Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
Malam pertama


__ADS_3

Malan ini adalah malam pengantin, malam pertama dua insan itu bersatu menjadi bahtera yang akan kokoh dalam sebuah kehidupan.


"Silahkan Istriku."


"Aku merasa sangat bahagia diperlakukan bak seperti seorang Putri."


"Kamu istimewa, kenapa tak selebihnya Aku buat."


"Aku ingin menanyakan sesuatu, Aku takut sudah lama Alex, maksudnya Mas."


"Apa itu? Aku akan berusaha membenci apa yang kamu benci."


"Aku takut ibadah itu dilakukan malam ini, Aku belum pernah dan belum juga terbiasa."


Alex memegang Pipi muslimah yang mulai kemerahan.


"Aku tak pernah memintanya Sayang, sekarang biarkanlah kita bahagia dengan kehidupan kita, Aku tak pernah memikirkannya, mungkin kesiapanmh disaat Tua, Aku tak pernah memintanya, karena lelaki sejati adalah lelaki yang bisa menyayangi malaikat yang menjadi pendamping hidupnya."


Muslimah memeluk Alex dan menangis, ia melihat sikapnya yang sangat lembut kepadanya.


"Princessku, Esok kita ajak Liburan semua ke luar negeri ya?"


"Aku tak memiliki paspor!"


"Yasudah tunggu paspor Muslimah siap langsung kita berangkat, beritahukan Bibi ya."


"Iya Mas!"


"Mari istirahat dulu! Kamu mau kemana?"


"Aku tak pernah tidur dengan lelaki, jika tak terbiasa. Aku ingin tidur di sofa luas saja."

__ADS_1


"Kenaoa begitu, bukankah Aku sudah menghalalkanmu?"


"Tapi bukankah Aku masih greget dengan ketampananmu?"


Alex tersenyum.


"Tidurlah disini, jika memang Engkau tak mau menbuka kerudung indahmu, biarkan ia bersemi hingga Engkau terbiasa."


"Yasudah Aku akan berusaha, tolong tutup Dadamu itu, yang membuat Aku greget tak menentu."


"Apa ini alasan Kamu ketabrak lemari tadi?"


"Sangat."


"Kesinilah Aku akan memelukmu pertama kali."


Alex memeluk Muslimah dan membuat suasana untuk tak tegang, memahaminya dan ikut bercanda dengannya di malam indah itu, hingga ia menceritakan hal-hal lucu disaat dulu ia masih dalam masa-masa mempermainkan Wanita.


Tiba pada pagi hari yang cerah, tak terasa Muslimah terkejut, melihat jam yang menunjukkan telat untuk melakukan shalat Shubuh.


"Mas! kita ketiduran ga shalat subuh."


Alex yang masih layu itu melonjak dan terkejut.


"Apaaaa?"


Mereka pun bangun dan berebut kamar mandi.


"Aku mendapatkannya, Aku duluan shalat, telat gara-gara bucinanmu."


"Cepat!!! Aku merasa bersalah."

__ADS_1


"Tunggulah, Aku memakai kerudung."


"Kenapa Bibi tak membangunkannya."


"Kamu sudah dewasa, Aku yang menyuruh Bibi untuk membuatmu kuat seperti baja, karena kamu calon Ayah nanti, ga salahkan?"


"Ga salah sih, tapi cepatlah Muslimah, Aku akan mengedor pintu sekeras mungkin, Aku tak mau mengalah."


"Ajak gelud ya? tunggu siao shalat Aku."


Muslimah keluar dengan kerudung yang sangat membasahinya, ulah Alex yang tak sabaran, kerudungnya basah tak terhingga, ia keluar dengan wajah masam.


Mengambil mukena dan langsung shalat.


Alex yang jahil itu menunggy siap Muslimah, karena ia ingin mengatakan sesuatu.


"Bukankah Aku imamnya."


"Tadi sih iya Aku mau nunggu kamu, tapi ini hukuman buatmu."


"Yasudah Aku minta maaf."


"Ulangi lagi, nanti Aku suruh Tuan berlari mengeleilingi taman rumah 3 kali."


"Nanti skinku kenak matahari."


"Di hari pagi."


"Ga bisa juga karena nanti..."


"Cepat shalat."

__ADS_1


Alex tertawa dan melihat ekspresi wajah Muslimah yang imut disaat ia marah, dan ia melanjutkan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


__ADS_2