I Will Chase You

I Will Chase You
Bab 22 - Masalah Baru


__ADS_3

Setelah usai pengumuman yang di sampaikan kepala sekolah, mereka pun langsung bersiap ke kelas untuk mengambil tasnya, dan semua siswa ingin segera pulang karena memang sudah di izinkan untuk pulang oleh kepala sekolahnya.


"Huft akhirnya pulang juga, cape nih badan berdiri terus!" Ujar Fadil


"Santai sih Dil, cuman berdiri doang aja cape! Kamu tuh cowo apa cewe sih!" Ejek Fira


"Yah cowo lah! Kalau gak percaya aku buktiin nih!" Fadil yang berniat menunjukkan jakun nya agar Fira percaya


"Iyaa aku tau! Tapi kalau cowo tuh gak usah lebay juga kali!" Fira yang percaya, dan menyindir Fadil


"Emang gak boleh hah?!" Ujar Fadil kesal


"Tstt dah lah males aku ribut sama kamu! Gak bakal ada habis nya!" Fira yang memilih mengalah, dan langsung pergi meninggalkan Fadil yang sedang mengoceh


"Tuh kan kesal sendiri, makannya jangan sok-sokan nyindir orang!" Teriak Fadil agar Fira mendengar


Fira yang mendengar teriakan Fadil, dia hanya diam, dan memilih tidak mendengarkan teriakan Fadil.


"Dasar keparat! Kok aku pakai punya teman kayak gitu sih!" Kata Fira kesal dalam hati


"Cihh Fira pakai acara gak dengar lagi! Padahal aku udah cape-cape teriak!"


"Yang sabar yah Dil" Kata Kevin yang berjalan meninggalkan Fadil

__ADS_1


"Kalian berdua emang cocok" Ucap Reihan yang langsung meninggalkan Fadil


"Hahaha iya bener katamu Rei" Tawa Keira yang sudah kembali karena ucapan Reihan, dan langsung mengikuti Reihan pergi meninggalkan Fadil sendirian di lapangan


"Hah?! Apa kalian bilang?!" Kata Fadil terkejut dengan ucapan Reihan, dan langsung berlari mengejar mereka


* * * * *


*Di Kelas


"Woii! Kalian semua kok pakai tinggalin aku sendiri sih?! Sebenarnya kalian semua ini temanku bukan sih?!" Ujar Fadil yang sangat kesal karena semua temannya meninggalkan dia saat berbicara


"Sebenarnya aku malas jadi temanmu! Tapi mau gimana lagi, kamu udah jadi teman sekelasku" Kata Fira menjawab pertanyaan Fadil agar ia tak berbicara terus-menerus tanpa henti. Setelah Fira menjawab pertanyaannya Fadil, ia pun langsung ingin segera pulang sembari menggendong tasnya


"Fir kamu dari dulu gak pernah berubah yah! Selalu aja kalau bicara sama aku nyakitin terus, aku udah cape dengarin perkataanmu yang pedas itu! Kalau bukan karena kita sama-sama teman sekelas, dan juga sekaligus sahabat Keira, mungkin aku udah gak bisa tahan sama ucapanmu itu!" Tegas Fadil membalas perkataan Fira


"Dil? Kamu udah dong jangan berantem terus sama Fira, kamu gak cape apa berantem terus sama dia?" Tanya Keira ke Fadil


"Sebenarnya aku juga udah cape banget berantem terus sama dia Kei, tapi mau gimana lagi..dia tuh kalau bicara gak bisa di rem mulu, bawaannya Fira tuh ngegas mulu udah kek kompor, jadi yah aku bawaannya emosian kalau sama Fira" Fadil mencoba menjelaskan ke Keira agar Keira mengerti, dan paham


"Iya aku tau itu, tapi bukannya kamu tuh juga udah tau kalau Fira tuh emang dari dulu gak bisa nahan emosi kan? Jadi aku harap kamu sama Fira kedepannya jadi lebih akur lagi, dan gak terus-terusan berantem mulu udah kayak kucing sama tikus.." Ujar Keira


"Susah Kei kalau kalau kita berdua di suruh akur, udah ahh aku mau pulang, bye Kei, Rei..oh ya Kei? Kevin kemana?" Tanya Fadil sebelum pulang

__ADS_1


"Udah pulang mungkin" Jawab Keira singkat


"Owh gitu, yaudah kalau gitu aku pulang dulu yah Kei, Rei" Kata Fadil yang kembali berpamitan ke Keira, dan juga Fadil


"Iya..aku juga sekarang udah mau pulang nih sama Reihan"


"Owh ok" Kata Fadil singkat, dan pergi meninggalkan Keira, dan Reihan yang hanya berdua di kelas


Setelah Fadil pulang, Keira pun langsung membereskan buku-buku yang ada di lacinya. Berbeda dengan Reihan yang telah selesai membereskan beberapa buku-bukunya yang tadi ia taruh di laci, dan telah memasukkannya ke dalam tas. Ia pun langsung berjalan meninggalkan Keira di kelas.


"Rei! Tungguin lah" Kata Keira meminta agar Reihan menunggunya agar pulang bersama-sama


"Buat?" Tanya Reihan dengan memasukkan salah satu tangannya ke kantung celana. Keira yang melihat Reihan seperti itu, ia merasa kalau Reihan semakin tampan, dan Keira pun langsung dengan sigap mengambil handphone dan langsung memfoto Reihan


"Yah tungguin aja lah, lagi pula kita kan searah hehe" Kata Keira sambil memegang handphone dengan nada senang karenz dapat memfoto Reihan si cowo pujaannya


"Hmm..boleh ku pinjam handphonemu?" Tanya Reiha


"Eee boleh" Kata Keira mengiyakan permintaan Reihan, dan langsung memberikan handphonenya ke Reihan


"Apa sandimu?" Tanya Reihan


.

__ADS_1


.


.#Bersambung


__ADS_2