
"Apa sandimu?" Tanya Reihan
"Sandiku adalah hari ulang tahunmu" Kata Keira menjawab dengan spontan
"Owh" Reihan kemudian mengetik sandinya, dan mencari galeri handphone Keira
Saat Reihan menemukan galerinya, ia pun langsung menekan galeri itu dan tak sengaja melihat banyak sekali gambaran Keira yang ia gambar dan Keira foto untuk di simpan di galerinya. Reihan yang melihat itu pun kagum dengan Keira yang sangat keren seperti tiga dimensi, dan ada beberapa gambarannya yang terlihat nyata
"Gambaranmu bagus" Ucap Reihan memuji gambarannya Keira
"Ehh kamu kok bukain galeriku?" Tanya Keira yang terkejut karena Reihan membuka isi galerinya
"Aku cuman mau hapus fotoku yang tadi kamu ambil secara diam-diam" Kata Reihan
"Ehh kok kamu tau? Perasaan aku gak nyalain flash nya deh" Kata Keira bingung karena Reihan mengetahuinya kalau ia telah diam-diam memfotonya
"Emang di kira kamu..aku ini bodoh?" Tanya Reihan dengan perlahan sedikit mendekat dengan Keira. Keira yang melihat Reihan mendekat, dan membuat Keira sangat terkejut
"Ehh kamu mau ngapain? Kamu ngapain dekat-dekat?" Tanya Keira panik dan masih mencoba untuk memastikan kenapa tiba-tiba mendekatinya. Namun walaupun dia panik, ia tetap merasa senang karena bisa lebih dekat dengan Reihan
"Hmm aku heran dengan tangan mungilmu, dan juga pemikiranmu ini. Kenapa di saat menggambar kamu bisa berbakat sekali, dan sedangkan untuk pelajaran kamu sangat lemot" Kata Reihan yanv seperti memuji, namun sebenarnya mengejek dengan halus
"Hei Rei, aku emang gak pintar kalau soal pelajaran, tapi yah aku sadar kok, jugaan setiap orang itu pasti memiliki kelebihan, dan kekurangannya masing-masing..jadi yah kamu jangan pernah menyepelekan orang lain" Kata Keira yang membalas perkataannya Reihan dengan tegas, karena ia merasa kalau Reihan sedang mengejeknya. Dan Keira merasa kalau ia merasa tertipu karena Reihan mendekatkan dirinya ke Keira.
__ADS_1
"Maaf tapi aku sebenarnya gak menyepelekan kamu, tapi aku tadi sedang memujimu karena gambaranmu seperti layaknya seorang pelukis hebat" Reihan meminta maaf ke Keira dan mencoba menjelaskan maksud dari perkataannya
"Owh kalau gitu aku juga ingin ngucapin makasih banget yah karena kamu telah memuji gambaranku, jadi sekarang mending kita berdua pulang aja gimana?" Jawab Keira yang telah salah paham dengan Reihan, namun di dalam hatinya ia tetap merasa kesal dengan perkataan Reihan yang bilang ia lemot
"Emm" Kata Reihan yang mengiyakan ajakan Keira
* * * * *
*Di Perjalanan Pulang
"Rei, kita mampir bentar yuk di supermarket" Ajak Keira
"Yaudah kamu aja sendiri yang kesana" Kata Reihan cuek, dan tak mempedulikan Keira
"Bentar aja Rei, kan kamu bisa sekalian beli keperluanmu biar gak ke supermarket lagi" Bujuk Keira agar Reihan mau menemaninya, karena ia tau kalau Reihan sering pergi ke supermarket untuk membeli makanan, karena Reihan hanya tinggal sendirian di rumahnya, dan jarang memasak
Saat mereka berdua masuk, mereka pun langsung memilih apa saja yang akan di beli mereka. Setelah membeli apa yang mereka butuhkan, mereka berdua pun menuju ke kasir untuk membayar apa yang mereka beli, dan langsung berjalan pulang setelah membayar.
"Rei, makasih udah mah nemenin aku ya" Ucap Keira berterima kasih
"Aku cuman mau beli keperluanku, dan bukan berniat menemanimu, jadi kamu jangan terlalu kepedean" Kata Reihan menjawab Keira agar tidak terlalu kepedean
"Owh gitu" Kata Keira
__ADS_1
"Yang penting aku bisa bareng sama Reihan juga aku udah senang, apa ini rasanya kalau lagi kencan? Hihihi" Kata Keira dalam hati yang tetap senang, dan gembira karena Reihan menemaninya
*Drittt
(Suara Telepon Reihan)
"Halo Reihan" Kata seseorang yang menelpon Reihan
"Iya kenapa?" Jawab Reihan cuek, dan tak peduli
"Reihan ini ibu, ibu mau kamu temanin adik kamu di rumah sakit yah, soalnya ibu mau mau pulang sebentar untuk ngambil baju adikmu" Ucap seseorang yang menelpo Reihan yang ternyata adalah ibunya Reihan
"Reza emang kenapa bu?" Tanya Reihan
"Dia sakit demam berdarah nak, tolong yah kamu segera kesini" Pinta ibunya agar segera ke rumah sakit
"Emm baiklah" Jawab Reihan yang langsung memamtikan telepon ibunya
"Rei? Tadi siapa yang nelepon?" Tanya Keira penasaran
"Ibuku..Kei mending kamu pulang duluan, aku masih ada urusan" Jawab Reihan
"Owh oke. Ehh Rei emang kamu mau kemana?" Tanya Keira yang masih penasaran dengan urusannya Reihan, tetapi Reihan telah meninggalkan Keira sendirian
__ADS_1
"Haih, yaudah lah daripada aku disini sendirian mending aku pulang aja. Ehh kalau aku pulang ntar papa sama mama pasti bahas tentang perjodohanku lagi! Aaaa aku bingung, aku mending pulang atau gimana? Kok aku daritadi gak kepikiran sih! Kok aku bisa bodoh banget sih!" Ucap Keira yang bingung harus pulang ke rumah atau tidak, dan membuatnya mengutukki dirinya sendiri sambil berjalan
#Bersambung