
Setelah memuaskan nafsunya yang makin besar, tiba-tiba di jalan, ia melihat seorang gadis yang sangat cantik.
Alex ingin menyentuhnya, tapi seorang Kakek menghalanginya.
"Tolong jangan sentuh dia hingga halal, ia mutiara yang sangat berkilau, perbaiki dirimu."
"Aaaaaaa" dan itu hanya mimpi Alex.
Alex terbangun dengan keringat yang bercucuran di sekujur tubuhnya, ia takut dan mengingat kembali apa yang dilihat tadi.
"Mimpi? Gadis?"
Ia takut, Gadis itu masih selalu terbayang-bayang di benak pikirannya, padahal semalam, Alex baru saja memakai gadis yang sangat cantik nan seksi bahkan bisa kita bilang sangat sempurna kecantikannya, tetapi, ia masih merasa sangt cukup tidak puas, walaupun Wanita itu hingga pingsan tak berdaya lagi melayani Alex.
"Aku harus mencari Gadis itu segera!"
Cepat-cepat, Alex menuju ke kantornya dan memanggil sekreatarisnya untuk membicarakan hal ini, kepercayaan kepada sekreatarisnya melebihi seorang pekerja.
Wanita itu memberi solusi, untuk ikut membantu Alex.
"Terima kasih atas bantuanmu."
"Sama-sama tuan muda."
Tanpa pikir panjang, ia pergi mencari Gadis itu hingga tak menentu arah, ia mulai kesal dan sangat panas, ada apa dengannya yang selalu menghantui dirinya?
"Kamu dimana? kenapa jiwaku tenang disaat menatapmu?"
__ADS_1
Ia menangis tiba-tiba, semalaman ia mencaru Gadia itu, bahkan ia menyewa semua semua orang terdekat untuk mencari Wanita muslimah itu.
"Kamu dimana? jiwaku resah?"
Pasrah alex mencarinya, ia mulai pulang dengan wajah memelas dan lemah.
Tak sedikitpun semangat terpancar darinya, hingga ia menelpon mamanya menceritakan kejadian yang membuat hatinya resah.
Mamanya memberi solusi, untuk menyewa pelacur paling mahal, tetapi, tak membuat jiwa Alex tenang, ia matikan telpon mamanya dan membisukannya.
"Ada apa dengan jiwaku?"
Alex mulai memarkirkan mobilnya dan menuju ke ruang tidurnya hingga memelas lelah.
Keesokan paginya, ia terkejut dengan mimpi itu juga, menghantuinya dan membuat tubuhnya mulai lemas, suhu tubuh naik dan membuat Bibinya cemas ingin menelpon mamanya.
"Tidak usah Bi, Aku tidak membutuhkannya."
Bibi hanya bisa pasrah dan memenuhi keinginanya.
Alex mulai sangat lemah sekali, ia tertidur seharian dengan tubuh panasnya, Bibi sangat khawatir dengan hal itu, hingga ia menelpon Dokter pribadinya.
Dokter datang dan sangat sedih melihat Alex tertidur lesu dan penuh keringat.
Bibi mencoba menunggu di luar, hingga Dokter memberi arahan.
Tiba-tiba Bibi mendapatkan telpon dari satpam, ada seorang gadis yang ingin memberikan sesuatu kepada Alex, Bibi meminta izin kepada Alex untuk menjelaskan, Alex tak ingin mendengarkannya hingga wanita itu hanya bisa menitip barang.
__ADS_1
"Tuan Alex, ini ada seorang wanita menitip barang untukmu, ia berkata bahwa barang ini, jatuh disaat membawamu ke Dokter kemarin.
"Apa dok? tolong telpon satpam, Aku ingin berbicara dengannya!"
"Baiklah Tuan."
"Pak!"
"Iya Tuan!"
"Apa Wanita kemarin memakai penutup di kepalanya?"
"Kerudung?"
"Entahlah, kain yang dijulurkan di kepalanya?"
"Kerudung? iya dia memakainya, pesan dari dia, walah ia ingin bertemu dengamu, hanya ingin mengembalikan barang langsung, ia tak ada niat selain itu, ia hanya seorang gadis biasa!"
"Apa? kenapa Aku tak mendengarkannya sedikit!"
"Tapi ia ada memberikanmu secuil kertas yang berisikan alamat! katanya jika Tuan membutuhkan bantuannya, Tuan bisa pergi ke alamat ini."
"Benarkah? Aku ingin pergi sekarang."
Dokter mengawasi Alex dan memberi aba-aba agar ia tak pergi dulu dan tetap istirahat, obat yang ia gunakan sedang bekerja.
Alex ingin melawan tapi pasrah karena tubuhnya juga meminta haknya untuk istirahat.
__ADS_1
"Istirahatlah dulu Tuan muda."