I Love You Bosku

I Love You Bosku
Bagian 5


__ADS_3

💝 Selamat Membaca 💝


"Akan ku tunjukkan semua ruangan yang ada di sini, ayo" ajak Stevan pada Viola.


Mereka pun berkeliling dan Stevan sedikit menjelaskan.


"Sudah paham kan?" tanya Stevan.


"Sudah tuan" jawab Viola.


Lalu Stevan pergi ke kamarnya untuk mengecek pekerjaannya. Sebenarnya Stevan hari ini akan ke kantor,tetapi karena ada Viola dia ingin menghabiskan waktunya dengan Viola,yaa walaupun Viola tidak tau.


Viola mulai mengerjakan pekerjaannya beberes,setelah itu dia akan memasak,tapi Viola bingung apa yang mau tuannnya makan. Akhirnya Viola pergi menemui Stevan untuk bertanya.


Tok tok tok


"Masuk" jawab Stevan singkat,tetap fokus pada pekerjaan di depannya.


"Tuan saya akan memasak,tuan ingin saya masak apa?" tanya Viola belum tau kesukaan dan yang tidak di sukai Stevan.


"Kau bisa memasak apa?" tanya Stevan,bukannya menjawab pertanyaan Viola dia malah bertanya balik.


"Biasanya sih saya hanya memasak menu sederhana di rumah tuan,tapi kalau tuan ingin yang modern-modern saya bisa melihat resepnya di YouTube hehehe,saya belum pernah memasak yang mewah-mewah tuan" Viola panjang lebar menjelaskan. Ya,memang Viola dan ayahnya selalu makan makanan sederhana,makan daging sebulan sekali saja belum tentu.


"Masak saja apa yang kau bisa" jawab Stevan ingin tau bagaimana rasa masakan Viola,kalau Stevan menyuruh Viola memasak dengan resep,bukan masakan asli Viola namanya.


"Baiklah tuan" Viola mengiyakan,lalu segera menuju dapur untuk memasak.


Pertama kali ke dapur Stevan tadi,Viola langsung kagum dengan apa yang dilihatnya, seperti dapur impiannya,di mana ada alat-alat masak lengkap,bahan-bahan lengkap dan yang paling penting semuanya tertata rapi.


Viola masih bingung akan masak apa, setelah beberapa menit berpikir dia memutuskan untuk membuat nasi goreng acar. Nasi goreng dengan resep ala Viola yang biasa dia masak di rumah,kini dia memasak di apartemen Stevan dan akan di makan oleh tuannya.


Viola takut Stevan tidak menyukainya,karena pasti selama ini makanan yang Stevan makan semuanya mahal-mahal dan mewah-mewah.


Nasi goreng yang di dalamnya ada telur,bakso,sosis dipadukan dengan acar terlihat sangat menggugah selera,Viola juga menambahkan tumisan pakcoy yang ia masak setengah matang agar tetap crunchy.


Wangi masakan tercium di hidung Stevan, perutnya langsung keroncongan minta di isi sarapan.


"Sudah masaknya?" tanya Stevan sambil melangkah ke meja makan.


"Sudah tuan,semoga tuan suka" harap Viola cemas. Stevan hanya mengangguk.


Suapan pertama Stevan langsung suka dengan masakan Viola,cocok di lidahnya,Viola tidak tau karena Stevan hanya menunjukkan ekspresi datar. Stevan melirik Viola yang hanya diam mematung di samping meja makan.


"Ayo sarapan bersama" ajak Stevan pada Viola tapi Viola menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak usah tuan saya nanti saja" tolak Viola dengan halus.


"Ini perintah Viola" tatap tajam Stevan.


"I-iya tuan" jawab Viola cepat.


"Ambillah kenapa diam saja? apa perlu aku ambilkan?" tanya Stevan karena melihat Viola hanya diam dan menunduk.


Viola menjawab dengan cepat "Tidak usah tuan,saya akan ambil sendiri" Viola pun mengambil nasi goreng dan menyuapkan ke mulutnya dengan lahap,ternyata rasanya lebih enak dari pada buatannya di rumah,mungkin karena bahan-bahannya lebih lengkap,pikir Viola.


Stevan terus memandang Viola tapi Viola tidak tau karena dia tidak berani menoleh ke arah Stevan. Viola sedikit mengintip ke arah piring Stevan dan dia terkejut melihat piring Stevan sudah kosong.


Hah tuan Stevan sudah selesai dari kapan? kenapa diam saja. Viola berdiri dan membawa piring kotor ke dapur,masih belum mengatakan apapun.


Setelah mencuci piring Viola menghampiri Stevan di kamarnya,karena dia tidak tau harus mengerjakan apa lagi.


"Permisi tuan" panggil Viola sambil mengetuk pintu.


"Ya masuk" perintah Stevan.


