
Tiba di rumah, Muslimah belum juga usai dengan kecemberutannya.
Alex memeluknya dari belakang dan janji tak mengulangnya lagi, Muslimah mempercayainya karena ia tak sanggup akting lagi.
Setelah shalat Isya, mereka duduk di kasur bercerita seperti teman yang akrab, Muslimah masih tak berani untuk melepaskan hijabnya, Alex menghargai Muslimah dan memerintahkannya untuk memakai hijab pendek atau shal yang menutupi.
"Sudah."
"Anak pinter."
"Apa saja tadi yang kamu beli, ambillah sedikit cemilan, agar kita makan sambil bercerita."
"Baik Tuan."
Muslimah menyodorkan beberapa cemilan enak kepada Alex, Alex menarik Muslimah untuk duduk di dekapannya dan menikmatinya berdua.
"Aku paling takut lelaki yang berbulu."
"Kenapa bisa? untung Aku tak berbulu dada ."
"Traumaku belum habis."
"Sekarang jangan pikirkan itu, Kamu sudah bersamaku."
__ADS_1
"Iya Mas."
Tiba-tiba Muslimah ketiduran di saat ia mendengar cerita Alex, Alex membaringkannya di sisinya, ia menatap wajah Muslimah seperti mutiara itu dan mengusap-ngusap dan mengkecupnya, ia sangat senang melihat Wajah gadis itu.
"Tidurlah, dan pergilah rasa trauma kepada Ibumu, Aku akan menjagamu untuk menjauhkannya dari pandangannya."
Dipeluknya Muslimah, dan digenggamnya di kala malam itu, tiba-tiba Muslimah bermimpi buruk, wajahnya mulai memanas dan memanggil nama Alex.
"Alex, Mas kamu dimana Aku takut, Aku akan diperkosa, Masss."
Alexa berusaha menenangkan Muslimah dengan istigfar dan doa-doa yang dia pelajari.
Muslimah tiba-tiba terkejut dan bangun, memeluk Alex ketakutan, ia menangis dan Alex berusaha menenangkan.
"Aku takut sekali."
"Akan ku genggam tanganmu, tidurlah, kupelukmu hingga pagi."
Muslimah membaringkan tubuhnya lagi, dan mulai melanjutkan tidurnya, ia berusaha tenang dengan semua keadaan, Alex menenagkannya tak henti. ia terus mengusap kepala Muslimah.
"Tidurlah."
Keesokan pagi indahnya, setelah semua persiapa selesai, Mereka pun pergi menuju bandara Rumah dan semuanya sudah di borgol ketat dan penjagaan bodyguard baru sangat banyak, menbuat Alex nyaman saat Liburan, apalagi ada ketua bodyguard lama yang tak ingin berlibur memandu Mereka.
__ADS_1
Tiba di bandara semua menaiki pesawat, dan ia akan terbang beberapa menit lagi.
"Mas, Muslimah ga pernah naik, Takut, Muslimah ga manja, tapi emang Takut, banyak berita kapal jatuh."
"Sudah diam!!! Aku akan memelukmu, ini sangat singkat kok, bayangin aja, kita lagi terbang di taman, Apa kamu kedinginan? tubuhmu dingin, pakailah selimut yang sudah disiapkan Bibi."
"Baik Mas."
perjalan di mulai, Pesawat mulai terbang ke arah tujuan, Muslimah bergetar dan tangannya dingin, Alex berusaha menenangkannya hingga pesawat mendarat aman
"Nah sudah sampai? gampangkan, yuk kita beres untuk turun dan mengikuti aba-aba."
Baik Mas!"
Setelah semua siap dengan urusan di Pesawat dan Bandara, mereka beramai-ramai menaiki mobil, dan menuju ke hotel, hari ini hari istirahat mereka, dan tak langsung untuk bermain, dikarenakan kelelahan dengan perjalanan dan hal lainnya.
Tiba di hotel dan megah itu, yang berada di pesisir pantai ditambah dengan pemandangan bunga-bunga yang bertabur disisinya dan tak kalau juga dengan lautan yang biru itu, suasan sangat nyaman dan sunyi, cocok untuk dijadikan bulan madu kesini, emang disini hotel yang dipilih oleh orang-orang berkelas dan pelacur kadang bekerja disini, bahkan kita juga melihat remaja menginao berpasangan belhm sah tanpa merasa bersalah disini.
Alex menceritakan masa lalunya disini, disaat ia kedua kali menyewa pelacur seksi disini, dan ia lemas dikala pagi hari, bahkan dua hari berturut-turut ia melakukannya, ia merasa bersalah disaat mengingatnya.
Muslimah menenangkan alex, itu hanya masa lalu dan masa sekarang adalah masa terbaik.
Alex memeluk Muslimah sebagai ucapan ia tak memandangnya remeh.
__ADS_1
Terima kasih.