
.
.
"Dari siapa Vin?" Tanya Keira yang masih penasaran dan mulai kesal
"Emm sebenarnya saat aku di kantor guru, aku melihat biodatamu dan kebetulan di situ ada nomor teleponmu" Jawab Kevin menjelaskan dengan sedikit malu
"Pftt, ciee yang merhatiin aku sampai liat biodataku segala..jangan-jangan kamu tuh suka sama aku yah?!" Keira yang mendengar penjelasan Kevin pun tertawa dan bercanda dengan Kevin, sehingga membuatnya melupakan kesedihan yang barusan ia rasakan
"Kalau aku bilang iya, kamu percaya nggak?" Jawab Kevin dan menanyakan balik ke Keira yang membuat Keira bingung harus menjawabnya apa
"Emm nggak lah, aku yakin kalau kamu itu tadi lagi coba bercandain aku doang.." Jawab Keira yang telah yakin kalau itu cuman candaannya Kevin
"Pftt iya aku tadi cuman bercanda doang kok hehe" Kata Kevin yang berbohong
"Nah kan aku bener, mana mungkin sih seorang Kevin yang baru aku kenal langsung berani ngatain cinta ke aku!" Kata Keira yakin
"Nah iya itu kamu tau" Jawab Kevin dengan sengaja tertawa
"Emm udah dulu yah Vin, aku mau mandi dulu hehe" Kata Keira yang ingin mengakhiri pembicaraan nya yang di handphone nya itu
__ADS_1
"Oh kamu belum mandi yah Kei?" Tanya Kevin berbasa-basi
"Emm belum, aku tadi ketiduran jadi belum sempat mandi hehe" Kata Keira menjelaskan ke Kevin dan setelah itu Kevin pun mematikan teleponnya
* * * * *
Setelah selesai mandi pun Keira melanjutkan hobinya seperti biasa yaitu menggambar. Namun berbeda dengan biasanya yang selalu menggambar dirinya dan Reihan, kini ia lebih memilih untuk menggambar pemandangan alam sekitar yang masih asri.
Seusai menggambar ia pun memilih untuk mengerjakan tugas matematika, walaupun dia tak mengerti sama sekali bagaimana mengerjakannya. Tetapi Keira mencoba mencari-cari cara mengerjakan tugasnya itu melalui internet.
Akhirnya Keira pun menemukan apa yang ia cari, dan ternyata soal yang ia kerjakan sama persis dengan yang di internet, yang membuat ia dapat mengerjakan soal matematika tersebut hingga selesai.
"Ehh kok aku jadi mikirin Reihan sih! Lupain Kei! Lupain!" Keira yang masih kesal dengan Reihan dan berharap dia bisa melupakan Reihan
*Di sisi lain
"Kenapa dengan Keira? Bukannya aku udah jawab pertanyaannya..terus kenapa dia yang nangis?!" Ucap Reihan dalam hati yang bingung kenapa Keira menangis dan membuatnya merasa sedikit bersalah. Sehingga Reihan pun memilih untuk menelpon Keira untuk menanyakan apa yang terjadi
*It's the love shot..na nanana nananana (nada dering handphone Keira)
"Nada dering yang aneh.." Ucap Reihan keheranan
__ADS_1
"Eee siapa sih yang nelpon lagi? Jangan-jangan sih Kevin lagi nih!" Kata Keira kesal lalu mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelponnya dan langsung mengira bahwa itu adalah Kevin
"Kevin, kamu kenapa nelpon lagi? Kamu ada perlu apa?" Tanya Keira yang masih kesal karena masih memikirkan Reihan.
"Ekhem aku Reihan" Jawab Reihan agar Keira tak mengiranya Kevin lagi yang membuat Keira sangat terkejut dan sekaligus bingung harus bicara apa
"Hah, Reihan? Kok dia tumben banget nelpon aku? Apa aku gak salah dengar?!" Tanya Keira dalam hati yang masih tak percaya kalau yang menelponnya adalah Reihan yang telah membuatnya kesal
"Halo? Apa kau masih disana?" Tanya Reihan yang menanyakan keberadaan Keira melalui teleponnya
"Iya aku masih disini! Kamu kenapa telepon aku?" Tanya Keira dengan nada yang jutek
"Tadi ngapa kamu nangis? Bukannya aku udah jawab apa yang kamu tanyakan tadi, lalu ngapa kamu nangis?" Tanya Reihan yang masih penasaran dengan keadaan Keira yang membuat Keira sedikit bingung harus berkata apa, karena dia telah terlanjur malu dengan Reihan
.
.
.
#Bersambung
__ADS_1