
Penuh sensasi kemarinnya Alex, hingga membuatnya lupa diri hari ini. Ia menginginkan Dua kali lipat dari kemarin.
Kepala dari pelayannya itu dipanggil dan disewa kedua kalinya nanti malam.
"Baik tuan, nanti malam saya berikan kepadamu 3 dari mereka, dan diantaranya masih segar."
"Bawa yang terbaik, okey terima kasih."
Malamnya, ia melancarkan aksinya, para wanita penuh dengan nafsu itu datang lebih awal, seperti perintah.
Alex masuk tanpa berbusana, satu dari mereka mulai melepas dan selebihnya mengikuti arahan.
"Aku menginginkan yang segar, tolong pindah kalian berdua."
"Baik tuan, kemana harus kami pergi?"
"Silahkan tunggu di kamar mandi."
Ia melancarkan aksinya, mulai menyergap tubuh gadis muda dan mulai memecahkannya.
Ia terlihat kesakitan yang amat luar biasa.
"Ahhh Aku kesakitan tuan, sangat besar!"
"Tolong sekarang buka mulutmu."
Alex mulai melakukan aksinya dimulut gadis cantik itu.
ia merasa kesakitan yang sangat tapi tak menentu arah.
Alex tak segan juga untuk menyuruh gadis berdiri, dan mulai menyerangnya dari belakang.
"Arrggghhhh"
Tak dikira, gadis itu pingsan dan berbalur kemerahan, dua dari temannya tadi dipanggil oleh Alex.
__ADS_1
"Lemah, bawa dia keluar dan berikan uang dan langsung pergi, dan kalian tolong keluar setelah memijatku, tugas yang belum kuselesaikan sangat banyak."
"Baik tuan."
Setelah perintah terselesaikan, mereka keluar dan pergi.
Alex yang kelelahan itu langsung tertidur lelap hingga hari keesokannya.
Paginya, ia menuju ke kantor, melihat suasan kantor yang gersang, seakan-akan semangatnya semakin hilang.
Ia berusaha menenangkan dirinya dan masuk menuju ruangnya.
Alex mulai lega mendengar pendapatannya mulai normal dan baik.
"Kerja bagus."
...
Kali ini, Alex banyak menghabiskan hari-harinya dengan bekerja hingga lupa untuk istirahat, tubuhnya mulai lemah bahkan sudah sangat jarang untuk menemui Dokternya.
Alex pergi dengan tubuh gemetar tanoa diiringi bodyguardnya, ia mengendarai mobil seakan-akan meneguk miras 2 botol tak sadar diri.
"Aku harus bisa menyetir"
Tubuhnya makin lemas, bahkan perjalanan masih jauh, tiba-tiba ia berhenti dan meminta tolong kepada orang yang lewat diarah yang sepi itu.
Tak satupun dari mereka mendengar, selain gadis yang lewat memakai sepeda pinknya, ia terheran melihat Alex yang mengartikan membutuhkan pertolongan, merasa aneh, gadis itupun mendekat.
"Tuan kenapa membuka pintu dan seperti menunggu seseorang" ujar gadis muslimah itu
"Aku butuh pertolongan, Aku demam, dan tak sanggup untuk menyetir lagi!"
"Oh mari saya bantu Tuan, hanya saja saya sebagai wanita muslimah tolong tuan pindah kebelakang."
"Okey okey terima kasih, ini alamat Dokter pribadiku, Aku tidak ingin merepotkannya untuk kali ini, karena sudah lama saya tak berkonsul dengannya."
__ADS_1
"Oke baiklah Tuan, bertahan untuk sebentar."
Tiba kearah tujuannya, Gadia itu memanggil perawat dan membawanya dengan kursi roda.
"Hati-hati mbak! saya akan menunggu diluar saja."
"Apa ibu tak ingin menemani Suaminya Bu?"
"Oh saya bukan suaminya, saya menunggu diluar saja."
"Baiklah Bu!"
Lama Gadis itu menunggu, salah satu petugas disana memangilnya untuk masuk, Gadis yang bernama muslimah berkulit putih dan kerudung yang berjulur hingga lutut itu terpaksa masuk.
Ia melihat Alex terbarin disana, Alex mengucapkan terima kasih untuknya, Muslimah mulai sunkang berlama-lama disana, ia pamit kepada Alex untuk pergi.
"Ini kunci mobilmu, saya harus permisi sekarang!"
"Ini imbalanmu! terima kasih."
"Tak payah Tuan, saya tak membutuhkannya, terima kasih, saya ikhlas."
"Ambillah sebagai hadiah."
"Tak payah terima kasih! Saya pergi."
Muslimah pergi dan tiba-tiba ia dipanggil lagi.
"Nona!"
"Iya?"
"Terima kasih banyak atas bantuannya!!!"
"Sama-sama dan semoga Tuan lekas sembuh"
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang terganjal melihat wanita muslimah itu, sampai Alex teringat-ingat, parasnya berbeda seperti yang lain dan auranya membuat Alex ingin memilikinya dan ingin menikahinya.