
" aku ingin bertanya pada mu " ucap Hansen langsung
" tentu saja boleh. tanyakan apapun sesuka hati mu " saut Widia
" kau tahu dimana kecha " tanya Hansen
seketika raut wajah Widia berubah.
" hey kenapa kau diam? apa kau tahu dimana kecha sekarang " ucap Hansen menaikkan suara nya
" tidak tahu. aku tidak tahu " tutur Widia . raut wajah nya langsung pias
" bohong. kau tidak mungkin tidak tau. " sargah Hansen
Widia kembali menatap hansen..
" Kamala kau menanyakan kecha" tanya Widia
" aku hanya membutuhkan nya. " saut hansen kikuk
" Halah . kau bohong . kau pasti merindukan kecha " tebak Widia
Hansen terdiam...
" ah dugaan ku bener. kau pasti merindukan k Cha " tebak tebakan widia lagi
" tidak. aku tidak merindukan nya " jawab hansen cepat
" kau bohong. aku tidak akan memberitahu mu dimana kecha kalau kau tidak jujur " celetuk Widia santai
Hansen menatap Widia dengan Wajah kesal...
[ sial. dia menjebak ku dengan pertanyaan ] gerutu hansen dalam hati
" ah. baik lah. baiklah " hansen akhirnya mengalah semua demi gadis itu...
sejenak hansen berdiam. sebelum ia melanjutkan perkataannya..
__ADS_1
" ia aku merindukan nya " tutur hansen
Widia terkejut sekaligus senang saat mendengar nya.
" aaaaaaaaaaa. akhirnya " teriak widia senang
" itu artinya kau mencintai kecha " Widia terkekeh
" ch! ucapan mu melantur dari tadi " Umpat Hansen
" jujur saja. siapa yang tidak jatuh cinta sama kecha dia itu cantik. baik hati. murah senyum dan ramah " ucap Widia senyum
" jadi kau mau ngasih tau atau tidak " ucap Hansen kesal
" jangan membuang waktu ku " sambung Hansen
" baik'lah baik'lah . aku akan memberi tahu mu " ujar Widia
bener wanita itu tau keberadaan kecha. sekarang
Hansen langsung mendengar kan ucap Widi Dena bnaik.
Hansen mengeryit kening bingung...
" sebenarnya kecha melarang ku memberitahu mu k beradaan nya. tapi karena ini demi kau.
yaudah lah aku memberi tahu mu " akhirnya Widi mengalah
ternyata kecha Lah yang melarang dan menutup mulut seluruh penghuni rumah agar gak memberi tahu kepada hansen.
" jadi kemana dan dimana keca. sekarang " ulang hansen
" kecha kembali ke desa nya " ucap Widia
Hansen terkejut. kenapa keca harus kembali ke desa nya.
" beritahu aku. dimana alamat desanya. kamu pasti tahu " ucap Hansen lagi
__ADS_1
" ah tidak. tidak. buat yang ini aku tidak akan ngasih tau " tolak Widia
" ayolah Widia...ku mohon..." gumam Hansen memohon
Widia menghela nafas...
( hey kenapa aku ini ) gerutu Widia dalam hati
" aku paling tidak bisa melihat orang memohon kaya gini " ucap Widi
Hansen tersenyum mendengar nya..
" tapi . jangan BRI tahu kecha . kalau kau tau info semua ini dari aku ya " pesan Widia
" aku janji " saut hansen
akhirnya Widia mengalah
" desa kecha bernama 'flower village' tepat nya di....."
Widia menjelaskan secara detail. alamat desa kecha. sementara itu hansen mencatat nya agar tidak lupa.
..." apa yang ingin kau lakukan? apa kau ingin pergi ke sana " tanya Widia...
. hansen mengangguk.
" astaga. jangan kalau kau-"
" aku akan baik'baik saja. " Potong hansen cepet
" tapi tuan mud-"
" terima kasih infonya " hansen dengan cepat memotong ucapan Widia lagi. ia segera pergi dari hadapan Widia.
akhirnya hansen mendapatkan info dan juga almat gadis itu.
" tunggu aku kecha. aku akan menyusul dirimu kesana " gumam Hansen tersenyum
__ADS_1
maaf maaf kari kemaren gak up jadi hari ini aku udah crezy up ya