Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
Serpihan itu mulai menyatu


__ADS_3

Hari terus berlanjut, kenikmatan datang sedikit demi sedikit menyapa kehidupan Alex.


Hingga hari bahagia datang di kala itu.


Pagi ini sebuah jabat tangan antara dua insan dan membuat dua orang insan bersatu dimulai dengan dekorasi mewah dan tamu hanya Bibi dan penghulu.


Alex keluar dengan baju serba putih yang megah dan memakai sarung tangan terhormat, wajahnya yang bersih dan tubuhnya yang kekar membuat Bibi bangga dan semua bodyguard bak berhati keluarga.


Akad dimulai dengan khidmat dengan aturan-aturan yang sudah ditata, Keadaan mulai tegang dan sunyi.


Alex membacakan isi akad dengan hati-hati hingga kata sah dari saksi-saksi mulai terucap dimulutnya.


Haru Alex dan Bibi pecah, mereka memeluk bahagia, hingga penghulu memberikan tempat untuk pengantin Wanita duduk di sebelah pangeran.


Muslimah datang dengan baju kehormatan pengantin yang sangat anggun itu, hingga membuat semua yang melihat terpesona dan tak sadar diri, wajah penuh riasan natural dan keanggunannya itu, bak seperti bidadari.


Alex yang melihatnya menbuat melongo sangat lama, ia berjalan dengan pelan dan tenang di hadapan mereka semua.


"Apakah itu Bidadari?" ujar Alex dalam hati.

__ADS_1


"Untuk pengantin, silahkan bersalaman sebagai sah menjadi Suami dan istri, semoga bahagia Dunia dan Akhirat."


"Aaamin." ujar semua.


Muslimah menyodorkan tangannya kepada Alex.


"Kamu sangat cantik." ujar Alex.


"Dan kamu sangat tampan." lanjut Muslimah.


Bibi sangat bahagia melihat mereka bersalaman dan sudah menjalin dan membangun sebuah Rumah baru.


"Yasudah semua, kita susulkan dengan membaca Doa dulu untuk keberkatan pengantin."


"Alhamdulillah semua, acara akad ini berjalan lancar dan semoga kepada Tuan Alex dan Mbak Muslimah berbahagia dunia dan akhirat, dan kita doakan juga supaya diberikan keturuan yang terbaik kepada mereka, saya sebagai penghulu agam mengucapkan selamat kepada anda berdua dan pamit."


"Terima kasih ustad."


"Sama-sama."

__ADS_1


Setelah semua kegiatan selesai, Ustad pamit dengan wajah bahagia melihat mereka.


Alex yang sudah sah itu loncat-loncat bak Anak kecil menemukan mainan terbaiknya.


"Kebiasaan ya Tuan!" ujar seorang bodyguardnya.


"Beginilah rasa bahagia Pak!"


Bibi sangat bahagia dan memeluk Muslimah.


"Kamu sangat cantik Nak! Bibi merasa menjadi Ibu plus mertuamu."


"Bibi adalah Ibuku dan mertua Muslimah, Ibu yang sudah merawat saya dari kecil lebih dari Ibu kandung saya sendiri. dan jasa Ibu dari kecil hingga saat ini sangat banyak, begitu juga kepada bapak-bapak yang sudah menjadi bodyguard terbaik saya dan Pak satoam yang setia menjaga pagar saya, kalian itu hebat lebih dari Saya dan terima kasih sangat banyak."


Semua terharu mendengar, Alex selama ini yang diketahui berdepresi tinggi dan Anak malang itu sangat menghargai mereka dari kecilnya.


Bibi memeluk mereka berdua dan menangis terisak-isak.


"Terima kasih Nak! Kamu Anakku yang terbaik, yang berbeda dengan Anak seperti biasa, Kamu tak pernah meyakiti Bibi, dan menganggap Bibi bagian dari keluargamu, terima kasih Nak."

__ADS_1


Suara haru pecah di kala itu, serpihan kaca mulai menyatu dan akan dibakar kembali dengan cinta.


Happy wedding Alex & Muslimah


__ADS_2