Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
Ketenangan mulai bersemi


__ADS_3

Hari demi hari Alex belajar dengan Muslimah, ia mulai menguasai beberapa ilmu, ia sangat rajin mengulang di kantornya, disaat meeting selesai ia pub menyempatkan untuk mengulang apa yang ia bisa.


Hari ini ia pulang kantor lebih awal, karena sedang tak banyak tugas atau pengawalan, bahkan keuangan pun sangat stabil dan kelebihan, apa ini gara-gara ia mulai bersemangat?


Entahlah Alex.


Ia menelpon Muslimah untuk mengetes semua pembelajarannya.


Muslimah terharu hingga menetes air matanya, melihat Alex berubah drastis lebih dari yang ia harapkan.


"Kenapa Kamu nangis Muslimah?"


"Bagaimana Aku tak menangis hijrah sangat cepat bahkan semangat dan kegigihanmu milai menguasai sedikit demi sedikit ilmu, hatimu bersih Tuan."


"Apa kau tau? Itu karenamu, Aku dipertemukan dengan orang yang tepat, bahkan lebih dari tepat, Aku lebih beruntung darimu, Aku menemukan Bunga yang sangat berkilau didasar jurang, tak semua orang mampu dan takdir untuk menyentuh bunga itu."


"Dan apa engkau Tau? Kamu seperti orang pengganti orang tuaku, Aku banyak belajar hal baru disaat mengajarkanmu."


"Muslimah?"


"Iya Tuan!"


"Apakah Aku bisa segera menghalalkanmu?"


"Kenapa tidak? sebagian ilmu sudah engkau tau, kenapa tidak jika ilmu dilanjutkan lebih dalam hingga kita dipersatukan?"


"Benarkah?"


"Lebih dari itu."


"Apakah bulan ini akad langsung di mulai."


"Itu terserahmu Tuan, kenapa tidak disegerakan saja minggu ini?"


"Benarkah?"

__ADS_1


"Mmm"


"Aku harus memberitahukan Bibi."


"Silahkan Tuan."


Menetes air mata Alex, ia berlari ke arah Bibi dan memberitahukan serpihan bahagia yang akan diarungi.


Bibi mendengar dan membuat terharu tak terhingga.


Hari itu juga Bibi mulai sibuk mempersiapkan semua.


"Kenapa buru-buru Bi?"


"Tidakkah engkau sadar Bidadari akan menjadi ratu disini, kelembutannya dan ketenangannya membuat Bibi luluh."


"Iya Bi."


"Hari apa Akad dimulai?"


"Senang Bibi mendengarnya, Semoga saja berjalan dengan lancar ya Nak!"


"Iya Bi, semoga yang terbaik, Aku tak menyangka saja Bi."


"Yasudah Bibi pengen lanjutin berberes dan untukmu Alex silahkan beraktivitas dan bawa kabar barumu untuk Bib, eh tapi..."


"Kenapa Bi?"


"Papa dan Mama?"


"Bukankah Aku tak lagi bergantung kepada mereka dan mereka sudah bebas dengan segala kenikmatan di luar negeri, dengan segala janjinya."


"Yasudah Tuan, semua terserah anda dan yang terbaik saja."


"Baik Bi!"

__ADS_1


Alex lanjut belajar di waktu senggangnya, sanking bahagia semua tugas yang kadang kala tak terselesaikan kini membuat ia ingin kelebihan tugasnya.


Malam tiba, ia memberanikan menelpon Muslimah.


"Hallo Muslimah."


"Waalaikum salam."


"Oh ya kalimat itu kalimat salam, hehhe."


"Yasudah gapapa, ada apa?"


"apa boleh akad diadakan teman kantorku datang?"


"terserah anda Tuan? Saya hanya menerima."


"Lebih bagusnya gimana?"


"tanyakan yang terbaik pada Bibi saja, ia lebih berpengalaman."


"Iya Muslimah."


Alex mulai membicarakan semua keperluan dan tanggal hari kebahagiaan, Muslimah juga tak lupa memberi arahan kepadanya hingga semua selesai, mereka hanya mengadakan Akad dan tak mengadakan pesta dengan keinginan Muslimah.


Alex menyetujuinya dan menghargai Muslimah.


Semua yang dibicarakan berakhir, Alex menutup telponnya dan segera melanjutkan pembelajarannya.


Di malam sunyi itu ia melanjutkan ilmunya dan mengelola apa yang ia bisa, ia mulai tampak bahagia, dan merasakan hidupnya mulai tenang.


Muslimah..


You are the best.


Jangan lupa komentarnya

__ADS_1


dan kritik dan saran terhadap cerita


__ADS_2