Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
HARI PENUH DENGAN PELAYANKU


__ADS_3

"Arghhh Aku geram dengan semua ini? bagaimana bisa pedapatan bisa menurun!!!"


whattshap mulai masuk satu persatu.


"Hallo sayang" balas disuatu grup


dan itu adalah grup pemuas Ceo ternama itu, penuh dengan kenikmatan, Alex, wajah tampan dan berotot itu idaman semua perempuan, bahkan pemuas nafsunya rela tak dibayar, agar jatah dengannya terhidangkan.


"Sayang malam ini jatahku kan?"


"Hahh enak saja, jatahku dong sayang kan?"


"Kamu mau pilih mana Alex, oh ya kamu pilih Aku aja, Aku membawamu suatu hadiah baru, ia masih baru dan terawat, akan kuhadiahkan setelah malam gilirku"


"Sial! pendapatanku kurang pelacur baru ingin masuk, yasudahlah ini terakhir kali, mungkin dengan dia, hatiku senang dan nyaman."


"Okey, kamu akan kutunggu besok, bawakan sekalian hadiahnya."


"Iya sayang!"


Hari-hari Alex hanya dipenuhi dengan kerja yang sibuk dan wanita pemuas nafsu, kadang Alex merasa bosan dengan mereka, tetapi kadang ia sangat menbutuhkannya disaat hari-hari berat ia lewati.


...


Keesokan malanya. seperti biasa, Pelacur itu pergi sebelum Alex sampai.


"Alex! kamu sudah sampai"


"cepat! jangan banyak basa basi"


Pria berotot itu pun memulai aksinya hingga larut malam.

__ADS_1


Ia kelelahan dan kehilangan kendali. segera ia pergi dari hotel dan menuju ke mobilnya.


Tiba-tiba pelacur tadi memanggilnya.


"Alex! apa kamu tak mau hadiah dariku?"


"Bawalah cepat! Aku mau pulang!"


Pelacur itu pun membawa seorang gadis yang berparas bak bidadari, Alex tak memikirkannya, ia langsung disergap didepan pintu mobilnya.


"Duduk kamu disini, mari ke rumahku"


"Baik tuan"


Alex menyetir dengan tak pasti, ia masih kelelahan tak terkira.


"Apa tuan bisa menyetir?"


"Yasudah tuan"


Gadis itu tampak ketakutan dan tak berdaya, hingga membuat Alex terpaksa berbicara menanyakannya.


"Kamu masih muda kenapa jual diri?"


"Hanya butuh uang untuk bapakku tuan!"


"Yasudah tugas kamu hanya satu, setelah itu pergilah dan bawa uang untuk bapakmu!"


"Siap tuan"


Tiba di rumah bak surga, gadis itu turun tak berdaya, takut dan berkeringat menerpanya, satu sisi ia takut bapaknya kritis, satu sisi bagaimana pengobatan untuk bapak?

__ADS_1


"Nona! tolong masuk, istirahatlah dulu ke kamar khusus tamu di rumah ini, esok pakailah pakaian yang pantas untukku"


"Siap tuan!"


Keesokan malamnya gadis itu sudah bersiap dengan pakain layaknya, ia duluan masuk ke kamar Alex dan segera menyemprot wewangian yang tajam.


Tiba-tiba tuan Alex masuk, ia terkejut dan tetap berusaha tegar.


"Silahkan tuan"


"Ya, saya tidak akan ada pemanasan, berbaringlah dan bukalah"


"Baik tuan"


tak terbayangkan oleh gadis itu melihat lelaki tak sebenang pun.


Tanpa basa basi, Alex memulai aksinya, gadis itu berusaha tidak menjerit, kesuciannya hilang, Alex seperti sedang membunuh, ia tak memakai pemanasan.


"Tuan! Apa engkau bisa berhenti? Aku kesakitan"


"Tidak ada kata berhenti denganku, kamu harus bertahan hingga keesokan paginya."


"Tapi Aku kesakitan Tuan"


"Yasudah tolong pijit Aku saja, dan setrlah itu tolong pijat dan juga kelakianku"


Sakit rasanya gadis itu, hampir saja tertetes air matanya di dada Alex, tapi ia tetap tertahankan, karena ini hanya sebentar dan akan berlalu.


Keesokan harinya, gadia itu mulai berbenah dan sudah siap, melihat itu, Alex langsung memberi bayarannya dan mendobraknya keluar.


"Ini bayaranmu dan pergilah, jangan pernah bertemu lagi."

__ADS_1


Dengan sedikit menangis dia keluar dan diantarkan oleh bodyguardnya ke pintu gerbang.


__ADS_2