Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
berhasil


__ADS_3

Sudah mulai seminggu Alex dirawat di Rumah, ia mulai tak sabar mendengar kata bebas dari Dokter.


drrr drrr drrr


Suara handphone Alex.


"Tuan Alex! anda sudah bisa beraktivitas, tapi! tolong jangan melakukan hal yang berat dulu!"


"Baik Dok."


"Yesss Aku bebas."


(Bunyi telpon kedua kalinya, membuat ia mulai jengkel)


"Apa sih? ganggu aja!"


"Maaf Tuan! sudah lama Tuan tak meminta gadis perawan baru! kami ingin mengabarkan, gara-gara kamu mengundang wanita cantik kemarin, sudah banyak ingin mendaftarkan untuk melayani Tuan, bahkan remaja masih 15 tahun yang tubuhnya bak bidadari! apa Tuan menginginkannya?"


"Ahhh kamu mengangguku, Aku sedang tak membutuhkannya sebelum gadis itu dapat atau... Ahh sudahlah, nanti saja, akan kukabari lagi!"


"Baik Tuan!"


Alex keluar dengan mobil terbaiknya hari ini sambil menuju ke alamat yang diberikan oleh satpam.


Alex terkejut melihat alamat yang dituju itu, ia hanya melihat sebuah kontrakan kecil nan bersih dipenuhi bunga-bunga indah itu.


"Apa nggak salah alamat ini, Aku harus menelpon Satpam!"


Cepat-cepat Alex menelpon Satpam, dan menceritakan apa yang ia lihat, Pak satpam sangat yakin dengan alamat itu dengan melihat wajah polosnya.


Alex memberanikan dirinya mengetok pintu kontrakan itu.


Tokk tokk tokkk


"Hallo! apa ada orang disini?"

__ADS_1


"Waalaikum salam! tunggu! siapa diluar, saya berbenah sebentar!"


Saat pintu kontrakan terbuka, ia melihat Gadis muslimah kemarin, terkeju dan bahagia Alex melihatnya.


"Kamu?"


"Ehhh Mas yang saya bantu kemarin itu kan? ada apa Mas? apa ada kendala lagi?"


"Takkk Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu untuk kedua kalinya."


"Oh tidak apa-apa, emang sudah lumrah kita saling membantu!"


"Oh iya, perkenalkan namaku Alex! apa boleh Saya masuk ke dalam?"


"Maaf saya belum bisa menjabat tangan dengan yang bukan mahram, dan maaf juga tak saya izinkan masuk! karena hanya kita berdua yang ada disini dan ketiganya pasti Setan Mas!"


"Oh yasudah gapapa! sebagai ucapan terima kasihku! Saya ingin mengajak Kamu jalan-jalan ke Mall atau apa! Saya traktirin!"


"Wahhh jangan repot-repot Mas! Saya ga suka berlebihan, dan kita pun bukan Mahram kan?"


"hmmm Yasudah boleh Mas! tapi saya naik angkut dan kita jumpa disana ya?"


"Tapi kan ga seru!!!"


"Tak kan kita bukan Mahram!!" ujar bercanda Gadia itu.


Alex tertawa dan bahagia berada di samping Gadia itu, entah kenapa Auranya sangat berbeda dengan Wanita yang sudah ia setubuhi puluhan kali itu, dan cantiknya Gadis muslimah ini seperti berlian yang terlalu memancarkan cahayanya.


Alex menunggu Gadia itu, hingga mereka bertemu di sebuah Mall yang terkenal dengan brandednya, karena ini keinginan kuat alex.


Tiba disana ia menunggu Gadis itu.


Hingga ia tiba di depan Alex.


"Mas!!"

__ADS_1


"Iya kamu, Saya pikir kenapa lama!"


"Tadi sedikit macet!"


"Ohhh tidak apa-apa."


"Silahkan!"


"Terima kasih."


Alex dan Muslimah jalan-jalan mengintari semua Mall itu, hingga Alex mengajak Muslimah untuk masuk ke area baju.


"Tolong apa yang Saya bilang, Nona turutin karena demi Saya tak sakit lagi!"


"Wah kenapa begitu?"


Alex menceritakan kejadian yang dialaminya beberapa minggu ini, Muslimah terkejut apa yang dialami alex, ia tak menyangka mimpi buruk itu membuat bayang-bayang hingga ia terjatuh sakit.


"Yausudahlah Tuan demu kesehatan Anda?"


"Ehh kenapa panggilnya Tuan atau Mas?"


"Karena anda mirip pejabat tinggi dan tak selevel denganku!"


"Ahhh nenurutmu saja."


Alex ingin Muslimah mengambil baju yang ia tuju, betapa syoknya ia, melihat harga baju itu dan menolaknya untuk beli, Muslimah memaksa Alex untuk tak membeli, tapi Alex selalu menegurnya akan kejadian tadi.


Hingga di kasir, Muslimah masih ragu dengan harga itu.


"satu baju biasa 60 juta? yakin kamu Tuan? berapa yayasan bisa kita buat dan membangun sekolah untuk Anak-anak?"


"Turutin perintahku, dan jika kamu ingin membuat itu, nanti saya akan membuatnya.


Syik mendengar itu dan Muslimah hanya bisa pasrah.

__ADS_1


__ADS_2