"Tuan" panggil Viola pelan karena takut mengganggu Stevan yang sedang bekerja.


"Ada apa Vio? katakan saja" jawab Stevan akhirnya menoleh,saat itu pula Viola langsung menunduk. Dahi Stevan mengernyit melihat Viola yang dari tadi tidak berani mengangkat kepala.


"Kau masih ingat pekerjaan apa saja yang aku katakan?" tanya Stevan.


"Masih tuan,beberes,memasak dan menyiapkan kebutuhan tuan" jawab Viola apa adanya sesuai perkataan Stevan hari lalu.


"Itu kau tau" Stevan menjawab dengan singkat.


"Aih tuan ini,maksud saya menyiapkan kebutuhan tuan itu yang seperti apa?" tanya Viola tak mengerti. Apakah seperti di novel-novel yang dia baca? hih Viola bergidik.


"Astaga Vio apa kamu tidak mengerti juga?" heran Stevan,yang di tanya hanya menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.


"Menyiapkan kebutuhanku itu seperti membereskan kamar, menyiapkan bajuku saat aku akan ke kantor,menyiapkan kopi,teh atau susu dan cemilanku juga... memandikan ku" kata Stevan datar tapi sebenarnya ingin sekali tertawa melihat muka terkejutnya Viola.


Hah tuan Stevan ini,yang benar saja,masa aku harus memandikan dia hiih kok aku jadi merinding ya.


"Mm-maksud tuan apa?" tanya Viola tidak mengerti apa yang ada di pikiran bosnya.


Pfffftttt Stevan masih menahan tawanya dan langsung merubah ekspresinya menjadi datar lagi.


"Ya memandikan lah Vio,apa harus aku jelaskan cara memandikan?" tanya Stevan sambil menaik turunkan alisnya.


Viola hanya menelan ludahnya dengan susah payah dan tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


Stevan langsung memberhentikan aksi jailnya.


"Hahahaha sudahlah aku hanya bercanda,kenapa kamu menganggap serius" Baru saja Viola bernafas lega,Stevan langsung berceletuk lagi "Tapii jika kamu mau aku dengan senang hati" dengan senyum seperti orang tak bersalah sudah mengerjai Viola.


Asik sekali mengerjai kamu,wajahmu yang malu itu tambah cantik dan imut hehehe.


"Tuan kenapa anda mesum sekali" kata Viola lalu meninggalkan Stevan begitu saja karena rasanya jantung Viola akan melompat keluar.


Apa tuan Stevan sebenarnya orang mesum ya,kok aku jadi takut huhu T-T


Setelah menetralkan degup jantungnya,Viola pergi ke dapur untuk membuat jus dan mengambil cemilan untuk Stevan.


Apa tuan Stevan suka jus? ah biarin saja aku buatkan jus,jus kan lebih sehat kata Viola lalu menyiapkan semuanya.


Viola menuju kamar Stevan untuk menyerahkan cemilan Stevan.


"Tuan ini saya taruh di sini cemilan dan jusnya" kata Viola sambil menaruh bawaannya di atas meja santai di kamar Stevan.


"Siapa yang meminta jus?" tanya Stevan karena dia hanya menyebutkan kopi,teh dan susu.


"Hehe maaf tuan saya sengaja membuat jus, jus kan menyehatkan untuk tubuh tuan" jawab Viola sok tau,tapi memang benar adanya.


"Aku tidak mau jus" tolak Stevan menahan senyum di bibirnya,ya dia mau mengerjai Viola lagi.


"Tapi tuan itu sehat lo daripada kopi" Viola hanya berniat baik untuk tuannya.


"Siapa yang bilang aku mau kopi? aku mau susu" jawab Stevan mengambekkan dirinya seperti anak kecil.


"Ooh baiklah tuan,tuan suka susu yang coklat atau putih?" tanya Viola tidak tau arah perkataan Stevan sebenarnya.


"Yang ada putih dan coklatnya dan...dua" pinta Stevan,dan Viola kebingungan.


"Maksudnya susu coklat dan putih di campur begitu tuan?" entah Viola yang polos atau Stevan yang terlalu mesum hingga jadilah pembicaraan yang seperti ini.


"Aku mau susu yang ter-gantung" jawab Stevan sambil tersenyum seolah yang di bahasnya hanya hal biasa.


Tiba tiba otak Viola langsung tersambung dan mengerti apa yang dibicarakan Stevan.


"Hahhh? dasar tuan gila" teriak kesal Viola sambil berlari keluar dari kamar Stevan.


Readers tercintaa❤️ Maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis🙏


Mohon support-nya yaa❤️


Jika ada informasi yang salah dalam cerita mohon dimaklumi🙏 Karena ini hanya Karangan/Fiktif belaka yang ada di dalam otak imajinasi author🤗

__ADS_1


__ADS_2