I Will Chase You

I Will Chase You
Bab 10 - Hanya Mimpi


__ADS_3

"Tadi mama di telpon oleh wali kelasmu, dan dia mengatakan kamu tadi tidak membantu teman-temanmu membersihkan kelas, dan kamu akhirnya diberikan hukuman untuk membersihkan toilet kan?!" Tanya mama Keira memastikan


"Iyaa ma, tapi.." Belum sempat Keira menyelesaikan omongannya, mamanya telah menyuruhnya untuk merenungkan dirinya di kamar, dan dia dilarang keluar rumah kecuali waktu sekolah.


"Aihh mamaku ini gak pernah ngertiin aku, aku baru aja mau jelasin tapi udah kena hukum aja..gak di sekolah gak di rumah selalu aja dapat hukuman!" Ucap Keira kesal di dalam hati


*Di kamar


Setelah Keira masuk ke kamarnya, ia langsung merebahkan dirinya di kasur. Lalu ia tak sengaja tertidur dan bermimpi tentang mamanya.


"Keira, mama temenin belanja yah habis ini" Pinta mama Keira


"Iyaa ma" Jawab Keira mengiyakan dan kemudian mereka berdua berangkat ke pasar dengan berjalan kaki, karena jarak pasar dan rumahnya tidak terlalu jauh.


Saat mereka menyebrang jalan raya, mamanya melihat mobil yang tidak stabil ke arah anaknya yang tak lain adalah Keira. Dengan cepat mamanya mendorong Keira dan mengorbankan dirinya demi anaknya.


"Awas nak!" Teriak mama Keira dan langsung mendorong anaknya


Brukk..


Ibunya Keira tertabrak yang menyebabkan ibunya kehilangan banyak darah. Namun pengemudinya cepat-cepat melarikan diri dengan mobilnya.

__ADS_1


"Mama bangunn! Please jangan tinggalin aku!" Keira meneteskan air matanya melihat mamanya telah mengeluarkan banyak sekali darah


"Untunglah kamu selamat nak" Kata mama Keira dengan suara terbata-bata


"Iyaa ma, aku udah telpon ambulan jadi mama harus bertahan!" Ucap Keira dengan meneteskan air mata


"Maafkan mamamu ini yah Kei, mama selalu memarahi dan mengomelimu setiap hari..mama sangat beruntung memilikimu Kei" Kata mama Keira yang membuat Keira tambah menangis


"Aku udah maafin mama dari dulu kok, jadi mama gak perlu ngomong kayak gitu okey, yang perlu mama lakuin adalah bertahan sampai ambulan datang!" Kata Keira agar mamanya kuat, dan bertahan. Namun saat ambulannya telah datang ibunya sudah tak tertolong dan meninggal di tempat kejadian, yang membuat Keira tak dapat menahan tangis ketika melihat mamanya telah meninggal dunia


"Mama!" Teriak Keira dengan kencang, yang membuat dirinya terbangun dalam mimpi dan mengagetkan ibunya yang sedang memasak


"Ada apa Kei?" Tanya mama Keira yang melihat Keira sedang menangis di kamarnya


"Untunglah itu cuman mimpi" Kata Keira bersyukur di dalam hati


"Kamu kenapa Kei?" Tanya mama Keira mengkhawatirkan anaknya


"Aku minta maaf ma, aku janji gak bakal buat mama marah lagi!" Kata Keira meminta maaf atas kesalahannya dan membuat mamanya sangat terkejut


"Kamu serius Kei?" Tanya mama memastikan ucapan Keira anaknya

__ADS_1


"Iya ma.." Jawab Keira mengiyakan dengan


"Kamu beneran ga papa kan Kei?" Tanya mamanya lagi yang masih keheranan


"Iya ma, gak papa kok" Kata Keira lalu melepaskan pelukan dan menghapus air matanya


"Kamu habis mimpi buruk yah Keira sayang?" Tanya mama Keira dan lalu langsung memeluk Keira lagi


"Iyaa ma" Jawabnya dengan menahan tangis


"Yaudah daripada nangis terus, mending Keira makan dulu yuk..mama udah masakin makanan kesukaanmu" Ajak mama Keira agar anaknya makan dan dapat berhenti menangis


Setelah selesai makan kini Keira kembali ke kamar dan duduk termenung di meja belajarnya dengan memegang pensil yang biasa ia pakai untuk menggambar. Lalu ia mulai menggambar sesuatu namun di hapus kembali olehnya.


"Aaaa kenapa sih aku masih mikirin mimpiku yang tadi! " Ucap Keira kesal dan sedih bercampur aduk hingga meneteskan air mata


Selesai menghapus air matanya, ia langsung menatap ke arah jendela yang bersebrangan dengan kamar Reihan dan tak sengaja melihat Reihan yang sedang belajar di kamarnya dengan serius yang membuatnya terlihat sangat tampan.


"Reihan, apa kau tau? Aku sangat menyukaimu dari dulu..tetapi mengapa kamu selalu menolakku?" Kata Keira yang telah melupakan mimpinya dan kembali memikirkan Reihan


Saat Keira masih menatap Reihan dengan tatapan terpesona, Reihan seperti merasa ada orang yang telah memperhatikannya sedari tadi dan membuatnya tak fokus belajar.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2