
Seusai membeli ice cream ibunya langsung bergegas ke mobilnya untuk memberikan ice cream ke anaknya.
"Nih ibu beli yang rasa vanila, kamu suka?" Tanya ibunya sembari menyodorkan ice cream untuk Reihan
"Ya bu" Jawab Reihan mengiyakan, dan langsung menerima ice cream yang di berikan ibunya
"Syukurlah ibu jadi senang kalau kamu suka, kalau begitu ibu akan antar kamu pulang sekarang ya" Kata ibunya lega, dan langsung menancapkan gas agar segera sampai ke rumah
"Bu, jangan terlalu cepat ya mengemudinya" Ucap Reihan lirih
"Oh iya ibu lupa kalau kamu masih makan ice cream, maafin ibu ya Rei" Jawab ibunya yang mendengar perkatan Reihan sehingga langsung mempelankan laju mobilnya
"Ibu dengar ucapan ku tadi?" Tanya Reihan terkejut karena ibunya mendengar perkataannya
"Dengar lah, emang kenapa Reihan?" Tanya ibunya yang tetap fokus mengemudikan mobilnya itu
"Ee..ngga papa" Jawab Reihan sembari memakan ice creamnya itu hingga sampai di rumahnya
Cittt..
"Yuk kita turun Rei" Ajak ibunya
"Bu kita ngapain kesini?" Tanya Reihan bingung
"Loh kan tadi ibu bilang mau anterin kamu pulang" Jawab ibunya
"Tapi bu ini rumahmu, dan bukan rumahku!" Tegas Reihan yang membuat ibunya tertegun sebentar
__ADS_1
"Rumah ibu juga adalah rumahmu Reihan" Kata ibunya menjelaskan
"Tapi bu kalau ayah sama aku ga kesini pasti ayah ga bakalan meninggal sekarang" Kata Reihan sembari meneteskan air matanya
Ibunya yang mendengar perkataan anaknya itupun langsung terdiam, dan ikut meneteskan air matanya.
"Maafin ibu Reihan, ibu tau kamu ga suka sama rumah ibu, tapi kamu juga belum bisa tinggal sendirian sekarang, jadi plis kamu harus nerima kalau kamu harus tinggal disini" Ucap ibunya yang langsung memeluk anaknya itu
"Nggak bu! Aku ga mau tinggal disini, aku mending tinggal sendirian daripada harus tinggal disini!" Tegas Reihan sembari melepaskan pelukan ibunya, dan langsung menghapus air matanya itu
"Reihan! Kamu harus nurut apa kata ibu, ibu ga mau kalau kamu sampai tinggal sendirian, ibu khawatir dengan keadaanmu" Ucap ibunya menjelaskan agar Reihan menuruti kata-katanya
"Ibu khawatir denganku? Bukannya selama ini ibu ga pernah bersamaku? Terus buat apa ibu khawatir dengan anak yang terlantar seperti aku bu?" Tanya Reihan dengan tangisan
"Kamu adalah anak ibu, anak dari darah daging ibu, jadi wajarkan kalau ibu khawatir dengan anak sendiri. Jugaan ibu mau tanya ke kamu Reihan, kamu tau kata-kata anak terlantar itu dari siapa? Apa dari ayahmu?" Tanya ibunya
"Ayah selama ini ga pernah ngasih tau kata-kata itu, melainkan orang-orang yang sering bilang gitu semenjak ibu pergi meninggalkan aku, dan juga ayah" Jawab Reihan menjelaskan
"Tapi ibu ga pernah kan nemuin aku? Aku ga percaya sama ucapan ibu, ibu ga usah bohong sama aku, walaupun aku masih kecil tapi aku tau orang yang berbohong sama yang nggak" Kata Reihan
"Seharusnya kamu tau Reihan kalau ibu sekarang lagi ga berbohong sama kamu" Timpal ibunya agar Reihan berfikir lagi tentangnya
"Maaf bu kalau aku ga ngertiin ibu, tapi itu juga karena ibu sendiri yang ga pernah mau nemuin aku dari dulu" Jawab Reihan
"Iya Reihan ibu tau ibu salah, tapi ibu mohon kamu maafin ibu ya Rei" Kata ibunya dengan memohon ke anaknya
"Nggak!" Jawab Reihan singkat, dan langsung meninggalkan ibunya
__ADS_1
"Kamu mau kemana Reihan?!" Teriak ibunya yang terkejut melihat anaknya meninggalkan rumahnya
* * * * *
"Reihan kamu ngapain duduk disitu?" Tanya Fadil membuyarkan lamunan Reihan tentang masa lalunya
"Eee ngga papa" Jawab Reihan linglung
"Lah terus kamu ngapain ngelamun gitu??" Tanya Fadil lagi yang masih penasaran
"Bukan urusanmu" Jawab Reihan ketus
"Cihh cuman tanya gitu doang aja langsung kayak gitu jawabnya" Kesal Fadil
"Fadil?!" Panggil Fira ke Fadil
"Tstt ini rumah sakit jangan terlalu kerasa teriaknya" Timpal Kevin ke Fira
"Hehe iya Vin maaf aku lupa kalau kita masih di rumah sakit" Kata Fira cengengesan
"Cih kalau sama Kevin aja langsung minta maaf, lah kalau sama aku ngegas mulu bawaannya" Ucap Fadil yang membuat Fira terpancing oleh omongannya
"Hehh apa kamu bilang hah?! Jelas-jelas kamu terus yang mancing emosiku terus!" Jawab Fira kesal
"Emang sih aku yang duluan mancing emosi kamu, tapi kan kamu duluan yang terus ngegas ke aku!" Timpal Fadil
"Kalian berdua bisa diam ga?!" Kata Reihan yang risih dengan keributan yang mereka perbuat
__ADS_1
"Loh kok bisa ada Reihan disini?" Tanya Fira mengalihkan keributannya sendiri
#Bersambung