
Setelah asyik berkunjung kebun penuh binatang itu selesai, Mereka pergi ke tempat lain.
Alex mengajak Muslimah makan siang baru melanjutkan perjalanannya.
Makan siang dengan pemandangan kebun buah membuat takjub Muslimah disaat ia tengah menyantao makanannya.
"Makan dulu! nanti kita akan pergi kesana."
"Benarkah?"
"Iya! makan dulu, habiskan makanan dan Saya akan membayar, Aku akan memunggumu menghabiskan makanan."
Alex tengah membayar struk yang sudah diberikan pelayan, Alex lega Muslimah tak melihat kertas yang bertulis harga itu.
Ia sibuk terlena dengan keindahan di depan matanya.
"Aku sudah Tuan!"
"Baiklah! Ayo kita pergi kesana, Ayo Bi dan Bapak semua."
"Mari Tuan."
Tiba disana. Alex membebaskan bayaran untuk semua anggotanya, mereka bebas memilih keranjang dan jumlah keranjang, tak terkecuali dengan Muslimah.
Alex senang melihat orang terdekatnya bahagia, mulai dari Bibi, ia ingin buah yang ia pilih akan dikirimkannya untuk cucu dikampung, tak kalah juga dengan bapak-bapak dan om bodyguard yang gagah perkasa itu, mereka juga akan mengirimkannya untuk keluarganya.
"Muslimah?"
"Iya?"
"Apa Kamu tak ingin mengirimkan sepertu mereka juga?"
"Kepada siapa Aku akan mengirimkan? selain untuk Suamiku dan keluargaku sekarang."
"Sungguh?"
"Kenapa tidak? Aku akan membuat selai kesukaanmu."
"Bagaimana dengan pai buah segar ditambah saus buah?"
__ADS_1
"Kenapa tidak? ditambah dengan lelehan madu juga, itu sungguh nikmat."
"Yeyyy Aku akan menjadi orang yang beruntung."
Muslimah tersenyum melihat Alex, ini sangat melengkapi, Muslimah memetik setangkai anggur dan memberikannya kepada Alex.
Ia menyuruh Alex mencicipinya, ia menyulamh Alex pertama kali.
"Sepertinya ini sangat manis Nona."
"Coba Aku rasa."
"Bekas gigitanku?"
"Tentu."
Muslimah mencicip Anggur itu.
"Menurutku ini sangat pas dan cukup untuk manisnya."
"Upsss maaf Nona karena Disaat Saya mencicipnya tadi, Saya melihat Anda, dan itu membuat ini sangat manis, maafkan Saya."
"anekdot macam apa ni?"
Muslimah jengkel terhadap alex yang sangat pandai mengambil hati Muslimah.
Muslimah berputar sana sini, memilih Buah terbaik, dan memasuki keranjang pinknya, sekarang keranjang itu penuh dengan buah-buah yang bervariasi.
Alex heran kenapa Muslimah mengambil satu keranjang saja.
Ia pun mendekatinya.
"Kenapa ambil satu keranjang saja Muslimah."
"Ini lebih dari cukup."
"Tapi itu tak beraturan."
"Cukup jangan bantah, Ayo kita bayar."
__ADS_1
Kali ini ia harus mengikuti perkataan Gadis itu.
Sambil menunggu Mereka yang beluk siap, Muslimah dan alex duduk menikmati ea krim buah dibawah pohon rindang.
Mereka berdua sangat akrab dikala itu, hingga membuat kagum dan lama menatap siapa yang lewat, mereka sangat serasu, paras mereka sangat mirip dan mata mereka sangatlah mirip dan indah, hingga siapa yang lewat di depan Mereka banyak yang mengira hanya sekdar Adik Kakak ya g akrab dan indah itu.
"Alex."
"Hmmm apa? kau mau menambah topingnya? atau ingib menuju ke toko oleh-oleh dari toko buah? Ayolah."
"Nggak! Aku nggak perlu itu, Kamu leih dari cukup menurutku, Kamu terlalu baik, Aku merasa uangmu terlalu banyak Aku pakai, padahal dulu kamu hanya bekerja keras sendiri."
"Jadi kenapa?"
"Aku nggak enak hati, bagaimana Aku membayarnya dan membalasnya."
Alex terkejut, hampir saja es krimnya jatuh.
"Aku tak penah terpikirkan itu Muslimah, sejak kapan pikiranmu seperti itu?"
"Sejak kita belum meningkah."
"Muslimah! tolong!tolong!tolong! salahkah Aku membahagiakan istriku? menyenanginya dan memperlakukannya seperti Ratu? Pelacur saja bisa dibayar sekali nginap 2M walaupun kehormatannya tak ada lagi Muslimah, Aku tak ingin Kamu yang suci ini tertandingi juga, Aku tak ingi. melihat wajahmu sedih, melihat pipimu tertetes air mata gara-gara kerasnya seorang lelaki dan tak layak memperlakukan sangat keji dan kejam, jika seorang pelacur kesakumitan itu tak ada ampun Muslimah, ia akan diperlakukan seperti binatang walau sesaat, semua hal harus ia buat, salahkah Aku memuliakan Kamu?"
Muslimah menetes air mata.
"Jangan menangis, maaf jika Aku terlalu kasar dan berbicara, hapus air matamu, inu tempat umum."
Ia masih menangis.
"Ayo ke mobil sambil menunggy mereka yang masih lama."
Tiba di mobil Muslimah menangis lagi.
"Sini kupeluk, maafkan Aku."
"Akan kugenggam dan kuberbakti kepadamu suamiku, Kamu orang yang paling spesial, Terima kasih untuk semuanya, Aku menemui orang yang tepat, Kamu terlalu baik."
"Sudah jangan nangis lagi, bukalah kerudu u, sepertinya ini sangat panas."
__ADS_1
"Baik Tuan! Aku tak bisa jauh darimu."
"Akan kupelukmu hingga akhir hayatku."