I Will Chase You

I Will Chase You
Bab 40 - Reihan Menangis


__ADS_3

Sesampainya mereka di depan rumah ibunya Reihan. Reihan langsung meminta agar ibunya segera membukakan pintunya. Namun saat memasuki rumahnya, Reihan, dan ayahnya melihat ada seorang laki-laki yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv dengan santainya.


"Bu dia siapa?" Tanya Reihan


"Ee dia itu.." Belum sempat menyelesaikan perkataannya, orang itupun langsung menjawab pertanyaannya


"Dia itu istrinya om" Jawabnya dengan nada santai yang membuat Reihan terkejut mendengar semua itu


"Jadi selama ini ibu ga mau pulang karena ibu telah menikah lagi hah?!" Tanya Reihan sambil mencoba menahan tangis


"Maaf Reihan, ibu bisa jelasin.." Belum selesai bicara, ayahnya Reihan langsung membawa Reihan yang masih di punggungnya itu pergi meninggalkan rumah ibunya itu


"Ibu kok bisa ngelakuin itu ke kita yah, padahal kita selalu nungguin ibu pulang setiap hari, tapi kenapa ibu malah nikah lagi hiks" Tangis Reihan yang membuat ayahnya ikut bersedih mendengarnya


"Tstt udah ga usah di ingat soal yang tadi, mending sekarang kita beli ice cream aja gimana? Katanya di dekat sini ada ice cream yang enak banget" Timpal ayahnya agar Reihan berhenti membahas masalah yang tadi


"Aku ga mau ice cream yah, yang kumau ibu ikut pulang dengan kita, dan ga kembali lagi kesini" Jawab Reihan yang masih menangis


"Reihan ibumu dengan ayah sekarang telah bercerai, jadi ayah ga mungkin bisa bersama dengan ibumu lagi" Kata ayahnya yang terpaksa mengungkapkan perceraiannya dengan ibunya


"Jadi ayah sama ibu telah bercerai?! Terus kenapa ayah ga pernah cerita ke Reihan selama ini?" Tanya Reihan memastikan


"Maaf Rei, ayah cuman ga mau kalau kamu bakal membenci ibumu gara-gara ini" Kata ayahnya sembari meminta maaf


"Maaf yah? Ayah tau ga sih aku selalu nungguin kedatangan ibu setiap hari? Ayah tau ga sih kalau aku selalu berharap seperti anak-anak yang lain yang memiliki orang tua yang lengkap" Kata Reihan dengan tangisan, dan langsung mencoba turun dari punggung ayahnya agar bisa melarikan diri


Reihan yang berhasil turun dari punggung ayahnya langsung berlari ke sebrang jalan agar ayahnya tidak dapat mengejarnya. Namun saat sedang berlari menyebrang jalan, ia tak melihat kalau ada satu mobil truk yang melintas, dan seperti akan menabraknya.


Ayah Reihan yang melihat semua itu langsung berlari untuk menyelamatkan Reihan dalam bahaya. Namun, ia terpaksa harus mengorbankan dirinya, di karenakan tak ada cukup waktu untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Brukkk...


"Ayah!" Teriak Reihan yang mencoba memanggil ayahnya


"Reihan maafin ayah yah" Kata-kata terakhir ayahnya yang kemudian langsung meninggal di tempat kejadian


"Tolonggg!" Teriak Reihan meminta tolong ke siapapun yang ada di sana


* * * * *


*Di Rumah Sakit


"Kamu jangan nangis lagi yah Rei, ikhlaskan kepergian ayahmu" Ucap ibunya agar Reihan tak menangis lagi


"Ini semua gara-gara aku bu, seharunya aku ga lari kesana agar ayah ga meninggal" Kata Reihan yang menangis mendengar ayahnya meninggal


"Ini bukan salahmu kok Rei, ini semua karena supir truk yang mengantuk itu, jadi kamu jangan ngomong kayak gitu lagi" Kata ibu Reihan agar Reihan berhenti menangis


"Pulang? Kamu ga mau nemuin ayah dulu?" Tanya ibunya yang sangat khawatir


"Bu aku mau pulang sekarang!" Teriak Reihan agar ibunya mengantarkan dia pulang


"Yaudah ibu akan antarkan kamu Rei" Jawab ibunya


"Mas, aku mau anterin Reihan pulang dulu yah" Kata ibunya ke suaminya agar di perbolehkan mengantar Reihan


"Iya kamu hati-hati di jalan yah" Jawabnya membolehkan


"Ayoo bu" Ajak Reihan agar ibunya segera mengantarnya

__ADS_1


"Iya Rei" Jawab ibunya menurutinya


* * * * *


*Di Dalam Mobil


"Bu kamu tau nggak? Aku sama ayah selalu menunggu ibu kembali?" Tanya Reihan memulai pembicaraan, dan membuat ibunya bingung harus menjawab apa


"Nggak Rei" Jawab ibunya


"Owh" Kata Reihan dengan raut wajah yang kecewa


"Kamu kenapa Reihan? Apa ibu salah menjawab?" Tanya ibunya khawatir


"Nggak ibu ga salah jawab kok, aku cuma lagi ga mau ngomong aja" Kata Reihan yang membuat ibunya lega


"Rei, kita mampir dulu yuk kesana" Tunjuk ibunya ke arah tukang ice cream yang sedang berjualan sambil menghentikan laju mobilnya


Reihan yang melihat ibunya menunjuk ke tukang ice cream pun langsung tak tahan menahan tangis lagi yang membuat ibunya kebingungan.


"Kalau Reihan ga mau ice cream juga ibu ga bakal maksa kok, jadi udah ya Reihan jangan nangis lagi" Kata ibunya agar reihan tak menangis lagi


"Nggak bu, aku mau kok" Jawab Reihan sambil menghapus air matanya


"Kamu beneran mau Rei" Tanya ibunya


"Iya bu" Jawab Reihan mengiyakan


"Yaudah ibu bakal beliin kamu, kamu mau beli ya rasa apa Rei?" Tanya ibunya

__ADS_1


"Apa aja bu" Jawab Reihan


__ADS_2