Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
handphone bekas Muslimah.


__ADS_3

Asyik dengan jalan-jalannya, tiba-tiba Handphone muslimah berdering.


kriinggg kriiing kriing.


"Saya angkat telepon dulu Tuan!"


"Iya."


Betapa syoknya Alex melihat handphone Muslimah hanya sekedar menelpon dan itu bukan android, ia Gadia polos yang cantik dan sederhana, ingin rasanya seorang CEO ternama itu menangia di dalam hatinya, berlian itu sangat sederhana, anggun dan bak bidadari malu-malu yang sangat lembut.


"Siapa tadi Nona?"


"Oh itu hanya temanku yang memberitahuku tugas baru dari Dosenku."


"Apa saya boleh bertanya?"


"Tentu Tuan!"


"Dimana Ayah ibumu atau Papa mamamu?"


Muslimah sedikit menunduk dan terdiam sejenak.


"Apa kamu tersinggung dengan perkataanku?"


"Tak Tuan! Saya hanya Gadis dari sebuah keluarga, di kala itu Saya di usir karena tidak mematuhi perintah Ayah saya untuk menjadi seorang pelacur, ayahku selalu mengancamku, hingga suatu malam ayahku rela ingin menusuk mahkotaku dengan sebuah besir besar bahkan jumlah kapak tak sedikit di sampingku, Alhamdulillah Tuhan menyelamatiku, Saya kabur dan sedikit demi sedikit membangun mimpiku?"


"Kenapa bisa? dimana Ibumu?"


"Ibuku seorang pemandu pelacur dan tak satupun dari mereka menyukaiku, tiap Saya ingin membuat suatu hal, mereka tak pernah menyukainya, padahal Saya sudah bertahan untuk tetap bersama mereka?"


"Siapa nama Ibumu?"


"Red nama panjangnya Redis."

__ADS_1


"Apa?"


"Ada apa Tuan?"


"Tidak! Aku hanya terkejut tadi mendengar nama panjangnya hanya Redis, padahal Alex sedang menyembunyikan seuatu.


Alex mengajak Muslimah untuk membeli Handphone baru, Muslimah tak percaya itu, matanya berkaca-kaca mendengarnya.


"Terima kasih Tuan!"


"Ahhh tak usah berterima kasih langsung saja kita masuk dan membelikanmu handphone termahal.


Alex memilih handphone termahal dan berkualitas untuk Muslimah, tetapi ia menolaknya, ia nggak mau temannya curiga dan mengejeknya.


Alex menhargai Muslimah, ia merasakan hal itu.


"Baiklah ambil yang kamu inginkan saja."


"Baik Tuan! terima kasih."


Alex hanya pura-pura tak mendengarkan suara perut keroncongan Muslimah.


"Duduklah Nona!"


Pelayan datang dan menyodorkan menu kepada mereka.


"Apa yang ingin tuan pesan!"


"spesial."


"Apa ini istri Tuan?"


"Tentu."

__ADS_1


"Saya ingin menawarkan menu spesial romantis Suami istri, dan gratis gif Iphone."


"Bawalah!"


"Tolong lakukan pembayaran, totalnya hanya 20 juta Tuan!"


"Ambillah kartu dan kembali dengan menu spesialku, Aku ingin menyewa tempat ini khusus berdua di ruang ini."


Muslimah terkejut mendengar semua itu.


"Orang-orang seperti Tuan cocok ya disini, tapi apa nggak mubazir Tuan?"


"Jujur! untuk sebuah kebahagiaan itu tak berarti Muslimah, nikamtilah ini, ambil giftnya untukmu?"


"Dua handphone genggam?"


"Iya ambillah saya hanya sendiri di Rumah dan tak memerlukan itu."


"Terima kasih Tuan, ini lebih dari cukup."


Alex dan Muslimah menikmati makanannya itu.


Sore mulai datang, Muslimah meminta izin untuk mengakhirkan kesenangan ini,


Alex menyetujuinya, Alex mengartakan Muslimah hingga ke angkutan umum, berkali-kali Alex meminta Muslimah untuk tetap disini dan mengartakannya hingga ke tempa, tapi ia hanya tak ingin kejadian baru ia dapatkan.


"Saya duluan ya Tuan! terima kasih untuk harinya."


"Dengan senang hati Nona! ambillah No whatsshapku dan tambahlah nanti di handphone barumu."


"Baik Tuan, saya pergi dulu."


Alex menatap Muslimah dari kejauhan.

__ADS_1


hari yang menyenangkan


__ADS_2