Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
awal dari ketenangan


__ADS_3

Tiba di rumah, Alex merebahkan badannya di kasur empuk, bayangan wajah tadi selaly mengitari dirinya, di saat ia melihat kain panjang, wajah Gadis itu terpapar di sana.


"Hanya sebuah kain Alex!" menegur dirinya sendiri


Alex teringat dengan nama Ibu muslimah. Redis dipanggil Red, ketua pemandu gadis pelacur alex sering dipanggil Red.


"Aku harus menelponnya."


Alex menelpon Red.


"Hallo Tuan! apa anda menginginkan panas dan manis-manis hari ini?"


"Tak, Aku belum menginginkannya, Aku hanya ingin bertanya sesuatu."


"Baiklah tuan! ada apa?"


"Siapa nama panjangmu."


"Untuk apa Tuan!"


"Ada no tak jelas mengenalmu, katanya ia mengenal Redis, ia ingin bertemu denganmu."


"Iya Tuan namaku Redis, hanya saja sering dipanggil Red, biarkan saja Tuan, mungkin itu mantan pacarku dulu yang sedang mencariku, karena Aku sudah sukses, atau yang ingin menyewa jatah hot dariku!"


"Oh yasudahlah Aku tak khawatir lagi."


"Lupakan saja Tuan hal terbodoh itu. oh ya! apa perempuan manis harus disiapkan lagi? bahkan seruduk terdalam berada di tangannya, katanya ia rela semua milikmu masuk di antara lubang-lubang yang ada di tubuhnya, gimana Tuan?"


"Sepertinya belum, Aku terlalu sibuk dan banyak hal yang harus ku lakukan!"


"Sampai kapam di tunda Tuan? apa Aku harus menyuruh mereka ke kantor dan melayani tuan di setiap meja atau kamar mandi?"


"Jangan dulu, takutnya kantorku menjijikkan gara-gara air itu."


"Kenapa Tuan tak seperti biasa?"


"Entahlah Aku sedang bosan dengan hal itu."

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Alex mulai lega mendengarnya, amarahnya pun tak segan mengikuti, terbongkar sudah dibalik kejam permainan ini.


Alex geram, tapi ia takkan memberitahukan Muslimah.


Tiba-tiba masuk sebuah no tak dikenal di whatsshap alex.


"Siapakah in? bukannya Aku sangat memprivasikannya."


Lega disaat kata "Muslimah" tertulis disitu.


"Muslimah!"


"Baik akan ku save no mu."


Alex senang dan bahagia mendengar ucapan terima kasih dari Muslimah, tak lupa juga mengingatkan disaat ia melihat handphone genggam Muslimah itu, disaat Muslimah menaiki Angkutan umum, ia juga melihat tambalan bajunya di belakang, perjalann pulang yang penuh air mata menurut Alex.


Banyak yang mengira Alex kejam karena kewibawaannya dan diamnya lelaki itu, tapi! mereka tak sadar hati luluh tersimpan di benaknya.


"Muslimah!"


"Aku hanya ingin bertanya!"


"Silahlan tuan."


"Kontrakan kamu sangat kecil dan gang sempit! bagaimana kamu nyaman?"


"Ohhh karena Tuhanku selalu bersamaku."


"Siapa Tuhanmu?"


"Allah."


"Siapa dia?"


"Menurut kepercayaanku ia adalah yang menciptakan kita dan menciptakan cinta juga."

__ADS_1


"Apa boleh Aku mengambil cinta dari Tuhanmu?"


"Kenapa begitu? apa kepercayaan Tuan?"


"Entahlah! orang tuaku tak pernah menceritakannya, ia pernah bilang kepercayaan sebagian dari mereka Islam."


"Itu agamaku?"


"Kenapa kamu tak mengajariku untuk dekat dengan Tuhanmu?"


"Untuk apa Tuan? Aku takut orang tuamu membenciku."


"Ajarkan Agamamu Muslimah!"


"Jangan Tuan! cukup jangan membuat masalah kedua."


"Ajarkan Aku Muslimah! ini bukan paksaan, hanya saja Aku tenang melihatmu dan melihat kain yang membalutmu."


"Apakah kamu yakin ini jalan terbaikmu?"


"Sangat yakin!"


"Pikirlah dahulu."


"Karena Aku mencintaimu!"


"Aku hanya gadis lugu dan serba kekurangan."


"Kenapa bisa? dimana kekuranganmu? Aku tak pernah melihatnya?"


"Banyak sekali di luar sana yang Cantik!"


"Tapi tak banyak yang seindah dirimu."


Lama sekali Muslimah tak membalas lagi, Alex menunggunya, ia takut Gadis itu benci dan meragukan Alex, tekad Alex sudah mencapai level tertinggi.


Ia yakin Muslimah akan merubah kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2