
Melepas lelah di hotel hingga malam hari Alex mengajak Muslimah untuk makan malam mewah private di suatu restoran.
Pertama Muslimah menolak karena teringat dengan harga lampau yang pernah Alex ajak di Mall, tapu Alex memohon kepada Muslimah dengan wajah memelas.
Akhirnya Muslimah terpaut ajakan Alex dan memenuhinya.
"Tapi Kamu janji, agar tidak mubazir pesanlah makanan dan air saja, tanpa memesan cemilan yang mahal."
"Baik Tuan puteri."
Tiba di restoran itu, Alex sudah duluan memesannya sebelum persetujuan Muslimah, Muslimah mengetahui itu dan jengkel terhadap Alex.
"Ini makanan dan minumannya Tuan daj nyonya! silahkan menikmati kemewahan restoran kami, dan ini bonua cemilan dan buah segar." ujar pelayan.
"Ini bonus ya sayang! Aku tak memesannya."
"Yasudahlah."
"Ini struknya Tuan! hanya sekitaran 50 juta sudah dapat diskonan." pelayan menyodorkan kertas kecil itu.
"Apaaaa?" Muslimah terkejut
"Ada apa nyonya?" ragu pelayan itu dan cemas melihat Muslimah.
"Istriku hanya terkejut mendengar murah disini, terima kasih mbak!" potong Alex
"Iya Bu! karena kami melalukan pelayanan terbaik dan dijamin, terima kasih pujiannya, saya kembali."
Alex menertawakan Muslimah, sudah dua kali ia memotong pembicaraan seperti ini kepada Muslimah.
Ia menenangkan Muslimah yang mulai cemberut dan melanjutkan makan malam indahnya itu.
__ADS_1
"Silahkan Nyonya!"
Muslimah cemberut dan Alex semakin menahan tawa.
"Apa engkau tak makan?"
"Ini sangat berlebihan." Muslimah tiba-tiba nangis.
Alex menjadi heran dan merasa bersalah untuk kali ini, ia memeluk Muslimah dan meminta maaf, ia menenangkan Muslimah dan tak pernah ia tinggalkan untuk air matanya jatuh.
"Apa Aku tak bisa membuat hal spesial untuk istriku?"
"Tapi... tapi ini berlebihan, Aku pernah hidup susah dimana nasi pun tak ada."
"Aku janji, tetap memperdulikan orang-orang susah semampuku."
"Tapi malam ini sangat menyebalkan."
"Maafkan Aku, habiskan makananmu dan kita pulang untuk istirahat, banyak hal yang harus kita jelajahi esok."
"Jangan nangis lagi, Apa Kamu inginKu menyuapimu?"
Alex mengambil makanan Muslimah dan menyuapinya yang masih lengket di dadanya itu, untung ruang private itu tak ada yang melihat.
"Cukup Aku tak mau lagi, ini terlalu banyak."
"Yasudah Aku akan habiskan, jangan nangis lagi."
"Hmmm, Aku akan menunggumu selesai makan."
Muslimah menunggu Alex yang makan bak seorang raja anggun, dan raja itu mengendong dan mengenggam anak kecil keras kepala.
__ADS_1
Tanpa disadari Alex, ia tertidur di dalam dekapannya.
"Aku harus pulang sekarang, ia sudah tidur terlelap dan Aku keterlaluan sudah membuat ya nangis."
Alex mengendong Muslimah hingga ke mobil dan menuju ke hotel secepatnya.
Tiba disana, cepat-cepat ia mengendongnya ke dalam.
"Tak mungkin ia tidur dengan pakaian seperti ini, apa yang harus kubuat? atau membangunkannya? ini terlalu kasar dan membiarkannya seperti ini terlalu kasar juga, Aku harus menelpon Bibi."
Alex menelpon Bibi dan menyuruhnya untuk mengantikan baju dan kerudungnya dengan hati-hati.
Alex hanya menunggu di luar tanpa mengintip, tiba-tiba seorang Wanita lewat di depan hotel mereka, katanya ia hanya ingin berjalan-jalan kecil malam sambil menunggu lelaki datang, pakaiannya sangat mencoloj dan transparan, bahkan bikini yang ia pakai masih terlihat dalamnya.
"Haiii Yuk Main sama Aku." menggoda Alex.
"Maaf Aku sedang menunggu giliranku datang." Alex merasa risih.
"Ahhhh ga Asyik Mas, yasudah Aku permisi jalan-jalam dulu."
Alex memalingkan wajah dari gadis itu, sekarang ia merasa risih jika seperti mereka datang dihadapannya.
"Berarti Aku dulu sangat berdosa."
Alex merenungi nasibnya di malam itu.
"Tuan! sudah selesai."
"Makasih Bi!"
Alex masuk dan melihat Muslimah cantik itu terbaring dikasur, ia pun lanjut iatirahat du samping istrinya, kelelahan sirna jika ia memeluk Muslimah.
__ADS_1
"Tidurlah dan Kamu princessku."
ujar Alex memegang ujung hidung Muslimah.