I Will Chase You

I Will Chase You
Bab 24 - Tertabrak Mobil


__ADS_3

Di saat Keira sedang bingung ingin kemana, lalu ia teringat akan Fira temannya, dan memilih untuk pergi menginap di rumahnya Fira, karena dia malas jika orang tuanya membahas tentang perjodohan


"Emm apa aku mending ke rumahnya Fira aja yah? Daripada aku harus pulang..yaudah deh mending aku nginap di rumahnya Fira aja 1 hari doang, besok juga aku harus pulang biar sekalian jelasin ke mama kalau aku nolak perjodohannya! Tapi kalau sekarang aku jelasin, pasti mama, sama papa gak bakal bolehin aku nolak" Ucap Keira dalam hati sambil berjalan melamun, dan hendak ia menyebrang jalan raya tanpa melihat kalau lampu merah yang telah berganti menjadi hijau, dan membuat Keira tertabrak mobil yang sedang melaju. Sedangkan pelaku yang telah menabrak Keira langsung melarikan diri dengan mobilnya


*Brukk...


Keira tertabrak, dan terpental di jalan yang membuat kepala Keira terbentur di pinggiran jalan raya, dan membuat Keira berlumuran darah hingga tak sadarkan diri. Orang-orang yang telah melihat Keira tertabrak pun sontak langsung membantu Keira agar segera di antarkan ke rumah sakit agar tetap selamat


"Cepat telepon ambulans!" Kata salah satu seseorang yang ingin membantu Keira


"Baiklah" Jawab seseorang mengiyakan


"Kasian sekali gadis ini, masih SMA udah tertabrak mobil, semoga saja ia selama" Ucap salah satu ibu-ibu yang mengerubungi Keira


"Siapa yang telah menabraknya, adakah yang ingat nomor plat mobilnya?" Tanya salah satu orang yang ingin membantu


"Aku tak ingat nomor platnya, tapi kita pasti dapat melihatnya melalui CCTV" Jawab salah satu orang yang tinggal tak jauh dari situ


*Disisi Lain


*Prakkk..


(Suara Piring Jatuh)

__ADS_1


"Hahh ada apa ini? Kenapa tiba-tiba piringnya bisa jatuh? Bukannya aku udah taruh di tempatnya..firasat apa ini" Ucap mama Keira yang tiba-tiba memiliki firasat yang buruk tentang anaknya. Lalu ia memilih untuk menghubungi telepon anaknya namun di angkat oleh seseorang yang sedang mendampingi Keira di ambulans


"Halo Kei? Kamu gak papa kan Keira?" Tanya mamanya yang spontan mengira kalau yang mengangkat teleponnya adalah Keira anaknya


"Maaf bu, saya bukan Keira" Jawab seseorang itu


"Kamu siapa? Keira anakku mana? Coba berikan handphonenya ke anakku, aku ingin berbicara padanya" Ucap mama Keira yang meminta agar orang itu memberikan handphonenya ke anaknya


"Saya Kevin bu, anak ibu tadi menjadi korban tabrak lari, sekarang anak ibu sedang di ambulans yang akan menuju ke rumah sakit terdekat, nanti saya akan mengirimkan alamatnya" Jawab seseorang itu yang tak lain adalah Kevin. Mama Keira mendengar itu pun langsung mematikan teleponnya, dan langsung menangis sekencang-kencangnya


* * * * *


Rupanya Kevin sedari tadi telah mengikuti Keira, dan juga Reihan diam-diam karena ia cemas dan khawatir dengan sikap Keira. Namun saat Keira sedang menyebrang, ia tak melihat kalau Keira sedang melamun, dan membuatnya tertabrak oleh mobil yang melaju dengan cepat. Di karenakan ia sedang ada di toilet yang berada di dalam supermarket.


Sontak Kevin terkejut, dan langsung menuju ke tempat dimana Keira sedang terkapat dengan berlumuran banyak sekali darah, yang membuat Kevin seketika meminta izin kepada semuanya agar dialah yang akan menemani dan mengantar Keira sampai rumah sakit.


* * * * *


"Huhuhu..anakku Keira! Kenapa kamu bisa tertabrak nak? Apa mungkin karena kamu sedang memikirkan perjodohan itu nak, hingga kamu melamun, dan menjadi korban tabrak lari" Tangis mama Keira yang tak dapat di bendung


"Aku harus telepon suamiku sekarang, agar dia cepat pulang untuk cepat menjemputku biar bisa segera ke rumah sakit untuk menemui Keira, dan agar suamiku tidak panik..aku sebaiknya berhenti menangis" Kata mama Keira dalam hati agar menenangkan dirinya, dan memilih menelpon suaminya


*Dritt

__ADS_1


(Suara Telepon Papa Keira)


"Iya ada apa ma?" Tanya papa Keira


"Pa, kamu pulang sekarang yah..aku ada yang ingin ku omongin ke k..a..m..u" Pinta mama Keira agar papa Keira segera pulang dengan mencoba menahan tangis agar papanya Keira tidak panik, dan khawatir


"Kamu kenapa ma? Kamu gak papa kan?" Papa Keira mencoba menanyakan keadaan istrinya


"Papa mending cepat pulang sekarang" Pinta mama Keira memaksa


"Baiklah aku akan segera pulang" Akhirnya papa Keira pun menyetujui permintaan istrinya agar segera pulang


"Iya pa" Jawab mama Keira yang kemudian mengakhiri teleponnya


.


.


.


#Bersambung


Jangan lupa like, komen, and vote...jika kalian suka dengan novelku

__ADS_1


*Terima kasih buat yang sudah tekan like


__ADS_2