I Love You Pengasuh Ku

I Love You Pengasuh Ku
62


__ADS_3

Kecha dan Hansen menganguk faham.


Setelah itu kecha mengajar Hansen duduk di bukit yang ada di Deket kebun itu. dalam perjalanan menuju bukit itu. para pekerja yang melihat Hansen menatap dengan tatapan kagum dan terpesona. padahal para pekerja di sini kebanyakan bapak bapak dan ibu ibu.


[ Wah. siapa pemuda tampan yang jalan dengan kecha itu ]


[ Astaga tampan sekali pemuda itu ]


[ seperti malaikat. tampan sekali ]


Lagi lagi hansen dan kecha mendengar kekaguman dan pujian ketampanan hansen kecha mulai jengah.


" Oii. kecha " panggil seorang laki laki berusia 50 tahun itu


" Ah.iya ada apa paman " saut kecha sambil berhenti berjalan. Hansen pun ikut berhenti saat kecha berhenti


" Siapa lelaki di belakang mu itu? apa dia kekasih mu " tanya paman itu


Kecha menoleh kebelakang. tepat di depan Hansen.


"Bukan paman. dia hanya teman ku " ucap kecha


Para pekerja itu nampak kecewa.


" Duh sayang sekali. ku kira dia kekasih mu. padahal kalian berdua itu sangat cocok. sama sama cantik dan tampan " ucap paman itu

__ADS_1


" kami memang masih berteman saat ini paman. tapi ku pastikan sebentar lagi ku akan jadi Sepasang kekasih. bahkan bisa jadi lebih. benarkah kecha " goda hansen melirik ke arah kecha


" Wah wah wah "


" Apakah kau akan melamar kecha "


" wah gila sekali kisah cinta kalian "


Para warga dan para bibi bersorak gembira mendengar nya. mereka saat ini seperti sedang menyaksikan kisah cinta kecha dan hansen di ladang singkong.


Kecha yang mendengar ucapan Hansen dan godaan ledekan para warga disini jadi tersipu malu. bahkan pipinya pun sudah merona.


Tak tahan menahan malu dan salah tingkah di depan hansen dan yang lain nya kecha langsung berlari meninggalkan Hansen


" Aku langsung tunggu kamu di atas bukit itu " saut kecha tampa berhenti


Hansen terkekeh kembali melihat kecha yang malu dan salah tingkah. tanpa lama hansen menyusul kecha.


" paman bibi aku duluan " seru hansen


" ok baiklah. kalo kalian nikah suatu saat nanti jangan lupa undang kami " seru paman itu


Hansen mendengar itu langsung tertawa. Hansen tiba di atas bukit itu. dan sampai di atas di suguhkan dengan pemandangan sangat indah. dari atas kelihatan seluruh rumah warga desa di sini.


Hansen menghampiri kecha yang duduk di bawah pohon besar yang ada di bukit ini gadis itu memejamkan mata nya dan menikmati hembusan angin sore yang menerpa wajah cantiknya.

__ADS_1


Hansen duduk di sebelah kecha. dengan hati hati agar gadis itu tak membuka mata nya dan menyadari kehadiran hansen di sisinya.


Mata hansen tak bisa berhenti menatap wajah cantik kecha yang terpampang di hadapan nya


harus hansen akui sang pengasuh itu memang sangat cantik.


" kenapa kau ber bicara seperti tadi " tanya kecha tiba tiba


Hansen yang sedari tadi menatap wajah indah' kecha pun terkejut.


Kecha menatap Hansen. dan meminta penjelasan.


" apa " hansen malah bertanya balik karena gadis itu menatap nya


" kenapa kau berbicara seperti tadi " ulang kecha


" yang mana? aku tidak ingat " celetuk Hansen dengan santai


Kecha berdecak kesal mendengar nya ..


" CK. kau ini menyebalkan " kesal kecha


Hansen terkekeh lagi saat melihat kecha merah karena dirinya. bener saat kemudian Hansen terdiam dan menatap kecha.


" Kecha " panggil hansen

__ADS_1


__ADS_2