
"Sttt, apaan sih Fir, Reihan kan cuman ngasih usulan doang ke aku" Ucap Keira agar Fira diam namun tetap di dalam hati sangat bahagia
"Hilih, padahal di dalam hati pasti lagi senang banget" Kata Fira menggrutu
"Hah apaan sih Fir?" Tanya Keira beralasan dengan menginjak kaki Fira
"Gak papa" Jawab Fira dan menahan sakit di kakinya
"Emm, Rei ini dasimu mau aku kembaliin sekarang atau nanti?" Tanya Keira yang mencoba mengganti topik pembicaraan
"Kamu simpan aja dulu" Jawab Reihan
"Makasih yah Rei udah bantuin aku tadi" Ucap Keira berterima kasih ke Reihan. Saat Reihan ingin menjawab, ia pun diganggu oleh Lydia yang mengajak Reihan ke kantor bersamanya
"Rei, kita di suruh bu Siska ke kantor" Kata Lydia yang menghampiri Reihan
"Ehh Lydia, emang harus Reihan apa yang ke kantor?" Tanya Fira ketus
"Emm gak juga sih..cuman kata Bu Siska Reihan sama aku disuruh mewakili siswa kelas kita
"Owh gitu, kalau Keira boleh ikut juga gak?" Tanya Fira agar Keira dapat menjauhkan Reihan dan Lydia
"Ehh kok aku?" Tanya Keira keheranan
"Emang kamu mau kalau Reihan sama Lydia berduaan?" Tanya Fira membisikan di telinga Keira yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh Keira
"Emm boleh gak Lydia?" Tanya Fira mengulang
__ADS_1
"Emm boleh aja sih, tapi kan itu cuman buat perwakilan aja, masa iya bertiga" Jawab Lydia beralasan agar Keira tidak ikut bersamanya
"Tuh Kei, dah di bolehin..yaudah sana pergi bareng mereka" Kata Fira
"Hehe iya, makasih loh Fir udah bantuin aku" Ucap Keira mengucapkan terima kasih dan lalu meninggalkan Fira dan juga Fadil
"Iya santai aja" Kata Fira dan lalu dia kembali menyantap makanannya yang tinggal sisa sedikit
* * * * *
*Di kantor
Tok...Tok...Tok...
"Masuk" Seorang guru mempersilahkan masuk
"Begini, ibu ingin kalian sampaikan bahwa sebentar lagi sekolah kita akan di adakan lomba kebersihan kelas, nah ibu harap kalian dapat menyampaikannya ke semua siswa yang ada dikelas agar semua dapat mulai membersihkan kelas" Kata Bu Siska
"Baik bu, kami akan segera sampaikan" Jawab Reihan, Keira, dan juga Lydia bersamaan
"Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu datang juga, dengan begini aku gak perlu lagi ngerjain tugas matematika yang membosankan itu, dan juga aku bisa punya kesempatan buat lebih dekat dengan Reihan" Ucap Keira dalam hati dengan kegirangan
"Emm satu lagi, buat Reihan tolong kamu tunggu di sini dulu yah nak, kalau Lydia dan juga Keira, silahkan kembali ke kelas untuk menyampaikan apa yang telah ibu sampaikan tadi" Kata ibu Siska
"Lah kok Reihan gak boleh balik sih sama bu Siska, kalau begini caranya bisa hilang semua ekspetasiku buat deketin Reihan" Kata Keira dalam hati yang tidak senang
"Maaf bu, emang ada perlu apa yah bu sama Reihan?" Tanya Keira memberanikan diri
__ADS_1
"Begini Kei, ibu ingin Reihan mewakili sekolah kita untuk dapat mengikuti olimpiade sains, jadi ibu ingin membahasnya" Jawab Bu Siska menjelaskan
"Owh jadi begitu bu, baiklah kalau gitu bu saya dan Lydia pamit dulu" Kata Keira yang kemudian berpamitan untuk kembali ke kelas
* * * * *
*Di kelas
Sesampainya Keira dan juga Lydia di kelas, ia dan Lydia pun langung menyampaikan apa yang telah di sampaikan oleh ibu Siska, dan kemudian semua siswa yang di kelas pun langsung membersihkan kelasnya.
"Kei, tolong bantu aku buangin sampah dong" Ucap salah satu teman sekelasnya
"Kok aku?" Tanya Keira
"Kamu gak mau Kei? perasaan aku kan cuman minta tolong buat buangin sampah doang, masa cuman kek gitu aja nolak" Sindir teman sekelasnya yang tak lain adalah teman sebangkunya Lydia yang bernama Manda
"Eee, gak gitu..aku mau kok siapa yang bilang gak mau sih?"
"Yaudah nih tolong buangin sampahnya" Kata manda sembari menyodorkan plastik yang berisikan sampah
"Iya iya" Kata Keira dan kemudian dia berjalan untuk membuang sampah dengan kesalnya, yang hingga tak sengaja dia menabrak seorang siswa laki-laki
.
.
.
__ADS_1
Siapakah itu?