyukur,tapi ayah Bima kadang merasa tidak enak pada Viola,karena dirinya yang merasa sudah sembuh masih tidak diijinkan Viola untuk bekerja.
Viola hanya mengijinkan ayahnya membantu membuat kue. Viola tidak ingin kondisi ayahnya drop lagi seperti beberapa hari lalu,dia sangat takut.
Baru saja berjalan sebentar ponsel Viola bergetar.
✉️Dimana?
✉️Di jalan tuan,sedang berkeliling
✉️Kalau sudah sampai di dekat tukang es cincau yang waktu itu hubungi aku
✉️Baik tuan
Viola mengernyit,selama 1 jam tadi mengantarkan makan siang,kenapa tidak tadi saja bilangnya kalau mau beli roti,dia hari ini hanya membawa 40 roti kalau tinggak sedikit ya salahkan diri sendiri tuan,pikirnya.
½jam kemudian Viola sampai di tukang es cincau dan mengirim pesan pada Stevan.
Stevan sudah membaca pesan Viola,tapi karena ada sedikit kendala pada pekerjaannya Stevan hanya mengirim pesan untuk menunggunya.
"Kenapa lama sekali sih tuan Stevan ini" gerutu Viola yang kesal karena Stevan bilang untuk menunggunya tapi dari tidak muncul juga.
Saat sedang fokus pada ponselnya berkirim pesan dengan Sinta,Viola di kagetkan dari arah belakang.
"Oyyy" teriak Dika kencang di samping telinga Viola membuat Viola langsung memukul Dika karena kaget.
__ADS_1
"Aduuh kok kamu pukul sih La" rengek Dika pada Viola,padahal rasanya juga tidak seberapa.
"Eh,eh maaf ya,mana yang sakit Dik?" tanya Viola panik melihat raut muka sahabatnya yang nampak tidak berbohong.
"Di sini" jawab Dika memegang dadanya di bagian jantung.
"Issh orang aku mukulnya di perut masak yang sakit jantung sih" kesal Viola karena dirinya di tipu.
"Hehee bagus kan aktingku?" kata Dika bangga dan langsung menyerobot es cincau yang sedang Viola minum.
"Dikaaa pesan sendiri ih ngapain minum punya ku" muka kesal Viola sudah nampak sekali,tapi Dika tidak memperdulikannya.
"Jawab dulu dong,bagus nggak?" goda Dika menoel dagu Viola.
"Iya bagus,bagus..kenapa kamu jadi genit Dik? kesambet setan dimana?" tanya Viola sambil merebut gelas di tangan Dika lalu tangan yang satu memegang dahi Dika.
"Enak aja,,eh iya deng tadi waktu makan siang nasi padangnya aku campur bunga melati" kata Dika bercanda membuat Viola bergidik.
"Ihhh pantes aja si jadi agak miring, hahahaha" mereka tertawa bersama,Viola sampai lupa kalau dia di sini sedang menunggu Stevan.
"Aku pamit dulu La,daa" pamit Dika pada Viola karena dia di hubungi sekertaris nya,Viola hanya tersenyum dan melambaikan tangan.
"Astagaa sudah lama sekali aku di sini dan tuan Stevan tidak datang juga,dasar pembohong" gerutu Viola melihat handphone nya yang tak kunjung ada kepastian juga.
"Maaf lama" kata Stevan tergesa-gesa menghampiri Viola.
"Iya nggak papa,tuan mau beli roti?" tanya to the point Viola sudah lelah menunggu Stevan.
"Iya,aku mau 30" ucap Stevan santai sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah.
"Ini tinggal 20 tuan,tuan si kenapa tidak bilang tadi pas makan siang,kan saya bikinnya jadi sedikit"
"Tadi aku lupa,ya udah 20 juga nggak papa"
📞Halo bos,ada klien
📞Kau handle Gi
📞Tidak bisa bos,dia ingin bertemu anda
Stevan kesal dan langsung memutuskan panggilannya sepihak.
"Aku langsung pergi Vi,ada klien,apa mau ku antar pulang dulu?" tawar Stevan pada Viola tak enak karena sudah menunggu lama.
"Tidak usah tuan, kasihan klien tuan jika menunggu lama"
"Ya sudah,pulang lah naik taksi biar aman, jangan naik ojek" nasehat Stevan dan diangguki Viola.
"Waktunya pulaang" Viola berjalan ceria menuju pinggir jalan untuk menunggu taksi.
Dari dalam restoran seorang wanita sedang mengamati gadis di pinggir jalan di arah belakang gadis itu.
Wanita itu mengerjapkan matanya berkali-kali mencoba mengingat-ingat dimana pernah melihat gadis itu,walau dari belakang.
Sepertinya aku pernah melihat gadis itu
Readers tercintaa❤️Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏
Mohon support-nya yaa❤️
Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi 🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada didalam otak imajinasi author🤗
__ADS_1