Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman

Ia Menbangunkanku Dari Kekelaman
Ana uhibbuka fillah


__ADS_3

Muslimah pagi ini hanya menangis meratapi kejadian semalam, kenapa Alex tak menceritakannya?


Muslimah masih terbayang-bayang hal itu hingga ia tak bisa mengerjakan apa-apa, ia hanya duduk termenung di dalam kamar kecilnya.


"Apa kau tau Tuan? masa lalumu bukanlah hal yang berat untukku, tapi kekayaanmu adalah topi pembicaraan publik bagiku."


"Bisakah kita melewatinya sama-sama wahai Tuan puteri?" sambung Alex dikala pagi itu dibalik jendela kontrakan di depan.


Muslimah terkejut sejak kapan ia berada disini, Muslimah tersipu malu dan menghapus air matanya.


"Sejak kapan anda disini." tegas Muslimah.


Muslimah keluar dan menghampiri Alex.


"Sejak Aku menyusulmu semalam!"


"Jadi.."


"Iya Aku sudah semalaman disini."


"Untuk apa?"


"Untuk mencuri hatimu dan membangun cinta, karena Aku bukan sedang jatuh cinta, hanya saja ingin membangun cinta dengamu."


"Sejak kapan kau akan mencuri hatiku?"


"Sejak Ana uhibbuki fillah terbalas."


"Ana uhibbuka fillah."


Alex terkejut mendengarnya.


"Apa ini benar?"


"Sejak kapam Aku pandai berbohong jikalau kau terlalu sering berbohong."


"Yeyyyyyy Aku diterima."


"Maksudnya diterima kerja gitu Tuan?"

__ADS_1


"Diterima princess yang paling cantik."


Muslimah tersipu malu lagi, ia melihat Alex berloncat-loncat di depannya bak Anak kecil, tanpa disadari pangkatnya itu terlalu tinggi.


"Apa Aku boleh bilang kepada Bibi?"


"Silahkan."


"Aku permisi pulang istriku!"


"Eitsss ini belum terjadi sebelum akad Tuan!"


"Okelah Tuan Alex meminta izin kepad.a puan puteri Muslimah untuk pergi dihadapan puteri."


"Laporan diizinkan dan pergilah."


Alex pergi dengan mengendarai mobilnya sangat kencang


Tiba di rumah ia berlari menghampiri Bibi yang sedang mengepel.


"Awasss jatuh Tuan!"


Alex terjatuh tanpa mendengar aba-aba Bibi.


Bibi ingin tertawa tapi tetap menghormatinya sebagai Tuan.


"Kenapa tahan ketawa Bi? keluarkanlah tertawaanya."


Bini tertawa sangat lebar tanpa menyadari umurnya.


"Sudah Bi?"


"Sudah, jadi ada apa kenapa tiba-tiba bahagia?"


"Muslimah Bi."


"Kenapa dia?"


"Dia membalas kata-kataku dan akan segera menjadi milikku."

__ADS_1


Terkejut Bibi mendengarkannya dan bercampur terharu, Bibi memeluk Alex dan mengucapkan selamat untuknya.


"Jadi selanjutnya bagaimana?"


"Kenapa Aku tak memikirkan pernikahan Bi?"


"Iya Nak! kalau bisa secepatnyalah."


"Tapi.."


"Tapi Muslimah tak menyukai kemegahan."


"Yasudah kenapa kita tak memulai sederhana akad di rumah dan merayakan dengan Liburan saja?"


"Akad itu apa Bi?"


"Nah karena banyak yang belum Kamu ketahui tentang agama islam, kita belajar dulu hingga kamu mulai memahami dasae dan selebihnya belajarlah kepada istrimu nanti."


"Baik Bi, Saya akan mempersiapkan yang terbaik nanti."


"Oleh karena itu, belajarlah sedikit demi sedikit sekarang dan mulailah belajar terbuka dulu dengan Muslimah."


"Baik Bi! Saya akan mendengarkan perkataan Bibi."


"Syukurlah kalau begitu, semoga kamu bisa melupakan masa lalu."


"Iya Bi."


Alex sangat senang dan bersyukur, hidupnya mulai berubah disaat wanita itu datang, ia mulai berajar sedikit demi sedikit tentang Islam.


Bahkan Muslimah mengajarinya dengan penuh ketenangan dan tak terburu-buru hingga membuat Alex kagum terhadapnya.


Pernah suatu hari Muslimah mengajari Alex iqra', Muslimah geram dan memberi hukuman kepadanya, karena dia selalu menatap Muslimah tanpa mengulangnya, ia menyuruh Alex untuk mengepel membantu Bibi hingga ketiduran di lantai.


Bodyguardnya pun mengangkat tubuh berotonya ramai-ramai hingga ke kamarnya.


Sungguh melelahkan dan membuat Muslimah bahagia akan keadaan.


Muslimah bersyukur dengan semua keadaan.

__ADS_1


__ADS_2