
" *hey. dengarkan. apakah kau tau dimana rumah nek Warda " tanya hansne
" nek Wanda.? siapa nek Warda ? apa dia nenek ku ? " celetuk bocah itu lagi
Hansen menepuk jidatnya frustasi..
" hey. Kaka tampan. di desa ini yang bernama Warda itu dan banyak. kau harus nya memberi tahu secara detail " ocehan anak itu lagi
seketika Hasen terdiam. bener juga apa yang di katakan bocah itu...
" eeem. yaudah. kalau kecha kamu mengenal tidak " tanya Hansen mengganti topik pertanyaan
" kecha? si gadis kembang desa itu bukan? " ocehan bocah itu
[ astaga' bocah ' kau masih kecil sudah tau julukan seperti itu ] batin Hansen
" aaa. iya . dia kecha cantik. kalian pasti mengenal nya kan " tanya hansen
" tentu saja. siapa yang tidak mengenal dengan primadona di desa ini " bangga anak kecil itu
" dia kan pacarku " sambung bocah kecil itu sambil terkekeh
Hansen yang mendengar itu pun memasang wajah terkejut dan heran. bocah piyik seperti ini kenapa pikiran nya dewasa sekali..
[ pacarmu ? astaga. untungnya kau masih anak kecil. jika bukan akan mu bunuh kau berani berani nya berkata seperti itu. kecha milikku ] umpat batin Hansen
__ADS_1
" yaudah. kalau begitu antarkan. aku kerumahnya " pinta Hansen
anak kecil itu menggeleng.
" tidak. tidak mau " tolak nya
[ menyebalkan. sekali bocah ini ] umpat Hasen frustasi
Hansen menghela nafas jenuh. ia mencoba bersabar menghadapi bocah ngeselin ini.
" baik lah. katakan apa yang kau ingin kan. aku akan memberi kan apapun itu. asal kau antar aku kerumahnya. bagaimana apa kau setuju. " sambung hansen
" okeh " bocah kecil itu
akhirnya hansen tiba di rumah nek Warda dan kecha. meski ia harus merelakan earphone kesayangan nya yang di berikan pada bocah menyebalkan itu. bocah itu meminta earphone kesayangan hansen yang harganya mahal 5juta tapi hansen tidak masalah. yang penting sekarang dia menemukan rumah kecha...
Hansen memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah nek Warda..
( tok tok tok )
Hansen mencoba mengetuk pintu rumah itu ketukan ke satu belum ada yang menyahut dari sang pemilik rumah.
Hansen mengetuk pintu kedua kalinya..
( tok tok tok )
__ADS_1
" iya ...." akhirnya ada sautan dari dalam sana.
Hansen tersenyum senang.
" iya siap-"
pintu itu terbuka dan menampilkan gadis cantik yang keluar dari rumah bambu itu. gadis yang sudah berhari-hari menghilangkan dan gadis yang Hansen rindu kan.
" kecha " .
" tuan muda "
mereka kompak barengan menyebutkan nama masing masing
gadis itu menatap aneh ke arah laki laki yang sedang meminum teh anget di ruang tamu. 'sungguh *kecha tak habis pikir '
dan yang membuat bingung sang nenek* menyambut dengan senang hati
" kau pasti lelah ya.? perjalanan dari kota ke desa sangat jauh " ucap nek Warda
Hansen menaruh cangkir berisi teh buatan kecha di atas meja. iya menyahut sapaan nek Warda seraya tersenyum.
" iya nek. perjalanan sangat jauh " hansen tersenyum
" aku juga tidak mungkin melakukan semua ini. kalau tidak ada suatu hal yang penting " sambung hansen melirik ke kecha memang sengaja bicara seperti itu agar kecha mendengar nya.
__ADS_1
" wah. berarti cucuku santan penting ya " saut nek Warda senang
Hansen tersenyum sambil menunduk kepalanya. sementara kecha memejamkan mata Karena malu atas ucapan nenek nya.