I Love You Pengasuh Ku

I Love You Pengasuh Ku
61


__ADS_3

Seketika jantung kecha berdejub sangat Sangat kencang. kecha mematung sesaat. apa yang barusan hansen katakan?


" Dia anak juragan Santoso tau. pemilik kebun singkong ini " celetuk kecha


Hansen tersenyum remeh


" Jika kau mau aku bisa membeli kebun ini beserta para pekerja nya " ucap Hansen santai


Kecha menatap Hansen bener" tak percaya..


" Ke-kenapa kau tidak suka dengan Andi?" tanya kecha gugup


Hansen memasukkan kedua tangannya dalam saku celana pendek nya.


" Aku tidak suka pada orang* yang menyukai dirimu " ucap Hansen


" Hanya boleh aku saja yang menyukai mu kecha " sambung hansen lagi


lagi lagi ucapan Hansen buat kecha mematung. pipi kecha merah merona karena malu dan salah tingkah


" Apa yang sedang kau bicarakan ini ? ayo cepat kita bantu nenek " kecha mengalihkan topik pembicaraan. Gadis itu berjalan meninggalkan Hansen


Sementara Hansen memasang senyuman penuh arti kearah kecha. laki laki itu menatap gadis cantik yang sedang berjalan di tengah ladang singkong...


" Aku akan mendapatkan mu. kecha" gumam Hansen tersenyum

__ADS_1


Hansen dan kecha mulai membantu nek Warda


" Ini cangkul. Hansen kau bertugas menggali tanah yah "


" Dan kecha. bertugas menanam bibit singkong yang baru "


" Dan aku akan memetik singkong yang sudah siap panen "


Nek Warda memberi kecha dan hansen tugas masing masing


Tetapi. Hansen lagi lagi di bikin bengong dengan benda yang ada di tangan nya. cangkul. haruskah seorang hansen melakukan ini..


Kecha yang melihat wajah hansen bengong dan kebingungan hanya terkekeh.


Akhirnya hansen mengangkat cangkul nya dan mulai melakukan tugas nya dari nek Warda.


Hari ini. dan pertama kali nya di hidup Hansen. ia melakukan pekerjaan seperti ini ' apa apaan ' biasanya pekerjaan sepele pun di serahkan ke pelayan atau bodyguard. ' tapi kali ini ' ah kecha bener bener merubah total hidup hansen.


Tak terasa. hari sudah semakin siang. Hansen dan kecha yang sedari tadi bekerja sudah mulai kelelahan. terutama hansen. untung pekerjaan nya udah selesai.


Pakaian hansen sudah kotor trkena tanah. sinar matahari sore menerpa kulit putih hansen. yang sedang berkeringat itu.alhasil hansen makin ter lihat tampan dengan penampilan seperti ini.


"Ahhh. lelahnya...." keluh Hansen sambil duduk di sembarang tempat di kebun singkong itu


Kecha hanya ngegeleng kepala melihat hansen yang sudah kewalahan itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa bayangkan Nenek dan dirimu jika setiap hari bekerja seperti ini " Hansen


"Aku dan nenek sudah biasa " saut kecha


" Maka dari itu. cari uang itu sudah " kecha


" Gampang bagi ku " ucap Hansen


" cih. dasar kau ini " celetuk kecha


"Bagaimana pun kau harus mulai dari nol. jika ingin sukses. kau tidak bisa mengandalkan anak buah mu untuk melakukan pekerjaan walau se sepele apapun kau harus melakukan sendiri sukses di tangan mu bukan di tangan orang lain" kecha ceramah


Seketika Hansen tersenyum mendengar nya.


[ ini alasan nya. kenapa kamu istimewa di mataku "]


Tak lama kemudian. nek Warda menghampiri kecha dan hansen.


"Wah sukur lah. pekerjaan kita cepet selesai . terima kasih hansen karena kau sudah bantu nenek dan kecha pekerjaan ini " nek Warda


Hansen Hanya tersenyum.


"Sama sama nek " jawab hansen


" Yaudah kalo gitu. sekarang cepet kalian istirahat. nenek ingin meminta upah kita hari ini. pada juragan Santoso " tutur nek Warda

__ADS_1


__ADS_2