I Will Chase You

I Will Chase You
Bab 38 - Masa Lalu Reihan


__ADS_3

"Fira ngapain ngeliatin aku gitu banget sih! Apa jangan-jangan dia tau apa yang tadi aku omongin dalam hati" Kata Fadil dalam hati sambil menghindari tatapan Fira, dan memilih untuk menatap ke arah Kevin


"Dil kamu ngeliatin aku kayak gitu?" Tanya Kevin risih


"Heh GR kamu tuh, orang aku ngeliatin dinding yang di belakangmu kok!" Jawab Fadil beralasan


"Buat apa ngeliatin dinding? Kayak ga ada kerjaan aja" Ucap Kevin


"Ya suka-suka aku lah mau ngeliatin apa" Jawab Fadil yang bingung harus berkata apa


Mama Keira yang melihat tingkah mereka hanya bisa dapat tersenyum. Fira yang sekilas melihat mamanya Keira tersenyum, langsung ikut tersenyum, karena mamanya temannya itu tidak lagi terlihat murung, dan sedih karena anaknya.


* * * * *


"Kak, aku kapan pulang sih? Aku udah bosan banget disini" Tanya Reza ke kakaknya


"Besok kamu udah boleh pulang" Jawab Reihan


"Beneran kak?!" Kata Reza antusias


"Iya" Jawab Reihan mengiyakan


"Horee! Akhirnya aku bisa pulang. Oh ya kak, nanti kalau aku udah boleh pulang, aku mau tinggal di rumah kakak aja yah? Boleh kan" Pinta Reza agar Reihan mengizinkan dia untuk tinggal di rumah Reihan


"Nggak" Tolak Reihan spontan


"Iah kok gitu sih kak?! Orang ibu aja udah bilang kalau aku boleh tinggal di rumah kak Reihan sementara kok"


"Kalau udah di bolehin sama ibu kenapa harus minta izin ke kakakmu?" Tanya Reihan yang sedikit kesal

__ADS_1


"Ya kan aku cuman pingin mastiin doang kalau kak Reihan itu ga masalah kalau ada aku di rumah kak Reihan"


"Owh" Kata Reihan singkat


"Kak Reihan tuh bisa ga sih jangan dingin gitu sama adik sendiri? Perasaan aku disini pingin ngobrol sama kakak, tapi kak Reihan selalu aja diam!" Gerutu Reza yang kesal melihat sikap kakaknya sendiri hingga ibunya datang dengan membawa makanan yang lumayan banyak


"Lihat ibu bawa apa nih" Kata ibunya sambil menunjukkan makanan yang ia bawa


"Apa tuh bu?!" Tanya Reza yang semangat karena melihat makanan yang ibunya bawa


"Ini makanan kesukaan kamu nak" Jawab ibunya


"Kalau makanan kak Reihan mana bu?" Tanya Reza keheranan yang membuat ibunya Reza, dan juga Reihan bingung harus menjawab apa, karena ia tau betul bahwa dirinya tidak tau sedikitpun tentang anaknya Reihan


"Aku ga punya makanan kesukaan" Jawab Reihan agar ibunya tak memikirikan pertanyaan adiknya


"Serius kak?" Tanya Reza lagi


"Iya" Jawab Reihan mengiyakan


"Iya bu, ayoo kak Reihan makan bareng aku" Pinta Reza


"Bukannya tadi kamu udah makan apa yang tadi aku bawa? Apa kamu belum kenyang?" Tanya Reihan penasaran


"Ehehe itu kan tadi kak, kalau yang sekarang kan beda lagi" Jawab Reza cengengesan


"Tstt udah kalian ga usah ngobrol terus, kasian loh makanannya ga di makan-makan" Kata ibunya agar mereka berhenti berbicara


"Iya bu" Jawab Reza semangat, menikmati makanannya dengan lahap

__ADS_1


"Oh ya Rei, ini tadi ibu beli susu buat kamu biar kamu tambah pintar, dan semangat" Kata ibunya sembari memberikan sebotol susu yang tadi ia beli sengaja untuk Reihan


"Maaf bu, aku ga bisa minum susu, aku alergi" Kata Reihan menolak pemberian ibunya, dan memilih untuk pergi keluar meninggalkan ruangan kamar adiknya


Ibunya yang melihat itu hanya bisa diam, dan merasa kalau dirinya sangat buruk sebagai seorang ibu karena ia tak tau apapun tentang anaknya.


"Bu, ibu kenapa?" Tanya Reza yang khawatir dengan ibunya


"Ibu ga papa kok nak, udah kamu lanjutin aja makannya" Jawab ibunya


*Disisi Lain


"Bahkan ibuku sendiri tidak tau apapun tentangku, seandainya ayah masih ada disini, mungkin aku tidak akan merasa kesepian seperti ini. Kenapa orang yang paling alu sayang malah meninggalkan aku sendiri" Gumam Reihan sambil berjalan menyusuri rumah sakit


*Masa Lalu Reihan dengan ayahnya


(10 Tahun Yang Lalu)


"Ayah aku mau Telur dadar di nasi gorengku" Pinta Reihan saat masih kecil


"Oke ayah bakal masakin telur dadar terenak buatmu" Kata ayah Reihan antusias


"Benar yah yah?" Tanya Reihan yang ikut antusias


"Iya, yaudah gih kamu mandi dulu, nanti ayah bakal siapin sarapan sekaligus bekal buat kamu yang ada telur dadarnya" Kata ayah Reihan agar Reihan segera mandi


"Iya yah aku mau mandi dulu" Jawab Reihan menuruti perintah ayahnya


Seusai mandi Reihan kecil pun langsung menyantap makanan yang telah di siapkan oleh ayahnya dengan sangat lahap. Ayahnya yang melihat itupun sangat senang, dan berniat untuk mengantarkan Reihan ke hari pertamanya sekolah setelah selesai makan.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2