
merasa sedang di perhatikan. kecha menengok ke sana sini. untuk melihat siapa yang memperlihatkan. numun saat menengok. kearah lantai dua. tepat kamar Hansen Gadis itu melihat laki laki itu menatap kearah nya. detik berikutnya laki laki itu memalingkan wajahnya dan pergi begitu saja.
gadis itu bergidik bahu. dan acuh saja dengan tingkat sang tuan muda.ia kembali memperhatikan Poto tadi..
sampai akhirnya kecha menemukan Poto dimana Hansen dan ibu Farida Poto berdua. namun jika di lihat lebih detail Poto itu nampak aneh.
" kenapa wajah Bu Farida dan tuan muda Hansen tida begitu mirip " kecha begitu bingung melihat foto ini
tak mau ambil pusing. gadis itu melihat Poto yang menarik perhatian nya. Poto tuan Hans memakai seragam sekolah dasar. di Poto itu terlihat Hansen sedang tersenyum sumringah.
" dia jauh lebih tampan. saat senyum sumringah " tutur kecha
lagi lagi Hans mencuri pandang dan mengamati kecha dari jauh. ia sedang mengamati dari tangga rumah yang berada di dekat gadis itu.
kecha melirik dan lagi lagi ketangkap basah sedang mengamati kecha.
" ada yang bisa saya bantu tuan muda " tanya kecha sambil memamerkan senyum Indah
Hansen tak menjawab. hanya menaikan satu alisnya. kemudian naik ke tangga menuju lantai dua.
( cih. aneh ) gumam kecha
tak menghiraukan lagi. kecha pokus pada fase cantik yang terpajang di lemari kaca.
" waw. vase bunga yang imut dan cantik. " ucap kecha berbinar seraya memegang vase itu.
__ADS_1
" jangan di pegang "
( brack )
vase bunga cantik itu terjatuh dari genggaman tangan kecha. karena gadis itu terkejut dengar suaran tadi.
gadis itu terdiam mematung dan menatap vase cantik yang hancur di lantai.
Hans menghampiri kecha yang sedang panik. sambil mematung itu. laki laki yang membuat terkejut.
" sudah ku bilang jangan di pegang " sarkas Hansen dengan nada dingin
" m- maafkan aku " gadis itu menjawab dengan nada gugup karena takut.
Hansen menghela nafas panjang. menatap gadis desa di hadapan nya itu. yang sedang nunduk ketakutan. laki laki itu tersenyum remeh.
" sanggup mengganti nya . heem " tanya Hansen dengan nada remeh.
seketika keberanian dan mental kecha ciut mendengar ucapan pamungkas dari tuan muda nya itu
" tapi. aku gak punya uang. mengganti vase bunga yang mahal itu " tutur kecha merasa bersalah
" kalo gak bisa ganti kenapa kau pecah kan ? dasar gadis bodoh " umpat Hans kesal
" tapi itu karena kau " ucap kecha berani
__ADS_1
Hans menaikan satu alisnya tak mengerti.
" kenapa Aku? kau yang mecahkan " saut Hans cepat
" karena kau tadi mengejutkan ku tau. lagian kenapa kau terus mengamati ku udan mengikuti ku dari tadi " cap gadis itu kesal
hans Ter senyum remeh dan kembali menatap kecha dekat.
" mengikuti ? " ulang Hans
" untuk apa " sarkas Hansen
" emang dari tadi kamu mengikuti dan mengamati ku kan " bela kecha
Hans kembali menghela nafas. kemudian memalingkan wajahnya.
" berapa tingkat kepercayaan diri mu " tanya Hans dingin
seketika kecha terdiam.
" aku hanya mengawasi mu " sambung Hansen
kini kecha yang di buat Bingung.
" mengawasi ku ? memang nya kenapa " tanya kecha tak mengerti
__ADS_1
" kau itu orang asing. jadi aku harus Terus mengawasi mu. dan aku takut kalo kamu mencuri barang barang mewah di rumah ku " ucap Hansen santainya
seketika mata kecha membuka lebar karena terkejut dengan tudingan tuan muda nya itu..