
Paginya, Muslimah terbangun.
"Siapa yang menggantikan bajuku? Aaaa."
"Diamlah! kau membuatku terkejut..."
"Siapa yang menggantikan bajuku?"
"Bu...."
"Kamu ya?"
"Dengarkan Aku!"
"Pasti Kamu yang menggantikannya, Aku sangat marah!"
"dengarkanlah Aku dulu Muslimah!"
Muslimah bangun dan panik, Alex melihat bercak darah dibajunya.
Tak salah sangka, tiba-tiba marah memuncak, rupanya Muslimah haid.
"Nona Kamu haid?"
"Tak ini cuma cat?"
"Sejak kapan kamu mengecat."
"Pergilah ganti pakaianmu."
"Ga usah sok baik, kenapa kamu gantu bajuku?"
"Bibi yang menggantikannya, Aku menyuruhnya kamu ketiduran semalam."
"Maafkan Aku yang emosional."
"Aku sudah menduganya."
Muslimah malu dan berusaha meredam marahnya.
"Cepat ganti bajumu dan kita akan pergi, biarkan darah ini diganti oleh pelayan hotel, pasti mereka mengira kamu pelacur pertama kali, nanti akan kujelaskan, jangan bantah pigi terus."
__ADS_1
"Baik Tuan."
Muslimah mandi dan berbenah diri, Alex menunggunya sangat lama, ia tetap sabar dan ini naluri seorang Wanita, Muslimah keluar dari kamar mandi dan tak memakai kerudung.
"Kenapa tak pakai kerudung, Aku berbalik, pakailah dulu."
"Aku ingin Suamiku melihatnya, Aku beruaaha berbakti."
"Jika jiwamu masih malu, turuti dulu ia, janhan sampai terpaksa."
"Itu sudah cukup dan sekarang masanya."
Alex berbalik arah dan melihat rambut indah Muslimah sambil mengucap kagum dan tasbih.
"Kamu seperti malaikat, tapi Aku mau nanti pulang dari laut, kamu perawatan, agar kecantikanmu tak tertutupi debu, Aku lihat wajahmu mulai kusam dari perjalanan."
"Baik, lagi pula aku jarang pakai seperti itu Tuan! dan Aku jarang bepergian, sekarang wajahku kusam, maafkan Aku."
"Tak perlu meminta maaf, kamu tak bersalah, kamu tetap cantik, kulitmu putih bersih seperti mutiara berkilau walau kadang debu suka menutupi karena iri padamu."
"Suamiku mulai memuji."
Alex sudah berbenah, begitu juga Muslimah.
Semua diperlakukan sama oleh Alex, mereka tetatp bebas memesan apa yang mereka inginkan.
Setelah makan pagi berakhir, mereka pun menuju ke wisata.
"Kamu ingin kemana Muslimah? Laut? pancing ikan? snorkelling? atau jalan-jalan ke kebun binatang?"
"Aku ingin ke kebun binatang, Aku ingin melihat wajah mereka yang imut itu."
"Baiklah, kita harus membeli mereka sedikit makanan dulu, agar mereka tetap senang sepertimu dan berikan mereka sedikit Cinta juga."
"Tentu."
Tiba di sebuah kebun binatang besar, Muslimah berlari sana-sini tanpa henti melihat kagum binatang disitu, mulai dari rusa dan memberi makannya, kelinci, buaya, ular, burung, kura-kura, jerapah dan banyak hewan lainnya.
"Tuan! Aku belum menemukan monyet, Ajy ingin mendekati mereka."
"Baiklah itu yang terakhir kita harus menaiki kereta untuk bertemu mereka."
__ADS_1
"Apa itu menyenangkan?"
"Tentu."
"Yeyyyy Aku akan melihat Anak manis itu dan memberi mereka hadiah."
"Silahkan Nona, apa engkau ingin menambahkan makanan khusu untuk mereka, agar kita membelinya dulu."
"Emang boleh? Kamu masih punya duit?"
Alex menggeleng-geleng kepalany dan menatap lama Muslimah.
"Tentu Muslimah, jangan takut, Aku sudah mengaturnya yang terbaik."
"Hehehe baiklah, Aku ingin Bibi bersama kita."
"Keretanya hanya untuk dua penumpang Muslimah."
"Yasudahlah."
Mereka menaiki kereta yang membawa kepada makhluk manis itu, Muslimah senang bertemu mereka, ia sangat terharu melihat Anak dan Ibu saling memeluk itu, ia memberikan bingkisan spesial untuk mereka berdua.
"Makanlah."
Semua monyet mendekat Muslimah dan memberikannya lewat lubang besae kereta itu.
"Kalian sangat manis."
"Apakah kamu tau?"
"Apa?"
"Mereka mencintaimu."
"Benarkah?"
"Sangat benar, lihatlah senyuman bahagia mereka, dan tak segan dari mereka memegang tangan lembutmu."
Muslimah memeluk Alex.
"Seperti engkau menyayangiku."
__ADS_1
"Lebih dari itu."