Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
Bak Anak kecil yang memanggil Ibu lewat tangisan


__ADS_3

Malam harinya Alex memberanikan menelpon Red, menyatakan kenyataan dan tak ingin perempuan yang dulu sangat ia percaya dan terbaik itu kecewa, walaupun akhirnya kata itu tetap ada.


Mulai mencari no Red Wanita sudah mulai berumur itu dan ia mengangkatnya.


"Hallo."


"Hallo Tuan!"


"Hmmm."


"Oh ya Tuan ada apa? sudah 20 wanita mengantri disini Tuan! bagaimana harus aku perbuat? acuanku mulai menurun sedikit demi sedikit mulai menghilang."


"Aku ingin mengatakan sesuatu."


"Apa itu Tuan?"


"Aku akan membubarkan sebuah bisnis ini."


"Apaaaaaa? maksudnya Tuan? Tuab menghilangkannya? apakah gara-gara Mama tuan? kenapa kita tak menghabisinya saja?"


"Cukup!!! karena Aku mulai sadar ini salah."


"Apaaaa? sejak kapan?"


"Sejak Aku sakit!"


Bibi mendengar percakapan itu dan mengkode Alex untuk memberi izinnya masuk.


Bibi mendengar percakapan itu di hadapan Alex.


"Gimana Red? gaji terakhirmu akan kuberikan 2M bagaimana?"


"biasanya hanya 100 juta sebulan, yaudah Tuan! Aku akan menjadi pemandu di tempat lain aja, karena Aku pun sudah terkenal dan jadi perebutan. tapi Aku ingin yang terakhir kali saja, mereka membutuhkan uang, tolong untuk malam ini 20 Gadis ini diberikan izin untuk melayani Tuan."


Alex terdiam, Bibi juga mulai membisu.


"Keputusan itu berada di tanganmu Tuan."


"Yasudah Bi! untuk terakhir kaliku, Aku akan memenuhinya."


"Yasudah Bibi keluar dulu dan apa perlu Bibi menyiapkan sesuatu?"


"Tak Bi! jika mereka minta saja nanti."


Lama hening dan Red mulai berteriak lewat telpon androidnya.


"Gimana Tuan?"

__ADS_1


"Yasudah untuk terakhir kali."


"Mereka segera berangkat, tunggulah Tuan dengan Baju terbaikmu."


"Hmmm."


Setelah menunggu lama, akhirnya mereka datang dan langsung satu persatu menuju ke kamar Alex.


"Silahkan, pemandu kalian siapa?"


"Itu Tuan!"


"Terima kasih, silahkan, apa yang kamu mau?"


"Aku pemandunya Tuan, tolong semua masukkan pakaian kalian kesini, pecahkan kehormatan kalian semua satu persatu, Tuan ingin duduk atau tidur?"


"Tidur saja."


Satu persatu dari mereka mulai berdarah, Alex merasa bersalah tapi ia harus buat apa? ini menangis kecil di kala itu tak ada yang tau, selesai sudah membuat aksi pertama semua gadis, mereka semua sudha berdarah.


"Sudah! pulanglah."


"Kenapa Tuan? ada yang kurang dari kami?"


"Lebih dari cukup! pulanglah semua Aku sangat menghargai kalian."


"Sudahlah Aku sedang badmood ambillah bayaran kalian dan pergi."


Alex melempar uang ke Wajah wanita itu, tanpa tak terkecuali.


"Yasudah kami pergi, untuk terakhir kali tanpa perpisahan, izinkan kami berkuda sebentar.


"Yasudah cepat."


Satu persatu dari mereka pergi dan Alex menangis bak Anak kecil di kala itu.


Ia tiba-tiba menelpon Muslimah, Muslimah mengangkatnya dan terkejut mendengar tangisan histeris itu.


Malam mulai gelap, ingin sekali Muslimah menerobos jalan, Alex tak mengatakan sepatah katapun membuat hatinya gundah, karena ia tak ingin Alex tertekan, belum lagi dengan masalah orang tuanya, kantor bahkan semua masalah pribadinya yang terlalu berat.


Muslimah pergi ke Rumah alex dan memakai baju seadanya, ia mulai di depan gerbang, dan menelpon Bibi.


Bibi yang mendengar cerita Muslimah dari telponnya merasa terkejut dan tak tau apa-apa.


"Yasudah Nak! Sopir yang menjemputnya akan segera datang! tolong jangan ngebantah dan naiklah bersama sopir itu, ia Bapak favorite Alex."


"Baik Bi."

__ADS_1


Bibi mengahmpiri Alex di kamarnya.


Ia melihat Alex menangis sepertu Anak kecil dengan tertutup badan di selimutnya.


"Tuan!"


Alex melihat Bibi masuk tanpa permisi.


"Maafkan Bibi! masuk tanpa permisi apa harus Bibi keluar lagi?"


"Tidak Bi! tolong temani Aku."


"Pakai baju dulu Nak."


"Baik Bi! tolong tunggu di luar."


"Muslimah sudah sampai, dan yang menberitahukan keadaanmu ialah dia."


"Aku tak ingin menemuinya Bi! tolong katakanlah padanya Aku tak ingin menemuinya, mungkin dia akan kecewa dengan ceritaku."


"Yasudah pakai baju dulu."


"Baik Bi."


Bibi turun dan melihat Muslimah yang mulai berada di depan pintu.


"Silahkan Masuk Nak!"


"Dimana Alec Aku takut terjadi apa-apa padanya Bi?"


"Ia tak ingin bertemu dengan Kamu karena suatu masalah Nak? kamu terlalu suci."


"Apa? Aku hanya manusia biasa yang oenuh dengan dosa Bi?"


"Tapi ia tak ingin bertemu denganmu Nak!"


"Karena apa?"


"Karena suatu masalah."


"Tolong ceritakan!"


"Bibi yakin kamu kecewa!"


"Tolong ceritakan Bi!" wajah Muslimah mulai memerah


"Duduk dulu Nak!"

__ADS_1


__ADS_2