
"Ayah aku masuk ke sekolah dulu ya" Kata Reihan sebelum memasuki sekolahnya
"Iya nak, oh yah jangan lupa nanti saat jam istirahat kamu harus habiskan bekal yang ayah buatkan tadi oke" Kata ayah Reihan mengingatkan agar Reihan menghabiskan makanannya
"Oke yah" Jawab Reihan kecil yang setuju
"Yaudah ayah pergi kerja dulu yah" Kata ayahnya sebelum meninggalkan Reihan di sekolah
"Iya yah, hati-hati di jalan yah" Kata Reihan kecil lalu langsung memasuki sekolahnya
"Reihan!" Panggil seseorang yang tak lain adalah Keira kecil
"Iya kenapa?" Tanya Reihan
"Kamu mau bareng aku ga ke kelas?" Tanya Keira malu-malu
"Nggak" Jawab Reihan menolak dengan spontan
"Tapi kan kita sekelas Rei" Timpal Keira
"Yaudah lah terserah kamu" Ucap Reihan pasrah
"Yeyy, makasih Rei" Kata Keira senang karena Reihan membolehkan dia berjalan bersamanya
"Buat apa?" Tanya Reihan yang keheranan
"Kan kamu udah izinin aku bareng kamu" Jawab Keira cengengesan
"Aku ga pernah ngizinin kamu, aku cuman bilang terserah kamu ya!" Kata Reihan jutek yang membuat Keira kecil kesal, dan langsung memilih berlari ke kelasnya tanpa mempedulikan Reihan
__ADS_1
"Dasar lemah" Gerutu Reihan yang melihat Keira berlari begitu saja
* * * * *
Sepulang sekolah Reihan langsung bersiap untuk pulang. Berbeda dengan Keira yang hanya diam, dan melamun di kursinya. Reihan yang melihat itu hanya mengabaikan Keira, dan memilih untuk pura-pura tak melihatnya.
"Keira? Kamu kenapa?" Tanya salah satu siswa laki-laki yang mengkhawatirkan keadaan Keira
Reihan yang melihat ada yang mencoba mendekati Keira pun langsung spontan menarik tangan, dan juga tas Keira untuk pulang bersamanya.
"Reihan kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Keira yang terkejut melihat Reihan menarik, dan menggandeng tangannya dengan erat
"Pulang" Jawab Reihan dengan nada yang sedikit kesal
"Tapi Rei aku belum di jemput sama papaku" Kata Keira menolak
"Tapi bukannya kamu yang selalu nolak kalau aku bersamamu. Terus kenapa sekarang kamu narik tanganku?" Tanya Keira kecil keheranan
Belum sempat Reihan menjawab, namun ibu Reihan datang, dan terlihat sekali raut wajah yang sedih dengan bekas tangisan di wajahnya.
"Bu? Ibu kok disini? Ibu udah pulang? Terus ayah kemana?" Tanya Reihan yang membuat ibunya tak bisa menhan tangis, dan langsung memeluknya erat-erat
"Iya Reihan ibu udah pulang, maaf ya Rei ibu ga pernah ada disisimu" Jawab ibu Reihan sambil mencoba menahan tangis
"Iya bu aku udah maafin itu semua kok. Oh ya kalau ayah tau ibu disini pasti ayah senang banget" Kata Reihan antusias
Mendengar Reihan berkata seperti itu, ia tak bisa menahan tangisannya lagi, dan ingin langsung segera membawa Reihan ke tempat tinggalnya.
Sedangkan Keira yang sedari tadi berdiri di sebelah Reihan hanya terdiam, dan memilih untuk tidak mengganggu Reihan, dan ibunya saat sedang berpelukan itu hingga papanya datang untuk menjemput Keira.
__ADS_1
"Keira" Panggil papanya
"Iya pa" Sahut Keira langsung berlari ke arah papanya, sedangkan papa Keira yang melihat ibu Reihan pun tersenyum dengan ramah
"Yaudah yuk Kei kita pulang, oh ya Reihan, Lia kita duluan yah" Ucap Papa Keira yang berpamitan dengan Reihan, dan juga Aulia si ibu dari Reihan
"Hati-hati ya om di jalan" Jawab Reihan yang tersenyum lebar. Berbeda dengan Reihan yang tersenyum ke papanya Keira, justru ibunya Reihan malah tidak menanggapi papanya Keira berpamitan hingga pergi dari pandangannya
"Bu ibu kenapa jadi diam aja? Ibu ga lagi sakit kan?" Tanya Reihan yang mencemaskan keadaan ibunya
"Nggak Rei, ibu ga sakit. Oh ya Reihan mau ga ikut sama ibu ke rumahnya ibu yang sekarang?" Tanya ibunya
"Tapi sama ayah kan bu?" Tanya Reihan memastikan yang membuat ibunya bingung harus menjawab apa
"Iya Reihan, ayah akan pergi bersamamu ke rumah ibu yang sekarang" Jawab ayahnya Reihan yang baru datang, dan melihat mantan istrinya yang sedang mencoba membujuk Reihan agar pergi bersamanya
"Kamu kok bisa disini?!" Tanya ibu Reihan yang kaget melihat kedatangan mantan suaminya
"Aku kan ayahnya, jadi aku berhak kesini, nah sedangkan kamu ngapain kesini" Jawab ayahnya, dan langsung bertanya balik
"Ee Aku cuman mau jemput Reihan doang kok" Kata ibunya
"Owh karena aku udah disini berarti kamu ga perlu jemput Reihan lagi" Ucap ayahnya dengan nada mengusir agar mantan istrinya itu pergi
"Yah bukannya tadi ayah bilang mau ke rumah ibu, kok sekarang malah pada ngobrol disini" Kata Reihan yang keheranan akan sikap ayah, dan juga ibunya
"Ehh iya ayah sampai lupa, yaudah yuk kita sekarang ke rumah ibu" Kata ayahnya yang langsung menggendong Reihan di punggungnya, dan menyuruh ibunya Reihan agar ikut dengannya mengunakan mobil sambilnya menunjukkan arah dimana ia tinggal
#Bersambung
__ADS_1