
Keira yang masih bingung harus berbicara apa ke Reihan, ia lalu di kagetkan dengan kedatangan mamanya yang langsung masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kamu lagi teleponan sama siapa Kei?" Tanya mamanya yang membuat Keira sangat kaget dan langsung membuat Keira mengakhiri teleponannya dengan Reihan
"Eee ini ma, tadi aku lagi teleponan sama Fira" Jawab Keira berbohong kepada mamanya agar tidak curiga
"Lagi bahas apa sama Fira? Kok keliatannya serius banget" Tanya mamanya lagi yang masih penasaran dan membuat Keira asal menjawab agar mamanya tidak curiga
"Eee, tadi aku sama Fira lagi bahas pelajaran ma hehe" Jawab Keira
"Owh gitu, yaudah daripada kamu bahasnya lewat handphone, mending kamu suruh Fira main ke rumah aja Kei..ntar mama buatin puding kesukaanmu" Kata mama Keira agar mengajak Fira ke rumahnya
"Emm kenapa harus nunggu Fira dulu sih ma, kenapa gak langsung buatin puding buatku aja hehe" Kata Keira yang jadi menginginkan puding karena mamanya, namun mamanya menolak dan menyuruh Keira untuk menelpon Fira agar main dan sekaligus untuk belajar bareng di rumahnya
"Mana handphonemu Kei?" Tanya mama Keira dan sekaligus ingin meminta handphonenya Keira
"Mau buat apa ma?" Kata Keira yang menolak memberikan handphonenya itu
"Mama mau telepon Fira buat main kesini, sekalian suruh Fira buat bantuin kamu belajar" Jawab mama Keira menjelaskan sekaligus ingin menelpon Fira dengan menggunakan handphonenya Keira
__ADS_1
"Emm biar aku aja ma" Kata Keira yang menawarkan mamanya agar dia saja yang akan menelpon Fira temannya itu
"Nggak, mama yakin kalau kamu gak akan nelpon Fira!" Kata mamanya yang sedikit tak percaya pada anaknya itu
"Yaudah kalau mama gak percaya, aku akan nelpon Fira sekarang nih!" Kata Fira agar mamanya percaya dan kemudian langsung menelepon Fira temannya itu. Sebelum menelpon temannya itu, ia menulis SMS terlebih dahulu agar Fira dapat membantunya untuk bilang ke mamanya kalau yang menelponnya tadi adalah Fira
Setelah Fira melihat pesan yang ia sampaikan, ia pun langsung menelpon Keira terlebih dahulu agar mamanya tak curiga, dan kemudian mamanya pun langsung berbicara dengan Fira. Saat mamanya sedang bicara dengan Fira di telepon, ia menanyakan tentang siapa yang menelepon Keira barusan, dan dijawab oleh Fira bahwa yang menelepon Keira barusan adalah dirinya.
Akhirnya mamanya Keira pun percaya apa yang telah di sampaikan oleh Fira, dan langsung mengajak Fira agar main ke rumahnya Keira untuk belajar bersama dengan Keira anaknya. Namun Fira pun menolak dan mengatakan akan main ke rumah Keira lain kali. Dan kemudian Fira pun meminta izin ke mamanya Keira untuk menutup teleponnya terlebih dahulu karena ia sedang membantu ibunya di toko. Mamanya Keira pun mengizinkan Fira untuk menutup teleponnya.
"Gimana ma? Mama percaya gak sama aku?" Tanya Keira memastikan kalau mamanya percaya atau tidak
Keira pun merasa senang hingga meneteskan air mata, dan dibalik rasa senangnya itu ia sangat merasa bersalah dengan mamanya karena telah membohongi mamanya.
"Udah-udah gak usah nangis lagi, ntar mama jadi ikut nangis juga" Kata mama Keira agar berhenti menangis
* * * * *
Ceklek..
__ADS_1
Suara pintu terbuka, yang menandakan bahwa papa Keira telah pulang dari kerjanya
"Papa pulang" Kata papa Keira yang baru saja pulang dari kerjanya dan melihat tak ada keluarganya
"Keira papa udah pulang tuh, kita temuin yuk" Ajak mama agar menemui papanya
"Yaudah yuk ma" Jawab Keira dan langsung mengikuti mamanya di belakang dengan sembari menghapus air matanya
"Pa, papa bawa apa?" Tanya mama Keira yang penasaran dengan bawaan suaminya itu
"Oh ini, tadi papa lewat toko kue kesukaan Keira, jadi papa sekalian beliin buat Keira" Jawab papa Keira mejelaskan
"Mana pa? Aku jadi pingin cepat-cepat makan kuenya hehe" Kata Keira yang tiba-tiba muncul dari belakang mamanya
"Salim dulu dong sama papamu ini, masa Keira lebih ingat sama kuenya daripada sama papa..papa jadi sedih" Kata papa Keira yang sedih karena anaknya lebih mementingkan kue bawaannya daripada dia sendiri
"Hehe iya pa, aku lupa" Ucap Keira dan langsung mencium tangan papanya, kemudian papanya pun langsung memberikan kuenya kepada Keira dan Keira pun menerima dengan senang hati, lalu langsung menuju dapur untuk memotong kuenya itu
#Bersambung
__ADS_1